Pensiun Mau Ngapain?

Persiapan pensiun sebaiknya secara finansial dan mental. (Source: Romania Insider)

Beberapa hari lalu seorang teman tiba-tiba mengirim pesan ke saya via WhatsApp (WA). Teman ini sudah lama tidak kontak. Begini kira-kira bunyi pesan WA-nya:

Om, apa kabar? Ngupi yuk nanti Agustus atau September? Sebelum saya pensiun.

Saya lalu menjawab pesan tersebut dengan biasa saja awalnya. Lalu timbul tiga reaksi sebagai berikut.

Pertama, tentu senang dapat pesan dari teman lama. Kedua, mengapa harus ngopi pada Agustus atau September? Oh, tentu saja teman tersebut berharap situasi pandemi ini sudah berlalu pada bula-bulan itu. Aamiin, itu doa kita semua. Yang ketiga, tentang pensiun.

Dua reaksi yang pertama dapat diselesaikan dengan mudah. Reaksi ketiga tentu saja yang membuat saya berpikir. Sebetulnya saya sudah sering memikirkan tentang pensiun. Sebatas memikirkan. Hahaha… Teman saya ini memang jarak usianya mungkin dua atau tiga tahun (jauh?) di atas saya. Hahaha… untuk menyamarkan usia sendiri. Dan bulan November tahun ini katanya sudah akan pensiun. Ya Tuhan, ternyata sudah semakin dekat ya masa pensiun ini.

Reaksi atau pertanyaan wajar setelah sekadar memikirkan masa pensiun adalah sudahkah kita menyiapkan masa pensiun? Atau mau ngapain saat pensiun? Tidak hanya soal dana pensiun, tetapi aktivitas yang akan kita lakukan pada masa tersebut.

Dana Pensiun. Bersyukurlah bagi mereka yang sudah menyiapkan atau disiapkan dana pensiunnya jauh-jauh hari. Seperti kita ketahui kalau pegawai negeri atau ASN dan aparat pemerintah mungkin sudah otomatis akan menerima uang pensiun ketika masanya tiba. Banyak perusahaan swasta juga sudah mempersiapkan skema pensiun untuk karyawannya. Akan tetapi, alangkah baiknya kita juga melakukan persiapan secara pribadi, in case dana pensiun yang kita terima dari kantor tidak memadai.

Cara paling gampang dan umum untuk menyiapkan dana pensiun adalah dengan menabung. Ada banyak bank dan institusi keuangan lain seperti asuransi mendesain produk untuk dana pensiun ini. Tinggal kita pilih sesuai kemampuan untuk menabung secara rutin, bisa bulanan, tengah tahunan atau tahunan. Kalau menabung dengan sistem asuransi, harap diperhatikan juga komponen asuransi yang kita ambil. Biasanya ada proteksi terhadap jiwa dan kesehatan.

Kelebihan menabung dana pensiun di asuransi adalah adanya proteksi, meskipun beberapa tabungan di bank kini juga banyak menempelkan fitur asuransi ini. Adanya asuransi memungkinkan kita atau ahli waris akan menerima dana pensiun sebelum jatuh masa pembayaran premi apabila terjadi kecelakaan atau meninggal.

Adanya asuransi tersebut otomatis menyisihkan dana yang kita tabung untuk meng-cover asuransi, jadinya sisa untuk tabungan sedikit berkurang. Kita bisa mempertimbangkan lagi perlu tidaknya ada asuransi.

Menabung dana pensiun akan lebih optimal hasilnya jika dilakukan jauh-jauh hari sebelum jatuh masa pensiun. Lalu bagaimana apabila baru memulai menabung pada saat mendekati masa pensiun? Memang tidak ada kata terlambat. Sebaiknya mulai memilih jenis tabungan yang ada atau mencoba berinvestasi dalam bentuk reksadana atau saham.

