Dapatkan Perjalanan Gratis dengan Uber

uber02
Sumber: autoevolution

Ah!kamu jangan ketinggalan zaman dong. Transportasi umum apa di Jakarta dan beberapa kota besar yang paling ciamik saat ini? Jawaban saya tentu saja Uber. Uber ini adalah pemesanan moda transportasi mobil (bukan taksi) melalui aplikasi dari ponsel cerdas kita, baik yang berbasis iOS (iPhone) maupun Android.

Pengalaman saya menggunakan Uber selama beberapa bulan terakhir sejauh ini asyik dan bisa saya daftar keasyikan tersebut sebagai berikut:

  1. Tinggal sentuh-sentuh di layar smartphone setelah install gratis dari App Store ataupun Google Play.
  2. Cepat sekali dapat mobil yang kita pesan begitu kita lihat ada armada di sekitar. Ketersediaan mobil di sekitar bisa kita lihat di layar aplikasi Uber.
  3. Yang lebih penting lagi, ongkosnya lebih murah daripada taksi konvensional. Kalau tidak salah komponen biayanya sebagai berikut: biaya rental Rp3.000, Rp2.000 per kilometer atau Rp300 per menit dan tarif minimum Rp3.000.
  4. Pengemudi mobilnya rata-rata ramah dan berpendidikan karena mereka umumnya adalah pemilik mobil yang “nyambi” jadi pengemudi Uber. Seringkali menemui orang kantoran juga yang sekalian pulang narik tumpangan. Meskipun ada juga mobil milik rental yang kini dipakai untuk narik Uber juga, tetapi rata-rata mereka sudah di-brief ramah dengan penumpang.
  5. Pembayaran praktis ditagih ke kartu kredit, meskipun sekarang ada pilihan pembayaran tunai (cash). Ongkos akan tertera di layar ponsel kita di aplikasi Uber begitu mengakhiri perjalanan.

Setidaknya ada lima hal yang membuat Uber bisa jadi pilihan penting dalam menggunakan transportasi umum. Cukup kan 5 alasan tersebut? 🙂 Sebagai gambaran betapa murahnya ongkos Uber ini saya pernah naik dari Stasiun Tanjung Barat menuju Cilandak Town Square (Citos) untuk jemput anak lalu lanjut pulang ke daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan. Berapa ongkosnya? Hanya sekitar Rp28.000, saudara-saudara.

Belum pernah coba? Unduh saja aplikasinya ke iPhone atau ponsel Android Anda, lalu daftarkan diri Anda dengan kartu kredit atau sekarang bisa juga tanpa kartu kredit. Lalu di bagian Promotions masukkan kode promo: DIDIKDUE untuk mendapatkan perjalanan gratis atau potongan sebesar Rp75.000.

Selamat mencoba.

CL: Transportasi Umum Andalan Jakarta

10659255_10204423631143854_7420316814794731976_n

Ah!kamu kudet* deh. Itu saya katakan pada teman yang belum pernah naik kereta di Jakarta akhir-akhir ini, atau setidaknya dalam dua tahun terakhir. Dalam bayangannya kereta di Jakarta masih seperti zaman saat masih bernama KRL (kereta rel listrik).

Kini KRL itu sudah punya nama baru yang lebih keren, yaitu Commuter Line atau sering dipendekkan jadi ComLine atau CL. Tidak hanya namanya yang berubah, layanan, sarana dan prasarana betul-betul sudah berbeda. Bentuk keretanya (gerbongnya) memang masih sama, seperti kereta AC pada masa lalu, tapi lebih bersih.

Perhatikan saja beberapa stasiun yang ada di sepanjang jalur Bogor – Jakarta atau Bekasi – Jakarta, fisiknya sudah banyak berubah dan lebih bersih. Kini tidak ada lagi pedagang asongan, pedagang kaki lima atau pengamen yang berkeliaran. Untuk masuk ke stasiun kini kita harus memiliki kartu dan melalukan “tap” (menyentuhkan kartu di sensor) di pintu otomatis, keluar pun juga harus melakukan hal yang sama. Keren kan? Sudah seperti di kota-kota besar negara maju.

474703_10200881988445000_2043781470_o

Kita bisa berlangganan kartu KMT (Kartu Multi Trip) atau beli THB (Tiket Harian Berjaminan) untuk sekali pakai. Akan tetapi, kalau kita memiliki kartu pembayaran yang dikeluarkan oleh bank seperti BCA Flazz, Mandiri e-Money, atau BRI Brizzi, kita bisa juga menggunakannya. Perhitungan ongkos untuk perjalanan dengan CL juga relatif murah, berdasarkan jarak yang kita tempuh, sebesar Rp2.000,00 untuk 1-25 km pertama, 1-10 km berikutnya sebesar Rp1.000,00.

Oh ya, sekarang cuma ada satu jenis kereta dan semuanya ber-AC, tidak seperti dulu yang membedakan kelas ekonomi (non AC), AC, dan Pakuan. Semua sama untuk jalur Bogor/Depok – Jakarta Kota/Tanah Abang, Bekasi – Jakarta Kota, Serpong – Tanah Abang dan yang lain. Gerbong paling depan dan belakang dikhususkan untuk wanita. Jadi, jangan sampai salah naik bagi kaum pria.

Di dalam gerbong kondisinya relatif bersih karena ber-AC, tidak boleh makan dan minum, apalagi merokok. Membawa barang pun ada ukuran maksimal yang diperbolehkan dibawa, tidak boleh membawa binatang juga. Pintu gerbong membuka dan menutup secera otomatis, tidak ada lagi orang yang mengganjal-ganjal pintu.

