Dahsyatnya Beriklan di Facebook

Beberapa waktu lalu saya mengikuti pelatihan pemasangan iklan di Facebook dan ini jadi pengalaman sangat berharga dan daging semua ilmunya. Sebetulnya saya sudah pernah beberapa kali beriklan di Facebook, sejak empat atau lima tahun lalu. Saat itu saya beriklan karena diminta kantor untuk mempromosikan sebuah event, lumayan banyak sih tanggapan dari iklan tersebut. Kemudian saya juga pernah beriklan untuk beberapa komunitas yang saya tangani. Ini pun tujuannya hanya untuk meningkatkan kewaspadaan publik terhadap komunitas kami.

Photo by Austin Distel on Unsplash

Tiga bulan yang lalu saya bergabung dengan Akademi Bisnis Digital atau sering disingkat ABDi, sebuah perusahaan atau katakanlah start-up yang bertujuan memberukan pendidikan bisnis atau marketing online dengan biaya murah tetapi sangat terpadu dan berkesinambungan. Saya sebut murah karena memang kenyataannya seperti itu, hanya dengan Rp100.000,00 kita mendapatkan akses atau fasilitas pembelajaran yang melimpah baik berupa video, webinar, tutorial, sampai perangkat atau tools berupa video, foto, dan copywriting yang dapat kita gunakan untuk praktik.

Dengan biaya registrasi senilai katakanlah tiga kali makan di warteg itu kita dapat bimbingan selamanya hingga kita mampu menjalankan bisnis online. Nah, salah satu materi bimbingan tersebut adalah beriklan di Facebook. Secara garis besar, ada dua macam iklan di Facebook. yang pertama adalah memanfaat free traffic atau lalu lintas gratis di Facebook yang selama ini memang ramai hiruk pikuk. Cara ini memang tidak terukur dengan baik tetapi lumayan menghasilkan kerumunan orang melihat postingan kita, baik di Feed maupun di Story.

Yang kedua adalah iklan berbayar. Nah, untuk jenis iklan berbayar ini kita dapat mengatur sesuai keinginan kita. Saya tidak ingin merinci secara detail cara beriklan berbayar di Facebook ini di sini. Saya hanya akan memberi gambaran secara umum. Untuk beriklan di Facebook ini kita dapat menentukan kampanye (campaign) apa yang kita lakukan dan tujuan dari beriklan. Tujuannya bisa mendatangkan traffic di website, like di fanpage, klik di video atau mengumpulkan data calon konsumen.

Setelah menetapkan kampanye dan tujuannya, kita dapat mengatur audiens yang akan kita sasar atau target. Di sini kita dapat menentukan lokasi, usia, jenis kelamin, minat dan ketertarikan. Setelah itu, kita dapat menentukan anggaran iklan kita, mulai dari Rp20.000,00 per hari. Biaya iklan ini juga dapat dikatakan sangat murah dibandingkan beriklan secara konvensional zaman dulu di radio, surat kabar atau televisi. Enaknya lagi, kita dapat langsung melihat hasil dari iklan kita. Apabila kita merasa kurang tepat sasaran, kita juga dapat mengedit iklan kita untuk mencari sasaran yang lebih tepat lagi. Iklan dapat berupa foto (poster) ataupun video dan bayarannya sama saja.

Efek dari iklan di Facebook ini sungguh dahsyat. Kebetulan kemarin diajarkan oleh ABDi membuat iklan dengan target mengumpulkan data calon konsumen dengan teknik split test. Akhirnya saya menemukan harga termurah dari biaya per leads (per prospek) dan mendapatkan data tidak kurang dari 150 prospek dalam waktu 5 hari yang siap di-follow up. Luar biasa.

Kalian yang memiliki produk atau memiliki toko online layak untuk mencoba beriklan di Facebook dan juga Instagram. Oleh karena FB dan IG ini satu group maka kita akan bisa menentukan iklan akan muncul di salah satu medsos ini atau di keduanya. Sebetulnya tidak hanya untuk toko atau jualan produk secara online, untuk mendatangkan pengunjung di website kita atau di video kita, iklan di Facebook ini juga sangat layak dipertimbangkan.