Kini, semakin mudah untuk membuka investasi di reksadana atau saham. Mungkin kita mulai dulu dengan reksadana karena investasi saham ada faktor risiko yang agak besar. Investasi reksadana kini semudah sentuh-sentuh di ponsel. Marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, dan manajer-manajer investasi memiliki aplikasi yang adapat digunakan seperti Bareksa dan IPOT IndoPremier. Imbalan yang kita dapat dari investasi reksadana umumnya lebih tinggi dibandingkan deposito apalagi tabungan biasa.

Tabungan bentuk lain bisa saja dalam bentuk emas. Pembelian emas untuk investasi ini kini juga semakin mudah. Di Tokopedia dan Bukalapak juga tersedia untuk membeli atau menabung emas bahkan dalam jumlah kecil. Hanya saja perlu diingat, tabungan emas lebih cocok untuk jangka panjang jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal.

Kegiatan Pensiun. Setelah ada dana pensiun, mungkin bagi sebagian orang tidak bisa berpangku tangan, apalagi kalau selama ini terbiasa aktif beraktivitas. Bayangan saya, karena saya belum mengalami pensiun, adalah melakukan apa yang kita sukai terlebih dahulu. Kalau kita mau melanjutkan aktivitas yang masih menghasilkan secara finansial, sebaiknya pilih yang kita juga senang melakukannya atau menjadi hobi kita. Misalnya, kita hobi berkebun ya bisa dengan membuka lahan untuk berkebun atau bercocok tanam. Kalau tidak memiliki lahan yang cukup mungkin bisa dengan hidroponik atau memanfaatkan lahan yang ada di rumah.

Kegiatan atau aktivitas kita pada masa pensiun semestinya sudah tidak mengejar profit finansial. Kalau toh ada profit atau keuntungan yang sebagai tambahan saja. Misalnya, hasil dari kebun kita untuk konsumsi pribadi atau kalau lebih bisa dibagi-bagikan ke tetangga atau sanak saudara. Akan tetapi, kalau memang masih membutuhkan tambahan dana, ya bisa saja melakukan penjualan, tidak ada masalah kalau masih punya waktu untuk melakukannya. Kita bisa juga melibatkan anak-anak muda sekitar untuk membantu, siapa tahu akan jadi lapangan kerja bagi mereka.

Hobi-hobi lain seperti menulis, menggambar, bermain musik bisa juga dilakukan. Sebetulnya saat ini terbuka luas untuk mengembangkan berbagai hobi jadi sesuatu yang menghasilkan keuntungan finansial. Menulis di berbagai platform seperti blog seperti ini bisa saja berkembang jadi buku atau konten berbayar yang lumayan untuk tambahan dana pensiun.

Saya pernah berbincang dengan seorang mentor di perusahaan konsultasi pendidikan. Mereka juga membuka konsultasi untuk karyawan jelang pensiun. Mereka melakukan tes psikologi lagi untuk mengarahkan para calon pensiunan ini menjalani masa pensiunnya agar lebih bermanfaat, baik secara batin maupun finansial.

OK, selamat mempersiapkan masa pensiun, baik secara mental maupun finansial.

Cara Mudah Investasi BitCoin

BitCoin.
Sumber gambar: bitcoin.org

Akhir-akhir ini Anda mungkin sering dengar nama bitcoin, tetapi tidak mengerti apakah itu. Apalagi ditambah dengan info nilai tukar bitcoin yang melambung tinggi hingga ratusan juta rupiah. Wow!

Secara gampang bitcoin yang disebut sebagai crypto currency ini adalah mata uang dalam dunia maya yang dapat dipergunakan untuk bertransaksi secara online. Sistem mata uang ini pertama kali diperkenalkan oleh Satoshi Nakamoto. Penemu bitcoin ini sendiri sampai saat ini masih jadi misteri. Apakah seseorang berkebangsaan Jepang menilik dari namanya atau bisa saja berupa sebuah kelompok atau komunitas dengan kemampuan pemrograman kriptografi yang mumpuni.