Di setiap dinding gerbong tertempel rute kereta, bahkan saat ini sudah mulai ada layar yang menampilkan rute perjalanan kereta. Dilengkapi dengan pemberitahuan ketika akan memasuki setiap stasiun. Tidak seperti kereta KRL zaman dulu yang menganggap semua penumpang sudah hafal nama stasiun dan rute kereta.

Di setiap stasiun juga selalu disampaikan posisi kereta terakhir yang akan melintasi stasiun tersebut, baik melalui pengeras suara maupun papan elektronik yang menayala.

10393903_10204423922031126_5344267607720985505_nLebih nyamankah sekarang? Menurut saya sih yes, gak tahu kalau menurut Mas Anang. Hehehe… Meskipun jadwalnya belum setepat yang dijanjikan, tetapi keretanya sudah relatif banyak. Memang sih pada jam-jam sibuk seperti berangkat dan pulang kantor kereta akan penuh sesak. Oleh karena itu, jika Anda bukan pengguna rutin CL hindari naik CL pada pukul 6-9 pagi atau 5-7 malam, kecuali memang terpaksa.

Selebihnya, kereta Commuter Line sekarang nyaman, aman dan cepat dibandingkan Anda berkendara dengan mobil di jalan raya Jakarta yang rawan macet di banyak titik yang kadang tak terduga. Cobalah sesekali menggunakannya. 🙂

Sumber foto: dok. pribadi

*kurang update

 

Aplikasi Pemesan Transportasi yang Berguna

File illustration picture showing the logo of car-sharing service app Uber on a smartphone next to the picture of an official German taxi sign
Pemesanan taksi melalui aplikasi. Sumber:businessoffapp

Ah!kamu jangan ketinggalan zaman. Dua atau tiga tahun lalu mungkin hal ini belum kita rasakan, yaitu maraknya pemesanan moda transportasi umum berbasis aplikasi di smartphone kita. Ah, kan sudah ada aplikasi serupa dari masing-masing perusahaan taksi. Ya, tapi maksud saya hal itu masih terbatas dan belum sebanyak sekarang penggunanya.

Pengguna moda transportasi umum di Jakarta dan beberapa kota besar kini merasakan perubahan pesat tersebut. Adanya aplikasi GrabTaxi yang memuat juga GrabBike, lalu ada Go-Jek, dan Uber sangat membantu kita memesan atau mencari transportasi umum baik berupa taksi dan ojek. Bahkan Go-Jek memiliki fasilitas tambahan lain seperti Go-Send, Go-Food, Go-Mart yang memungkinkan kita mengirim barang atau dokumen serta membelikan makanan atau barang lain ke toko, resto, atau minimarket.

Terlepas dari kontroversi sesuai atau tidaknya dengan perundang-undangan, aplikasi ini sungguh sangat berguna. Kita bisa memesan taksi dan ojek di mana saja, di pinggir jalan, di lapangan, di mall, tidak perlu berada di rumah atau kantor dan gedung yang selama ini kita lakukan saat memesan taksi secara konvensional. Cukup memanfaatkan GPS yang akan mengarahkan ojek atau taksi ke lokasi kita.

Untuk saat ini dengan adanya diskon atau tarif promosi, pengguna taksi atau ojek yang memesan melalui aplikasi-aplikasi tersebut sangat diuntungkan. Hal ini mungkin sebagai langkah awal untuk menggalang sebanyak-banyaknya pengguna aplikasi.

Selain memesan taksi dan ojek yang sudah familier dengan kehidupan kita, ada Uber dan GrabCar (salah satu bagian dari fitur GrabTaxi) yang membuat kita bisa memesan mobil pribadi beserta sopirnya. Dengan aplikasi ini kita seolah-olah memiliki sopir pribadi karena mobil yang kita gunakan berplat hitam. Nah, ini mungkin yang masih menjadi kontroversi terkait dengan perizinan.

Uber dan GrabCar hampir serupa, tetapi ada sedikit perbedaan dalam cara pembayaran. Uber mewajibkan kita mendaftarkan kartu kredit untuk menagih pembayaran, sedangkan GrabCar menggunakan cara pembayaran cash melalui si sopir. Tarif yang akan kita bayarkan tertera di aplikasi di smartphone kita, bukan pakai alat argometer layaknya taksi.

Menyangkut Uber dan GrabCar yang menjadi perhatian kita mungkin tingkat keamanan karena pada dasarnya kita menggunakan mobil pribadi bukan taksi dengan sopir pribadi juga. Tentu saja pihak Uber dan GrabCar — memang seharusnya —  telah menyeleksi mereka untuk kelayakan kenyamanan dan keamanan. Saya dengar sih mereka selalu melakukan pertemuan untuk pendidikan terhadap sopir, baik Uber, GrabCar, GrabTaxi dan Go-Jek. Adanya kecurangan-kecurangan yang terjadi memang tidak bisa dihindari karena selalu saja ada yang memanfaatkan celah. Mudah-mudahan hal itu bisa segera dicegah dan diatasi.

Cara dapat free ride (gratis hingga Rp75 ribu) menggunakan Uber:

  1. Unduh aplikasinya di App Store atau Google Play
  2. Setelah selesai melakukan pendaftaran, masuklah ke bagian Promotions dan masukkan Kode Promo: didikdue
  3. Cek di bagian Payment, pastikan di bawah informasi Kartu Kredit ada tanda Free Ride.
  4. Untuk pemesanan berikutnya Anda akan gratis hingga Rp75 ribu.