Memang benar, dunia maya atau daring ini semakin mempermudah dan mempermurah kita melakukan promosi dan pemasaran secara umum.

Untuk informasi tentang pelatihan beriklan di Facebook bersama Akademi Bisnis Digital (ABDi) dan belajar Marketing Online secara keseluruhan, silakan hubungi WA Essenzo Digital: 0838-7054-1235

Essential Oil Itu Penting

Sebelumnya saya tidak terlalu menganggap perlu kehadiran essential oil (EO) atau minyak atsiri untuk kebutuhan kesehatan sehari-hari. Saya masih ingat beberapa tahun silam saat salah satu merek essential oil yang sedang booming masuk ke Indonesia. Ada keinginan juga mencobanya, tetapi kendala harga yang mahal akhirnya saya mengurungkan niat.

Akhirnya untuk mengobati kekecewaan saya mencoba beli EO di lokapasar daring seharga sekitar Rp50.000-Rp75.000. Beberapa varian saya coba, peppermint, lemongrass, patchoulli, hingga sandalwood, tetapi saya tidak menemukan hasil yang berpengaruh signifikan terhadap beberapa gejala ringan penyakit sehari-hari. Saat saya pasang di diffuser (alat untuk menguapkan aroma EO) pun tidak terlalu memunculkan aroma seperti yang saya harapkan.

Saat itu saya berkesimpulan EO hanya trend sesaat yang berlaku pada orang-orang. Tetapi, saat itu saya juga memahami mungkin EO yang saya beli kadar kandungannya sangat rendah atau proses pembuatannya juga asal-asalan. Maklum harganya juga termasuk murah.

Keinginan untuk menggunakan EO sebagai pertolongan pertama untuk mencegah penyakit atau meredakan gangguan kesehatan sehari-hari saya hentikan. Hingga akhirnya saya menemukan EO dari Essenzo melalui perkenalan produk saat mengikuti pelatihan bisnis digital atau online. Essenzo adalah produk yang dapat kita pasarkan setelah mengikuti pembelajaran bisnis dengan model kekinian tersebut.

Saya beli beberapa EO dan produk kesehatan lain dari Essenzo, termasuk madu. Nanti saya akan cerita tentang beberapa varian madu produk Essenzo. Harga EO Essenzo ini jauh lebih murah dibandingkan EO keluaran merek yang sudah ternama sebelumnya. Apalagi saat itu ada promo: Buy 1 Get 2. Ada beberapa varian EO keluaran Essenzo yang pertama kali saya coba beli, di antaranya peppermint, tea tree, dan citronella. Saat mencium pertama kali, saya sudah bisa merasakan perbedaan dengan EO yang pernah saya beli sebelumnya.

Saat saya mengalami masalah seperti hidung mampet, gejala flu, dan perut kembung saya hirup EO peppermint. Alhamdulillah, secara perlahan gejala tersebut mereda hingga akhirnya hilang. Mulailah saat itu hampir tiap hari saat beryoga atau menjelang tidur saya menyalakan diffuser dengan berbagai aroma sesuai kebutuhan. Latihan yoga saya pun jadi lebih terasa mengena dan tidur pun pulas.

Saya semakin penasaran mengapa minyak dalam botol-botol kecil itu mampu meredakan berbagai gejala penyakit sehari-hari yang saya hadapi. Sebagai orang yang hidup pada era Internet, Google tentu saja jadi andalan guna menemukan jawaban atas rasa ingin tahu. Sebetulnya secara sambil lalu dulu saya juga sudah pernah dengar cerita atau penjelasan tentang manfaat EO ini. Akan tetapi, setelah mengalami sendiri secara nyata, saya mulai mencari penjelasan yang lebih rinci.

Setelah membaca beberapa referensi, di antara link yang ada di bagian akhir tulisan ini, saya mulai percaya penggunaan EO untuk mengurangi atau bahkan menyembuhkan beberapa keluhan gejala penyakit baik yang ringan hingga agak berat. Aromaterapi telah digunakan berabad-abad oleh nenek moyang kita untuk penyembuhan penyakit. Secara ilmiah pun dapat dijelaskan dan telah diteliti bahwa aromaterapi dapat memberikan dampak baik terhadap kesehatan tubuh kita, bahkan menjaga imunitas terhadap beberapa penyakit.