Meskipun bitcoin ini mata uang yang tidak dikontrol oleh institusi resmi semacam bank sentral, banyak pengamat menganggap justru sistem mata uang ini sangat terjaga karena melibatkan komunitas pengguna yang banyak sekali jumlahnya dalam setiap transaksi yang terjadi, semua tercatat dalam pembukuan atau yang dinamakan blockchain.

Hingga saat ini ada banyak crypto currency sejenis Bitcoin dengan berbagai nama, misalnya Ethereum, Litecoin, Zcoin, NXT, Ripple dan masih banyak lagi yang lain. Layaknya mata uang, dalam perkembangannya muncul perdagangan mata uang yang berdasarkan supply dan demand. Dari sinilah muncul trader dan investor bitcoin yang menangguk keuntungan. Anda dapat menggali informasi lebih lanjut tentang bitcoin ini dengan melakukan googling.

Salah satu penyedia layanan investasi dan perdagangan bitcoin atau mata uang kripto ini adalah Bitcoin Indonesia. Kini Anda dengan mudah dapat registrasi untuk memulai perdagangan atau berinvestasi di sini. Masuk saja ke link di atas dan lakukan pendaftaran yang gratis hanya dengan bermodalkan email dan nomor ponsel yang masih aktif. Dan Anda tidak perlu menunggu punya banyak uang untuk memulai berinvestasi.

Screen Shot 2017-12-28 at 08.44.31

Setelah akun Anda terverifikasi melalui email, Anda dapat masuk ke Beranda dan melakukan deposit dana yang Anda gunakan membeli bitcoin dan mata uang kripto lain. Caranya masuk ke bagian Setor/Tarik Rupiah lalu ikuti saja petunjuk yang muncul. Anda dapat melakukan transfer uang dengan banyak pilihan Bank dan cara. Pilih sesuai rekening dengan nama sama dengan akun Anda. Setelah berhasil melakukan transfer, maka dana Anda akan muncul di bagian SALDO RUPIAH.

Screen Shot 2017-12-28 at 08.45.55
Screen Shot 2017-12-28 at 08.46.28

Anda dapat memulai dulu dengan saldo kecil, misalnya Rp100 ribu, saldo ini sudah cukup untuk membeli mata uang yang Anda inginkan. Setelah memiliki saldo, saatnya Anda membeli bitcoin atau mata uang kripto lain dengan cara masuk ke bagian Spot Market. Sebagai permulaan pilihlah IDR Markets, lalu pilih currency yang ingin Anda beli, misalnya Ethereum. Klik saja di bagian currency tersebut.

Screen Shot 2017-12-28 at 08.46.55

Maka Anda akan dibawa ke form isian pembelian sebagai berikut. Anda dapat membelanjakan saldo yang Anda miliki sebesar 10%, 25%, 50%, 75% atau 100% untuk membeli currency tersebut dengan harga yang sesuai dengan harga saat Anda membeli atau lebihkan beberapa poin agar pembelian Anda segera diproses.

Screen Shot 2017-12-28 at 08.47.31

Jika pembelian Anda berhasil, Anda dapat melihat riwayat pembelian di bagian Etherium ini dan di Spot Markets akan muncul penanda kepemilikan terhadap currency ini. Anda dapat melakukan pembelian ini secara berulang-ulang sesuai saldo yang Anda miliki dan juga untuk currency-currency yang lain yang Anda anggap akan menguntungkan.

Nah, Anda dapat menetapkan posisi Anda dalam perdagangan ini, Anda akan sebagai trader atau investor jangka panjang. Jika Anda trader maka Anda dapat memantau terus kenaikan atau penurunan mata uang yang Anda miliki serta mengambil kesempatan untuk membeli dan menjualnya. Jika Anda bermaksud untuk investasi jangka menengah atau panjang, Anda dapat melakukan pembelian secara rutin atau ketika tersedia dana yang ingin ditabung. Ingat bahwa pergerakan mata uang maya ini sangat dinamis dalam hitungan detik, jadi jangan cepat panik jika terjadi kenaikan dan penurunan signifikan dalam waktu singkat.

