Cara Mudah Investasi BitCoin

BitCoin.
Sumber gambar: bitcoin.org

Akhir-akhir ini Anda mungkin sering dengar nama bitcoin, tetapi tidak mengerti apakah itu. Apalagi ditambah dengan info nilai tukar bitcoin yang melambung tinggi hingga ratusan juta rupiah. Wow!

Secara gampang bitcoin yang disebut sebagai crypto currency ini adalah mata uang dalam dunia maya yang dapat dipergunakan untuk bertransaksi secara online. Sistem mata uang ini pertama kali diperkenalkan oleh Satoshi Nakamoto. Penemu bitcoin ini sendiri sampai saat ini masih jadi misteri. Apakah seseorang berkebangsaan Jepang menilik dari namanya atau bisa saja berupa sebuah kelompok atau komunitas dengan kemampuan pemrograman kriptografi yang mumpuni.

Meskipun bitcoin ini mata uang yang tidak dikontrol oleh institusi resmi semacam bank sentral, banyak pengamat menganggap justru sistem mata uang ini sangat terjaga karena melibatkan komunitas pengguna yang banyak sekali jumlahnya dalam setiap transaksi yang terjadi, semua tercatat dalam pembukuan atau yang dinamakan blockchain.

Hingga saat ini ada banyak crypto currency sejenis Bitcoin dengan berbagai nama, misalnya Ethereum, Litecoin, Zcoin, NXT, Ripple dan masih banyak lagi yang lain. Layaknya mata uang, dalam perkembangannya muncul perdagangan mata uang yang berdasarkan supply dan demand. Dari sinilah muncul trader dan investor bitcoin yang menangguk keuntungan. Anda dapat menggali informasi lebih lanjut tentang bitcoin ini dengan melakukan googling.

Salah satu penyedia layanan investasi dan perdagangan bitcoin atau mata uang kripto ini adalah Bitcoin Indonesia. Kini Anda dengan mudah dapat registrasi untuk memulai perdagangan atau berinvestasi di sini. Masuk saja ke link di atas dan lakukan pendaftaran yang gratis hanya dengan bermodalkan email dan nomor ponsel yang masih aktif. Dan Anda tidak perlu menunggu punya banyak uang untuk memulai berinvestasi.

Screen Shot 2017-12-28 at 08.44.31

Setelah akun Anda terverifikasi melalui email, Anda dapat masuk ke Beranda dan melakukan deposit dana yang Anda gunakan membeli bitcoin dan mata uang kripto lain. Caranya masuk ke bagian Setor/Tarik Rupiah lalu ikuti saja petunjuk yang muncul. Anda dapat melakukan transfer uang dengan banyak pilihan Bank dan cara. Pilih sesuai rekening dengan nama sama dengan akun Anda. Setelah berhasil melakukan transfer, maka dana Anda akan muncul di bagian SALDO RUPIAH.

Screen Shot 2017-12-28 at 08.45.55
Screen Shot 2017-12-28 at 08.46.28

Anda dapat memulai dulu dengan saldo kecil, misalnya Rp100 ribu, saldo ini sudah cukup untuk membeli mata uang yang Anda inginkan. Setelah memiliki saldo, saatnya Anda membeli bitcoin atau mata uang kripto lain dengan cara masuk ke bagian Spot Market. Sebagai permulaan pilihlah IDR Markets, lalu pilih currency yang ingin Anda beli, misalnya Ethereum. Klik saja di bagian currency tersebut.

Screen Shot 2017-12-28 at 08.46.55

Maka Anda akan dibawa ke form isian pembelian sebagai berikut. Anda dapat membelanjakan saldo yang Anda miliki sebesar 10%, 25%, 50%, 75% atau 100% untuk membeli currency tersebut dengan harga yang sesuai dengan harga saat Anda membeli atau lebihkan beberapa poin agar pembelian Anda segera diproses.

Screen Shot 2017-12-28 at 08.47.31

Jika pembelian Anda berhasil, Anda dapat melihat riwayat pembelian di bagian Etherium ini dan di Spot Markets akan muncul penanda kepemilikan terhadap currency ini. Anda dapat melakukan pembelian ini secara berulang-ulang sesuai saldo yang Anda miliki dan juga untuk currency-currency yang lain yang Anda anggap akan menguntungkan.