Apabila Anda tertarik untuk mencoba EO keluaran Essenzo, silakan klik link berikut atau hubungi WA berikut.

INFO tentang Essenzo

Terima kasih. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Referensi:

Johns Hopkins Medicine

Bisnis Online Itu Gampang (dan Murah)

Saat ini memulai bisnis atau usaha bisa dikatakan jauh lebih mudah dan murah. Modalnya tinggal niat dan tekad. Mau buka toko, tidak perlu lagi butuh biaya besar, jutaan rupiah misalnya karena dengan mendaftar di lokapasar atau marketplace dalam hitungan menit, toko kita sudah siap menjual produk kita.

Tidak punya produk yang akan dijual? Ini juga jadi persoalan yang tidak sulit lagi. Jadi reseller atau dropshipper bisa mengatasi kendala tersebut. Kita tinggal memilih produk apa yang akan kita jual di toko kita.

Tidak paham bisnis online zaman sekarang atau bingung cara memulainya. Masalah ini pun dengan mudah dapat kita atasi. Ikutlah kursus online atau ikuti panduan yang ada banyak di YouTube atau Instagram atau medsos lain.

Betul kan sebetulnya tinggal niat dan tekad saja. Kalau kita memang benar-benar berniat ingin memulai usaha atau bisnis (secara online) kita bisa langsung mengambil aksi. Salah satu pilihan mudah dan murah untuk memulai aksi adalah bergabung dengan Akademi Bisnis Digital (ABDi). Di ABDi kita akan dibimbing step by step untuk memulai bisnis online. Tidak perlu khawatir terhadap tingkat kegaptekan kita. Ada banyak video tutorial yang bisa kita ikuti.

Tidak atau belum punya produk? Jangan sedih, ABDi telah menggandeng Essenzo yang siap menyediakan produknya untuk kita jual atau pasarkan, tanpa biaya. Kita hanya memasarkan menggunakan ilmu bisnis digital yang kita pelajari, kita dapat komisi dan berbagai keuntungan lain. Essenzo akan mengurus pengiriman barang, kita tidak perlu repot. Kurang apa coba enaknya?

Penghasilan minimal Rp3 juta per bulan pun mudah kita dapatkan hanya dengan modal pendaftaran sebesar Rp100.000 untuk belajar di ABDi selama hidup, tidak bakal kadaluwarsa kapan pun kita bisa mengakses video, tutorial, ikutan webinar rutin, setiap minggu ada beberapa kali secara online. Konsultasi dan tool (perangkat untuk jualan) pun sudah disediakan.

Yuk yang memang serius ingin berbisnis dan mendapatkan penghasilan jutaan rupiah per bulan hanya dengan modal uang jajan makan siang tiga hari bisa daftar di link berikut.

DAFTAR

Atau Anda dapat berkonsultasi ke WA berikut:

Info tentang Bisnis Online

Berkah Covid-19 Melalui Masker Batik

Saya ingin bercerita sedikit di balik Masker Batik yang saat ini sedang buka order di sini. Semua berawal dari pandemi Covid-19 yang di negeri kita mulai merebak awal Maret tahun ini. Pandemi atau wabah ini bisa dikatakan musibah, kita semua tidak ingin mengalami, tetapi di balik musibah selalu ada hikmah dan berkah.

Sejak akhir Maret atau awal April, kehidupan dan cara menjalani hari-hari kita seakan berubah. Kita tidak bisa bebas keluar rumah, selalu dibayangi rasa waspada tertular virus Covid-19. Pergi ke luar rumah kalau tidak penting amat tidak akan dilakukan. Kalau terpaksa harus keluar rumah kita harus menjalani serangkaian protokol seperti mengenakan masker, membawa cairan desinfektan, dan menjaga jarak dengan orang lain minimal dua meter.

