Lima Langkah Mudah Menggunakan Google Forms

Beberapa waktu lalu saat mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang, hingga 100 orang lebih, seorang teman kebingungan membuat daftar atau mengatur data yang masuk dari peserta. Kini hal semacam ini seharusnya sudah tidak jadi masalah lagi karena ada Google Forms yang sangat membantu.

Google Forms sangat bermanfaat untuk mengumpulkan data yang berupa pendaftaran, order produk, atau survei. Semua itu dapat dilakukan dengan cepat, mudah, dan murah.

Cara Membuat Form dengan Google Form:

Pertama. Masuk ke website Google Form. Masuk atau log in dengan gmail yang kita miliki. Pilih Personal – Go to Google Forms.

Kedua. Di Google Forms sudah tersedia beberapa template yang langsung bisa kita pakai seperti Event Registration, RSVP, Contact Information, Party Invite. Tentu saja, kita dapat memodifikasi sesuai kebutuhan kita, termasuk mengganti bahasa dan gambar.

Pilih template yang kira-kira sesuai dengan kebutuhan kita, misalnya Event Registration untuk membuka pendaftaran acara yang akan kita selenggarakan. Lalu kita tetapkan apa saja informasi yang ingin kita kumpulkan dari calon peserta, misalnya nama lengkap, alamat, nomor telepon, tanggal lahir dan seterusnya. Kita bisa menambah atau mengurangi daftar pertanyaan yang ada.

Isian dalam form ini juga bisa kita variasikan, tidak hanya dalam bentuk teks atau angka. Akan tetapi juga bisa berupa multiple choices (pilihan ganda) atau checkbox.

Ketiga. Setelah isian dalam form kita lengkap, kita bisa kirim link dari form ini ke email atau ke WA calon peserta dan media sosial kita. Bisa juga kita pasang di website kita dengan memilih tanda code <>. Form kita akan terlihat profesional. Oh ya, jangan khawatir kita masih dapat merevisi form kita di tengah perjalanan apabila diperlukan.

Keempat. Calon peserta yang sudah mendapatkan link tinggal klik dan mengisi form secara online. Tanggapan atau respons dari form yang kita kirim ke calon peserta tersebut dapat langsung kita lihat di bagian Responses dan hasilnya bisa kita lihat dalam bentuk Sheets yang dapat kita ubah menjadi file excel, misalnya. Data yang kita dapatkan sudah tersusun rapi.

Klik tanda Sheets di bagian responses untuk mendapatkan tabel yang sudah tertata rapi.

Kelima. Survei atau form kita ini bisa hentikan penerimaan respons-nya kapan saja dengan cara menggeser tombol “Accepting responses” yang ada di bagian respons. Dengan begitu, calon peserta sudah tidak bisa mengisi form lagi. Hasil form ini tersimpan di Google Drive seperti yang telah kita pelajari penggunaannya di tulisan ini. Hasilnya bisa kita share atau bagi ke orang lain juga dengan cara yang sama saat berbagi file di Google Drive.

Selamat mencoba.

Berbagi File via Google Drive

Berbagi file kini sangat mudah dengan cloud tehnology. (Sumber: titanfile)

Nanti file foto dan video diunggah ke Google Drive saja. Supaya mudah dan cepat dapat diakses oleh siapa saja,” begitu ujar seorang kolega dalam sebuah kesempatan.

Pesan ini kemudian saya sampaikan ke teman-teman lain dalam sebuah grup WA yang terkait dengan pekerjaan tersebut. Ternyata tidak semua orang familiar dengan Google Drive ini. Google Drive sebagai salah satu Cloud System, fungsinya sangat banyak membantu aktivitas kita, terutama dalam kondisi yang serba online seperti sekarang.

OK, salah satu fungsi Google Drive adalah berbagi file yang dapat diakses oleh banyak orang dari mana saja. Bagaimana caranya? Buat teman-teman yang belum pernah menggunakan, silakan ikuti caranya yang sangat mudah seperti berikut.

Pertama, tentu saja kita masuk ke Google Drive. Kita bisa menggunakan versi web ataupun app. Apabila kita menggunakan laptop untuk akses Drive, kita dapat menggunakan versi web di www.drive.google.com.