Oh ya, agar tingkat keamanan akun Anda lebih tinggi Anda harus memverifikasi akun dengan mengirimkan KTP dan foto diri dengan memegang tulisan: Verifikasi Beli BitCoin di Bitcoin.co.id disertai nama dan tanda tangan.

Selamat berinvestasi. Silakan mendaftar ke Bitcoin Indonesia.

Atur Keuangan Sejak Dini

u-growth

Ah!kamu boros sekali sih. Kerja bertahun-tahun gak berwujud apa-apa. Sering kita mendengar keluhan diri atau omelan orang lain yang intinya kurang lebih seperti itu. Sering ngalami kayak gitu? Pastinya.

Kalau gitu marilah kemari kita belajar berhitung. Atau lebih tepatnya merapikan pemasukan dan pengeluaran kita.

Coba gaji kamu berapa? Ah, pertanyaan yang sensitif ini mah. Baiklah kalau begitu pakai pengandaian aja. Kita misalkan gaji saya Rp4 juta per bulan. Ah kecil amat? Hehehe… Ya deh, yang gajinya gedean nanti tinggal menghitung sisanya yang tentunya lebih besar pula.

Tiga pengeluaran utama yang dapat dihemat:

  1. Tempat Tinggal. Ini tentu saja buat kita yang masih kost alias belum punya rumah sendiri atau tidak tinggal sama orang tua. Kalau masih tinggal sama orang tua, ya nanti hasil akhirnya lebih besar karena tidak mengeluarkan biaya tinggal dan makan di rumah. Untuk tempat kost carilah yang tidak terlalu mahal, yang penting nyaman dan aman. Tidak perlu menyewa apartemen atau kost mewah ber-AC yang umumnya mahal, gak usah mementingkan gengsi karena tempat kost lebih banyak hanya untuk istirahat dan tidur malam hari. Rata-rata berangkat kerja pukul 6-7 pagi dan pulang pukul 8-9 malam sehingga tidak ada gunanya bayar mahal hanya untuk numpang tidur. Ambillah tempat kost seharga Rp500 ribu – 700 ribu. Mungkin agak jauh dari tempat kerja tapi aksesnya dengan kendaraan umum gampang. Kita ambil perkiraan pengeluaran = Rp600 ribu.
  2. Makan dan Jajan. Biaya ini tidak terasa juga akan menguras penghasilan kita. Akan tetapi, selalu bisa kita siasati. Kalau kamu bekerja di wilayah perkantoran Sudirman pasti akan mengeluarkan biaya sekali makan siang minimal Rp30-40 ribu. Cara menyiasatinya sebagai berikut: Sarapan di dekat tempat kost yang relatif murah seperti bubur ayam atau nasi uduk seharga Rp5-7 ribu. Untuk makan siang beli nasi bungkus di warteg dibawa ke kantor. Biar kelihatan lebih enak dipandang makanannya dibawa pakai lunch box saja. Nasi dengan sayur dan lauk di warteg dekat rumah berkisar Rp12-15 ribu, ambil rata-rata Rp13 ribu. Demikian juga untuk makan malam, berhematlah, taruhlah sekitar Rp15 ribu. Sesekali bolehlah makan di restoran yang lebih mahal, tapi gak perlu sering-sering. Dengan rata-rata biaya makan dan jajan per hari Rp40 ribu maka pengeluaran per bulan adalah Rp1.200.000. Biaya ini akan sedikit berkurang jika Anda bekerja di kantor yang memberi jatah catering makan siang.
  3. Transportasi. Terkait dengan transportasi, itulah gunanya cari tempat kost yang strategis dan mudah diakses meskipun agak jauh di pinggiran kota. Pilihlah tempat kost yang mudah dijangkau kendaraan umum seperti dekat dengan stasiun Commuter Line atau halte TransJakarta. Dengan perhitungan ongkos transportasi umum = ongkos CL pp (6 ribu) + TransJakarta (7 ribu) = Rp13 ribu berarti per bulan Rp390 ribu. Pilihan antara tempat tinggal dan transportasi bisa saling terkait. Artinya mungkin agak dekat kantor dengan biaya mahal tapi transport ke kantor tinggal jalan kaki. Hal itu bisa kamu sesuaikan sendiri. Dalam perhitungan kita berarti biaya tempat tinggal + transportasi tidak lebih dari Rp 1 juta. Kalau misalnya dalam perhitungan memungkinkan beli motor, walau seken, ya bisa saja dilakukan.