Beberapa teman yang bekerja di sektor publik atau menjadi relawan penanggulangan Covid-19 tentu saja tidak seperti kebanyakan orang. Mereka mau tidak mau harus pergi ke tempat kerja atau base camp mereka. Mereka harus berhadapan langsung dengan banyak orang, termasuk orang yang sudah tertular Covid-19. Kita tidak pernah tahu karena ada beberapa yang positif Covid-19 tetapi tidak menampakkan gejala. Oleh karena itu, mereka membutuhkan masker sebagai salah satu alat protokol agar tidak tertular. Saat itu masker jadi barang yang sulit didapatkan, kalau pun ada harganya relatif mahal.

Seorang teman yang berprofesi sebagai dokter meminta bantuan untuk menyediakan masker yang dapat dipakai oleh orang-orang yang harus bekerja menghadapi publik seperti ini. Katanya, masker kain sudah cukup, tidak perlu masker medis seperti yang digunakan dokter atau paramedis di rumah sakit. Saat itu sebagai awal ia minta disediakan sekitar 300 lembar masker. Bahan berupa kain perca diberikan dan kebetulan di rumah juga tersimpan kain perca sisa pekerjaan kerajinan tangan sebelumnya. Istri yang memang hobi menjahit menyanggupi permintaan tolong tersebut dengan pengerjaan bertahap untuk selanjutnya dikirim ke beberapa tempat. Dengan niat menolong kami bahu-membahu (saya melakukan apa yang bisa saya lakukan seperti menggunting pinggiran masker dan tali) selama beberapa hari kami mengerjakan pesanan tersebut hingga selesai.

Setelah misi amal tersebut selesai, ternyata beberapa teman yang mengetahui pembuatan masker tersebut “nitip” dibuatkan beberapa masker juga dengan jumlah dari sepuluh hingga dua puluh lembar untuk keluarga atau lingkungan mereka. Kami hanya meminta ongkos kirim karena memang pada awalnya kami berniat membantu. Akan tetapi, beberapa teman yang nitip tersebut malah menyarankan untuk ditarik biaya. Akhirnya kami hanya meminta biaya secara sukarela saja. Lalu istri saya mulai memiliki gagasan untuk memanfaatkan kain perca batik yang ada di rumah untuk kebutuhan masker kami sendiri. Sebelumnya masker-masker yang kami buat hanya menggunakan kain katun biasa, bukan batik.

Masker-masker batik yang terlihat unik dan cantik tersebut kami pajang di instagram. Dari situlah mulai bermunculan tanggapan teman di media sosial yang menyatakan ingin membeli masker-masker tersebut. Setelah memperhitungkan beberapa hal, termasuk persediaan bahan dan kesanggupan mengerjakannya, beberapa PO (pre-order) kami terima. Terus terang kami kewalahan menerima tanggapan yang tidak pernah terduga dari teman-teman tersebut. Pada awal PO saja sekitar 100 lembar masker sudah dipesan.

Penyelesaian order pertama tersebut membutuhkan waktu hingga dua minggu yang sebelumnya kami jadwalkan seminggu. Selesai PO batch pertama, kami buka PO batch kedua dan langsung disambar sekitar 100-an lembar orderan lagi hingga kami harus menutup PO. Oleh karena sang penjahit mengerjakannya dengan “hati” sehingga tidak bisa diburu-buru. Ia selalu memperhatikan kalau-kalau ada jahitan yang kurang rapi, mempertimbangkan motif yang sesuai, potongan motif dan seterusnya sehingga membutuhkan waktu lebih lama.

Batch ketiga dan seterusnya terpaksa dihentikan dibuka secara umum karena pemesan sebelumnya banyak yang repeat order. Mau tidak mau kami menerima permintaan mereka. Akhirnya dengan kemampuan penyelesaian masker yang hanya 60-70 lembar per minggu kami memenuhi pesanan para pengorder. Padahal sebelumnya kami akan mempersiapkan stock agar pemesan tidak harus menunggu lama, tetapi semua itu tidak bisa terlaksana.

Mohon maaf kalau akhirnya kami harus menutup pembukaan PO berikutnya. Kami masih mengerjakan beberapa pesanan yang telah kami sanggupi dengan kecepatan pengerjaan yang ada.

Kami hanya bisa bersyukur dan mengucap alhamdullilah karena kami memiliki sebuah kesibukan lain selama karantina mandiri.