Kalau kita menggunakan ponsel, sebaiknya install app dari App store (iPhone) atau Google play (Android). Di semua ponsel berbasis Android sepertinya app Drive sudah disematkan bersama app-app bawaan lain dari Google. Apabila tidak ada, kita bisa mengunduh di Google play.

Silakan klik sesuai ponsel Anda.

Kedua, setelah meng-install app Google Drive atau masuk ke we-nya, kita akan diminta membuat akun. Kalau kita sudah memiliki alamat gmail, maka dengan mudah kita gunakan email tersebut untuk registrasi akun. Kita akan mendapatkan ruang penyimpanan sebesar 15GB gratis.

Ketiga, lalu kita akan memulai berbagi file atau memasukkan file ke dalam folder Google Drive kita. Caranya sangat mudah. Klik tanda tambah (+) yang ada di pojok bawah.

Tap tanda panah untuk menambah file atau folder.

Kalau file tersebut akan dimasukkan folder, buatlah folder dengan memilih terlebih dahulu tanda folder. Lalu beri nama folder tersebut.

Beri nama folder tersebut sesuai yang kita inginkan.

Kemudian masuk ke dalam folder tersebut dan upload file yang ingin kita masukkan dengan memilih tanda upload.

Pilih tanda upload

Keempat, setelah selesai proses upload, apabila kita ingin membagikan file tersebut ke teman, tinggal pilih tombol share atau copy link lalu kita bagikan ke WA atau aplikasi kirim pesan lain. Bisa juga kita letakkan di email kita.

Pilih share atau copy link

Kita juga bisa mengatur sifat berbagi tersebut ke teman dengan memilih viewer, commenter atau editor. Kalau kita memilih viewer maka teman hanya bisa melihat tanpa bisa mengedit. Kalau kita memilih commenter, maka teman hanya bisa melakukan komentar terhadap file tersebut. Kalau kita pilih editor maka teman tersebut memiliki kemampuan untuk mengunduh dan mengedit.

File yang dapat kita bagi ke Google Drive hampir semua jenis file, dari foto, video, file kantoran seperti word, excel dan pdf. Kita juga dapat mengakses file-file tersebut kapan dan di mana saja untuk mengeditnya, atau sekadar melihat kembali.

OK, selamat mencoba.

Cara Install Pokemon Go di Android dan iPhone

pokemon-go-compilation_2058.0.0
Pokemon Go yang sedang hits. (Sumber: polygon)

Ah!kamu ke mana aja kalau gak tahu serunya game Pokemon Go. Dalam beberapa hari terakhir perbincangan tentang game Pokemon Go semakin gencar. Pokemon dikenal pertama kali pada era 90-an melalui permainan di Gameboy dan trading cards (permainan kartu) serta film seri. Kini game yang berupa permainan menangkap para monster itu hadir lagi di smartphone berbasis iOS (iPhone) dan Android.

Pokemon Go ini semakin seru karena menggunakan location-based augmented reality yang artinya memasukkan waktu dan lokasi si pemain. Lokasi permainan ini benar-benar ada di sekitar pemain dan sesuai waktu atau kondisi saat itu sehingga menimbulkan kesan seola-olah para monster itu berada di sekitar kita.

Pokemon Go yang dikembangkan oleh Niantic dirilis pada 6 Juli 2016 terbatas hanya untuk wilayah Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru. Lalu bagaimana kita yang di Indonesia atau wilayah lain dapat memainkannya? Semua ada trik-nya untuk bisa memainkan game ini sebelum secara resmi diluncurkan untuk wilayah kita. Ikuti cara-cara berikut ini.

Cara Install Pokemon Go di Ponsel Android

Pertama-tama kita harus memasang setting ponsel kita untuk bisa mengunduh aplikasi di luar Play Store. Caranya, masuk ke Setting – Security dan pasang posisi ON di bagian yang memperbolehkan  mengunduh aplikasi di luar Play Store.

unkownsources-650-80

Setelah itu, kita unduh Pokemon Go Apk file di sini. Tap saja tombol “Download APK” dan pilih “OK” ketika ada peringatan akan mengunduh Pokemon Go di ponsel kita. Setelah file terunduh, geser ke bawah bagian atas ponsel dan tap file tersebut lalu pilih “Install”. Lalu buka aplikasi Pokemon Go yang kini ada di layar ponsel kita. Dengan mendaftar akun menggunakan email atau akun Google kita siap melakukan perburuan monster.