Dengan demikian, biaya pengeluaran utama per bulan kita adalah 600 ribu + 1,2 juta + 390 ribu = Rp2.190.000. Tentu saja, kita tidak hanya hidup dari tempat kost ke tempat kerja kan? Kita perlu refreshing, beli pakaian dan bersosialisasi. Alokasikan untuk biaya bersosialisasi ini sekitar 10% dari gaji kita atau Rp400 ribu. Gak cukup? Cukup-cukupkanlah. Saya yakin kita pasti bisa mengaturnya. Hiduplah sesuai dengan sikon, kini kita masih dalam tahap kerja keras dan perjuangan, anggap saja begitu. Hidup sederhana itu lebih baik daripada royal tanpa memperhatikan keuangan. Cieee…. Nanti saat kita sudah berkecukupan, bolehlah sesekali memanjakan diri. 🙂

Jadi, total jendral pengeluaran kita per bulan adalah Rp2.190.000 + Rp400.000 = Rp2.590.000 atau kita bulatkan Rp2,6 juta. Masih ada sisa Rp1.300.000. Uang tersebut masih bisa kita gunakan untuk membantu orang tua atau saudara yang mungkin membutuhkan, taruhlah kita sisihkan Rp300 ribu per bulan sehingga masih ada  Rp1 juta.

Uang sisa tersebut masih bisa kita sisihkan untuk biaya pengembangan diri sebagai bekal peningkatan keahlian dan kecakapan. Misalnya untuk beli buku atau mengikuti seminar/workshop. Buku dan seminar-seminar ini akan kita rasakan manfaatnya sebagai bekal pengetahuan yang bernilai investasi. Untuk beli buku, cukup beli di toko buku online karena ini akan lebih hemat biaya transport dan lain-lain. Misalnya, kita anggarkan biaya ini sekitar Rp200 ribu per bulan, maka kita masih punya Rp800 ribu untuk kita tabung atau investasikan dalam bentuk deposito, reksadana dan lain-lain.

Tabungan sebesar Rp800 ribu per bulan ini akan terkumpul minimal Rp9,6-10 juta setahun dan selama 10 tahun berarti sekitar Rp100 juta. Oh ya, bisa saja tiap tahun kita akan mendapatkan bonus dan THR yang nilainya masing-masing taruhlah satu kali gaji per bulan yang berarti berkisar Rp8 juta. Jika bonus ini hanya kita ambil 20% untuk reward diri atau memanjakan diri, perlu lho itu, berarti selama 10 tahun terkumpul Rp64 juta. Ditambah tabungan bulanan tadi, berarti kita memiliki minimal Rp164 juta. Lumayan kan? Kalau saat ini usia kita 20 tahun berarti itu terjadi saat kita berusia Rp30 tahun.

Perkiraan pendapatan tersebut belum memperhitungkan kenaikan gaji, nilai inflasi, dan suku bunga tabungan atau deposito. Yang perlu kita ingat, kita jangan seperti berjalan di treadmill, yang seolah maju tapi hanya berada di tempat. Artinya saat kita mendapat kenaikan gaji, pengeluaran kita juga bertambah besar yang biasanya disebabkan oleh rasa gengsi. Jika kenaikan gaji kita misalnya 20%, kita hanya memberi toleransi kenaikan pengeluaran 5-10% atau bahkan tetap, hanya ngikutin inflasi.