Mendengar, Melihat dan Membaca

Tulis saja dulu yang ingin kita sampaikan. (Sumber: theladders.com)

Beberapa waktu lalu ketika menonton vlog Deddy Corbuzier yang menghadirkan bintang tamu Nico Siahaan saya mencatat satu hal menarik. Seperti kita ketahui Nico Siahaan pernah kita kenal sebagai host acara TV handal beberapa tahun silam.

Dalam kesempatan tersebut Nico memberikan tips sebagai pewawancara atau host bahwa untuk bisa menjadi host yang baik diperlukan kemampuan mendengar yang baik. Untuk bisa berbicara atau mewawancarai orang dituntut kemampuan dan kemauan mendengar, tidak hanya bicara. Seperti halnya penyanyi, menurut Nico modal penyanyi yang baik justru adalah telinga. Seorang penyanyi selain memiliki kemampuan melagukan nada-nada tentu saja hal utama yang harus ia lakukan adalah mendengar.

Sepertinya kita sepakat dengan kata-kata Nico tersebut. Lalu kalau kita padankan dengan dunia tulis-menulia, apa modal untuk menjadi penulis yang baik? Tentu saja adalah kemampuan dan kemauan membaca, ditambah juga mendengar dan melihat.

Sebelum kita menulis, tentu saja akan dimulai dengan proses membaca, mendengar dan/atau menulis. Setelah membaca berita atau tulisan di dinding media sosial teman, kita tertarik untuk menulis tanggapan. Atau setelah memdengar sebuah lagu, misalnya, kita tergerak untuk menuliskan pengalaman yang terkait dengan lagu tersebut. Atau setelah melihat kejadian di depan rumah, kita terketuk untuk membuat tulisan tentang hal tersebut dan seterusnya.

Semakin terasah sensitivitas kita untuk mendengar, melihat dan membaca biasanya akan semakin memudahkan kita menuangkan opini, tanggapan atau penjelasan dalam bentuk tulisan. Membaca bagi penulis juga berguna untuk menemukan gaya penulisan dan penggunaan kaidah penulisan yang benar.

Selain memiliki topik yang menarik, gaya dan kaidah penulisan yang tepat dan benar akan menambah nilai tulisan kita. Tentu saja kita pernah atau sering membaca tulisan yang kita rasakan memiliki tema atau topik yang bagus, tetapi gaya penulisannya kurang tepat. Atau banyak terdapat kesalahan penulisan sehingga membacanya tidak nyaman.

Jadi, setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan ketika menulis:

  • Menggali topik yang menarik melalui proses mendengar dan melihat
  • Memiliki gaya penulisan yang tepat dan khas
  • Menerapkan kaidah penulisan yang benar seperti ejaan dan pilihan kata yang benar

Akan tetapi, sebagai penulis pemula kita tidak perlu khawatir dengan hal-hal tersebut. Kita tulis saja dulu yang ingin kita sampaikan. Melalui latihan menulis yang ajeg ditambah membaca referensi yang cukup, kemampuan menulis kita akan semakin berkembang.

Cara Memilih Telur yang Baik

Beberapa hari lalu saya membeli 30 butir telur untuk persediaan di rumah di sebuah jaringan toko sembako terkemuka di dekat rumah. Saat itu yang tersedia hanya telur Omega 3 dan dijual per butir. Saya memilih telur yang kira-kira kondisinya baik. Saya hanya memperhatikan ukuran dan kemulusan kulit telur. Maklum masih belum paham cara memilih telur yang baik.

Telur-telur setelah melalui seleksi ketat. Sumber: Dok. Pribadi.

Ketika sampai di rumah, istri mau merebus beberapa dari telur tersebut. Dia mendapati beberapa telur tersebut mengambang atau melayang ketika dimasukkan ke panci berisi air, bukan tenggelam. lalu dia bilang, sepertinya telur-telur ini tidak dalam kondisi baik sepengetahuan dia. Saya pun ragu-ragu lalu bertanya-tanya bagaimana sih sebenarnya kondisi telur yang baik.

Zaman sekarang informasi mudah sekali didapat. Saya lalu browsing Youtube mencari cara memilih telur yang baik. Akhirnya saya menemukan video yang dengan gamblang menjelaskan cara memilih telur yang masih kondisi baik.