Cara Install Pokemon Go di iPhone

Untuk menginstall Pokemon Go di iPhone caranya agak sedikit berbeda. Pertama-tama kita harus mengubah lokasi melalui Setting dan General. Pilihlah lokasi Amerika Serikat (US), tempat Pokemon Go resmi telah dirilis. Setelah itu, sign out dari Apple ID yang sekarang kita miliki (biasanya untuk lokasi Indonesia). Caranya masuk ke Setting – iTunes & App Store, lalu tap Apple ID dan sign out.

pokegoitunes-650-80

Setelah urusan setting selesai, masuklah ke App Store yang kini telah berubah menjadi App Store versi US. Search Pokemon Go atau cari di bagian free game. Jika App Store kita belum berubah, coba restart iPhone dengan mematikan dan menyalakan kembali.

Setelah menemukan Pokemon Go di App store unduhlah, kita akan diminta memasukkan Apple ID. Pilihlah membuat Apple ID baru, buatlah Apple ID baru dengan memasukkan email baru, bukan email yang kita pakai untuk Apple ID Indonesia. Ikuti saja mengisi nama dan alamat serta hal lain selayaknya membuat Apple ID baru. Tapi, jangan lupa membuat alamat di US. Hal ini bisa kita lakukan dengan googling alamat di AS yang lengkap, termasuk nomor telepon. Atau kalau kita punya teman dan saudara di AS minta saja alamat dan nomor teleponnya. ūüôā Pilih juga Apple ID kita yang tidak terkait dengan kartu kredit, yakni dengan memilih “None” pada saat di bagian pembayaran.

Setelah pembuatan Apple ID US ini selesai, biasanya diakhiri dengan verifikasi email, masuk lagi ke App Store dan unduh Pokemon Go. Setelah selesai mengunduh dan ada ikon Pokemon Go di layar iPhone, buka dan buatlah akun dengan menggunakan email atau akun Google. OK, kita siap bermain. Selamat mencoba.

Sumber: techradar

Hai Pengusaha Taksi, Beradaptasi dan Berinovasilah

apps-mobile-smartphone-ss-1920-800x450
Bisnis berbasis aplikasi sudah jadi keniscayaan. Sumber: searchengineland

Ah!kamu norak banget. Kejadian demonstrasi anarkistis sopir taksi hari ini di Jakarta sungguh memprihatinkan dan menunjukkan betapa cupet-nya pikiran orang-orang di balik demo tersebut. Perkembangan teknologi saat ini sungguh berlari kencang merambah ke banyak sektor, termasuk transportasi.

Sebetulnya sebelum terjadi kasus katakanlah sebagai taksi online vs konvensional ini, industri musik, buku dan advertising telah mengalami terlebih dahulu. Sebagai contoh, penjualan musik digital secara online melalui iTunes milik Apple telah melibas toko musik konvensional yang menjual kaset dan CD. Lalu hadirnya ebook yang juga dijual secara online, juga hadirnya toko online semacam Amazon telah merebut pangsa pasar toko buku konvensional.

Di sektor advertising atau periklanan, para agency juga menghadapi konsep iklan pay per click atau pay per view yang berbiaya jauh lebih murah. Pengiklan hanya akan membayar jika iklannya ditonton atau di-klik tautannya oleh pengguna internet. Berbeda dengan masa sebelumnya para agensi iklan menangguk keuntungan besar dengan pemasangan iklan di majalah, koran dan televisi, tidak peduli iklan itu terbaca, ditonton atau tidak.

Lalu apa yang dilakukan penggiat industri musik, buku dan periklanan? Apakah mereka melakukan demo? Turun ke jalan menuntut penutupan iTunes store, Amazon, atau Google dan Facebook yang berperan sebagai agen iklan konsep baru ini? Tidak tuh. Mungkin pada awalnya sebagian dari mereka mengeluhkan bentuk-bentuk dan model baru produk dan sistem penjualannya, tetapi langkah-langkah yang mereka ambil sungguh menjadi teladan yang baik bagi pengusaha taksi di negeri ini.

Penerbit musik dan buku beradaptasi dengan juga membuat musik digital dan ebook sebagai salah satu bentuk baru dari produk mereka. Toko buku dan toko musik juga mulai membuka toko online dan juga membuat aplikasi untuk smartphone agar menjangkau dan memenuhi kebutuhan konsumen baru mereka.