Sebetulnya tidak ada gunanya kan hidup berlebihan, kalau bisa kita hemat dan kita gunakan untuk yang lebih baik dan bermanfaat tentu saja lebih baik. Jika ada bujet yang bisa kita tekan lakukanlah. Tapi, prinsipnya kita berhemat, bukan pelit.

Mungkin uang Rp164 juta yang terkumpul itu kita rasa terlalu kecil. Oleh krena itu, kita perlu memikirkan tentang penghasilan tambahan dengan melakukan pekerjaan di waktu luang. Tentu saja ini jadi ide yang sangat menarik. Kita akan bahas tentang hal ini di tulisan selanjutnya.

Ternyata mudah kan mengatur keuangan? Yang paling penting dari semua itu adalah disiplin dan taat anggaran. Kita perlu membuat catatan pemasukan dan pengeluaran secara rutin. Banyak aplikasi di smartphone yang bisa kita unduh dan gunakan.

OK, selamat mengatur keuangan sejak dini, semoga kita akan dapat mewujudkan keinginan kita.

Sumber gambar: waldenfinancialplanning

Green Warrior: Peduli Lingkungan sambil Berinvestasi

Ah!kamu jangan kuno dong. Kita tahu saat ini kondisi lingkungan hidup kita semakin menurun. Hutan-hutan gundul, ditebangi dijadikan perumahan atau pabrik. Pohon-pohon bertumbangan. Coba lihat di sekitar rumah, kini yang berlomba-lomba bermunculan adalah hutan beton. Dampaknya, kualitas dan kuantitas air sumur kita semakin menurun. Udara yang kita hirup pun penuh polusi. Gak sehat ‘kan?

Lalu apa yang bisa kita lakukan? Mulai menanam pohon sendiri. Di mana lahannya? Halaman kita saja hanya se-uprit cuma cukup untuk parkir mobil atau motor. Iyaya… Jangan sedih, kita masih bisa berusaha menanam tetumbuhan di pot. OK, mungkin itu cukup membantu menyediakan udara segar di sekitar rumah. Itu sudah jadi awal yang baik untuk peduli lingkungan.

Sekitar dua tahun lalu saya pernah ikutan sebuah program yang diselenggarakan oleh WWF, kalau tidak salah namanya mybabytree. Ini adalah program yang bagus bagi kita yang peduli lingkungan. Kita ikut menanam pohon di lahan-lahan yang mulai gundul dan tersebar di seluruh Indonesia. Ini adalah program amal, murni bertujuan membantu menyelamatkan bumi. Pohon saya masih ada di wilayah Jawa Timur. Ada rasa kebanggaan sudah ikut berpartisipasi menyelamatkan bumi walau hanya kecil.

Beberapa waktu lalu saya dikenalkan oleh seorang teman tentang program serupa, yakni menanam kembali lahan kosong dengan pepohonan. Akan tetapi, kali ini program yang disampaikan teman saya ini bernilai investasi. Yakni, selain kita ikut peduli menyelamatkan bumi dengan menanam lahan hutan yang sudah mulai gundul, kita juga akan mendapatkan hasil pada saat pohon tersebut dipanen.

Setelah saya pelajari brosur yang diberikan teman saya tersebut, saya merasa tertarik dan segera mengambil keputusan untuk bergabung. Program yang diselenggarakan oleh PT Global Agro Bisnis dengan I-Gist (Green Investment) ini memberi kesempatan kita untuk menanam pohon Jabon (Jati Kebon) di beberapa wilayah di Jawa Barat dan wilayah lain di Indonesia. Pohon Jabon ini bisa dipanen sampai dua kali dalam sepuluh tahun. Jadi, saat tahun kelima kita akan panen yang pertama dan kemudian lima tahun berikutnya panen kedua.