Nah, Anda dapat menetapkan posisi Anda dalam perdagangan ini, Anda akan sebagai trader atau investor jangka panjang. Jika Anda trader maka Anda dapat memantau terus kenaikan atau penurunan mata uang yang Anda miliki serta mengambil kesempatan untuk membeli dan menjualnya. Jika Anda bermaksud untuk investasi jangka menengah atau panjang, Anda dapat melakukan pembelian secara rutin atau ketika tersedia dana yang ingin ditabung. Ingat bahwa pergerakan mata uang maya ini sangat dinamis dalam hitungan detik, jadi jangan cepat panik jika terjadi kenaikan dan penurunan signifikan dalam waktu singkat.

Oh ya, agar tingkat keamanan akun Anda lebih tinggi Anda harus memverifikasi akun dengan mengirimkan KTP dan foto diri dengan memegang tulisan: Verifikasi Beli BitCoin di Bitcoin.co.id disertai nama dan tanda tangan.

Selamat berinvestasi. Silakan mendaftar ke Bitcoin Indonesia.

Kurangi Beban Biaya Tidak Perlu

uang-receh-makin-langka
Receh demi receh bisa jadi miliaran. Sumber: merdeka.com

Ah!kamu jangan boros deh. Kali ini mari kita ngomongin itung-itungan penghematan. Penghematan ya, bukan pengiritan, apalagi pengeretan. Hehehehe… Kalau pakai istilah penghematan terdengar unsur positifnya, sedangkan kata pengiritan sepertinya ada unsur menyedihkan di sana. #persepsi

Langsung pada pokok masalahnya. Begini, ketika kita menarik uang dari ATM seringkali kita menarik di ATM milik bank yang bukan bank tempat kita menabung. Bisa jadi terpaksa karena tidak ada ATM lain di sekitar atau kadang kita malas mencari-cari. Nah, setiap kita menarik uang di ATM lain seperti itu biasanya kita kena biaya sekitar Rp5.000,00 hingga Rp7.500,00.

Mungkin kita tidak merasa rugi dengan jumlah uang segitu, mengingat biaya lain yang harus kita bayar kalau kita cari ATM bank kita seperti biaya transport, parkir dan lainnya. OK-lah kalau menganggap segitu tidak besar, tetapi kalau kita sering melakukannya, coba hitung sendiri berapa biaya yang telah kita keluarkan.

Misalnya, dalam seminggu kita melakukan 2x penarikan seperti itu, berarti biaya yang telah kita keluarkan adalah Rp15.000,00. Kalau sebulan berarti Rp60.000,00 dan setahun berarti 12 x Rp60.000,00 = Rp720.000,00. Wah, lumayan juga kan. Padahal mungkin pendapatan bunga yang kita peroleh dari tabungan tidak sebesar itu, yang berarti tekor dong!

Selain penarikan uang di ATM yang bukan milik bank tabungan kita, transfer ke rekening bank lain yang berbeda juga menimbulkan biaya transfer yang kurang lebih sama. Jika hal itu sering kita lakukan, semakin besar pula biaya yang kita keluarkan.

Kita sering melakukan pentransferan seperti ini, misalnya saat belanja online. Seringkali rekening bank penjual tidak sama dengan rekening kita. Coba setiap kali berbelanja tanyakan rekening lain yang sama dengan rekening kita.

Nah, untuk mencegah pengeluaran yang bisa kita hemat tersebut sebaiknya kita melakukan hal berikut:

  1. Hindari atau kurangi menarik uang di ATM yang bukan milik bank tempat kita menabung, kecuali kondisi darurat dan sangat terpaksa.
  2. Untuk kebutuhan sehari-hari sebaiknya ambil uang dalam periode yang agak panjang, misalnya untuk kebutuhan seminggu sehingga tidak terlalu sering ambil uang di ATM.
  3. Usahakan melakukan transfer ke rekening bank yang sama dengan bank milik kita saat melakukan belanja online atau kebutuhan lain.
  4. Saat menentukan bank untuk tabungan yang akan kita pakai untuk menampung dana kebutuhan sehari-hari sebaiknya pilihlah bank yang memiliki jaringan ATM banyak dan tersebar di banyak tempat.

Dengan melakukan penghematan seperti ini mungkin dalam setahun kita bisa mencegah pengeluaran sia-sia hingga 1-2 juta rupiah. Lumayan kan?