Agensi iklan juga mencari dan mengikuti bentuk iklan baru agar masih bisa survive di bisnis mereka. Regulasi terhadap produk dan cara penjualan baru ini di negara kita juga belum sepenuhnya memenuhi dan memuaskan keinginan pelaku bisnis di sektor musik, buku dan periklanan. Memang menjadi PR dan tantangan pemerintah dan pembuat regulasi untuk mengejar lari superkencang teknologi informasi agar bisa membuat peraturan yang benar-benar menjadi tata kelola yang baik bagi bisnis berbasis internet ini, tanpa merugikan cara-cara lama.

Perubahan adalah keniscayaan. Jargon ini sudah sering kita baca dan dengar dan kini saatnya untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan. Tuntutan stop atau tutup industri kreatif berbasis internet seperti Uber, Grab, GoJek hanya membuat kita terlihat naif dan cupet tadi. Cupet di sini bisa diartikan sebagai orang yang sudah putus asa dan tidak mau berinovasi serta mentok pada cara-cara lama. Dengan menutup aplikasi yang dirasakan manfaatnya bagi sebagian besar konsumen ini justru akan menyulitkan pembuat regulasi menyusun peraturan yang benar-benar akan memenuhi kebutuhan. Biarlah syarat minimal dari undang-undang atau regulasi yang ada dipenuhi oleh bentuk industri baru ini lalu sambil berjalan dilakukan evaluasi dan perbaikan.

Sekali lagi, tuntutan penutupan aplikasi berbasis internet ini menunjukkan sikap manja dan kekanak-kanakan pelaku bisnis taksi. Sambutlah dunia baru ini dengan menyerap, beradaptasi, dan berinovasi.

Eric Schmidt Ketahuan Pakai iPhone

Eric-Schmidt-iPhone
Eric Schmidt Ketahuan Pakai iPhone.

Ah!kamu jangan gitu dong. Sudah sering kejadian selebriti atau pesohor yang dikontrak jadi “buzzer” produk Android atau platform lain, tetapi nge-twit atau update status di media sosial malah dari iPhone. Sebut saja yang fenomenal adalah Ellen DeGeneres waktu jadi host Oscar dan dikontrak Samsung untuk pakai seri Galaxy terbaru di panggung, tetapi ketika di backstage dia malah pakai iPhone untuk foto-foto selfie dan diunggah ke akun medsosnya.

Alicia Keys yang sempat diangkat jadi Direktur Kreatif oleh BlackBerry ketahuan sehari-hari pakai iPhone untuk update status, bahkan ketika melakukan twit yang isinya memuji keunggulan BlackBerry itu sendiri. Masih banyak lagi deretan pesohor yang melakukan hal yang sama. Mereka mengambil keuntungan dibayar produk tertentu, katakanlah Samsung yang memang rajin meminta endorse selebriti, tetapi sang selebriti tetap menggunakan gadget kesayangan mereka, yakni iPhone.

Baru-baru ini seperti diberitakan oleh OSEN, chairman Google yang notabene pembuat platform Android tertangkap kamera menggunakan iPhone 6 atau 6s saat sedang memotret. Petinggi Google ini tertangkap kamera jelas-jelas sedang menggunakan iPhone saat berada di Korea Selatan menghadiri sebuah event yang diadakan Google. Tidak hanya itu, di kesempatan lain ia juga terlihat mengirim pesan menggunakan iPhone, bukannya memakai ponsel berbasis Android.

Kalau selebriti lain mungkin bisa dimaklumi, tetapi ini adalah petinggi di perusahaan yang jadi pesaing Apple. Oh ya, perlu diketahui Eric Schmidt pernah duduk di dewan direksi Apple sebelum menjabat CEO di Google, sehingga ia pasti sudah kenal dengan kualitas produk Apple. Selain Eric, Vice President Windows Phone-nya Microsoft Joe Belfiore beberapa waktu sebelumnya juga ketahuan selalu melakukan twit menggunakan iPhone. Meskipun saat dikonfirmasi ia beralasan  ingin merasakan apa yang ditawarkan pesaing, tetapi ia telah melakukan hal itu untuk jangka yang panjang.

Ah!kamu… apa artinya itu? Silakan simpulkan sendiri. ūüėÄ