Kita hanya perlu membeli bibit pohon Jabon ini, PT GAB yang akan mengurus lahan, proses penanaman, pemeliharaan, penjagaan hingga penjualan hasil panen. Kita akan menerima 70% dari harga satu pohon Jabon saat panen pertama, kemudian 50% pada panen kedua. Fair enough, hal itu tentu saja untuk biaya perawatan dan operasional perusahaan.

IMG_3063
Pohon Jabon usia sekitar 2 tahun di Lebak, Banten.

Kepercayaan saya terhadap perusahaan yang telah menjalankan program ini sejak 2005 semakin bertambah karena surat-surat perizinannya lengkap beserta sertifikat usaha agrobisnis yang kita beli. Modalnya pun tidak terlalu besar. Kita bisa memulai dengan menanam dua pohon dengan harga Rp550.000. Selain pendapatan pasif dari investasi jangka panjang ini, kita bisa juga aktif mengembangkan jaringan usaha dan memperoleh komisi dan bonus yang lumayan. Kalau toh kita tidak melakukan aktivitas ini pun kita masih akan mendapatkan hasil panen.

IMG_3064
Pohon Jabon usia sekitar 3 tahun di Lahan Cianjur.

Bayangkan bila kita harus memulai bisnis ini sendiri. Kita harus mencari lahan, mengurus perizinan, menanam dan merawat pohon hingga memasarkan kayu hasil panennya. Tentu saja, akan membutuhkan biaya yang tidak kecil. Belum tentu adanya risiko gagal panen, entah karena hama, kebakaran, dan penjarahan. Kita harus mengantisipasi sendiri semua risiko tersebut.

Nah, di i-Gist ini semua risiko tersebut sudah diantisipasi oleh perusahaan. Mereka memiliki lahan dan pohon cadangan untuk mengganti pohon kita yang gagal panen karena berbagai sebab seperti di atas. Semua ada dalam surat perjanjian. Dan kita tidak perlu repot-repot memasarkan kayu hasil panen kita. PT GAB sudah memiliki hubungan dengan pabrik yang akan membeli kayu kita, bukan melalui tengkulak, tapi langsung ke pabrik sehingga memiliki jaminan harga yang lebih tinggi.

IMG_3065
Green Warriors berkunjung ke lahan.

IMG_3067
Green Warriors di tempat penampungan kayu.

Saat ini kisaran harga 1 pohon Jabon adalah Rp 1 juta. Jadi, pada panen pertama kita akan mendapatkan Rp700.000 per pohon (dengan asumsi harga pohon masih sama, padahal kemungkinan naik akan tinggi). Pada panen kedua, lima tahun berikutnya, kita akan mendapatkan Rp500.000 per pohon dengan asumsi harga pohon masih sama. Jadi, total dengan dua pohon yang kita beli, kita akan mendapatkan 2 x Rp1,2 juta atau Rp2,4 juta. Itu baru hitungan dua pohon pertama. Kita bisa melakukan penambahan pembelian pohon kapan pun ketika kita memiliki uang lebih.

Kita juga bisa mengambil paket lebih besar jika kita memiliki modal lebih tinggi seperti paket 12 pohon, 1/4 hektar hingga 1 hektar yang tentunya dengan hasil yang akan lebih tinggi.

IMG_3066

Menarik kan? Kita akan menjadi Green Warrior yang peduli lingkungan sekaligus mempersiapkan dana untuk keperluan mendatang, seperti untuk biaya pendidikan anak, membeli property atau kebutuhan lain.

Untuk bergabung caranya sangat mudah, klik saja link berikut:

GREEN WARRIOR atau

GREEN INCOME

Daftarkan nama dan email Anda di link tersebut. Mudah kan? Selamat menjadi pejuang lingkungan hidup sekaligus berinvestasi demi masa depan. Insya Allah bermanfaat.

Sumber foto: Pak Jaya