Cara membedakan telur yang baik dengan yang buruk.

Dari video tersebut, ada tiga cara untuk memeriksa telur masih dalam kondisi baik atau buruk, yaitu:

  • Dengan mengguncang-guncang telur dan mendengarkannya. Telur yang masih baik tidak menimbulkan bunyi guncangan atau “koplok-koplok”. Sebaliknya, telur yang buruk akan berbunyi ketika diguncang.
  • Dengan menyinari menggunakan lampu senter. Telur dalam kondisi baik tidak memunculkan bayangan kuning telur, jadi posisi kuning telur masih di tengah. Telur yang buruk akan menunjukkan bayangan gelap di salah satu ujungnya.
  • Dengan mencelupkan ke dalam air. Telur yang buruk akan mengambang atau melayang di permukaan air, sedangkan telur yang baik akan tenggelam di dasar air. Akan tetapi, dari telur yang tenggelam masih bisa dibedakan dalam dua kelompok. Telur yang tenggelam dengan posisi horisontal/mendatar lebih baik dibandingkan telur yang tenggelam secara vertikal/berdiri.
Telur yang baik tenggelam (kanan), telur yang buruk (melayang). Sumber: resepmasakantelur.com

Jika kita memeriksa telur di warung atau di toko tentu yang paling bisa kita lakukan adalah dengan cara mengguncang. Cara menyinari dengan lampu senter mungkin saja kalau kita selalu bawa lampu senter. Sedangkan cara ketiga dengan mencemplungkan ke air sangat tidak mungkin kita lakukan.

Beberapa hari kemudian saya beli lagi telur di toko tersebut dan kebetulan stock telur mereka sedang banyak sehingga saya leluasa memilih dengan cara mengguncang-guncang satu per satu telur-telur tersebut. Memang jadinya agak sedikit lama saat memilih telur, tetapi kita akan puas mendapatkan kondisi telur yang baik.

Selamat mengguncang eh mencoba. 🙂

Curhat Dua Kecewa

Kuciwa. Sumber: freepik

Mau curhat kecil-kecilan ah. Begini ceritanya…

Pagi ini saya memang sudah berencana lari. Selain sebagai lari rutin 2-3x seminggu seperti jadwal yang saya jalani sebelum karantina gara-gara Covid-19, juga untuk memenuhi tugas virtual run Star Wars 40km (multiple run). Ini adalah lari ketiga sejak long break sekitar 3 bulan.

Curhat ini mengandung dua hal yang bikin sewot dan kuciwa.

Pada waktu awal mau mulai lari, saya sudah menyiapkan langganan data internet di salah satu hp yang iPhone. FYI, saya menggunakan dua ponsel selama ini, satu iPhone dan satunya lagi Android. Selama ini saya lebih banyak pakai app yang ada di iPhone karena pengalaman app yang ada di Android sering tidak stabil.

Kebetulan data yang di iPhone berupa prabayar, tidak langganan data. Hanya diisi kalau memang perlu. Oleh karena mau lari, saya butuh data untuk mencatat hasil lari di app lari seperti Strava, endomondo dan Liv3ly yang digunakan sebagai pencatat lari virtual-nya Star Wars.

Waktu lari perdana sih lancar, saya mampu berlari sekitar 4 km lebih di sekitar rumah. Lalu besoknya lari yang kedua dan masih lancar menempuh jarak sekitar 4 km juga. Siangnya saya harus pergi meeting di Kedutaan India. Nah, sepulang dari meeting tersebut, ada notifikasi bahwa paket internet saya tinggal 100mb. Saya beli paket senilai 3GB tiga hari sebelumnya.

Masa dalam tiga hari data 3GB langsung ludes. Saya mencoba mengingat-ingat kembali penggunaan internet saya. Rasanya wajar saja, hanya untuk aplikasi lari selama 2x setengah jam dan pergi keluar rumah sekitar 3 jam. Selama itu saya hanya menggunakan WA, tidak ada aplikasi berat lain. Saya selalu mematikan setelan data di hp ketika sampai di rumah karena di rumah ada wifi langganan dari FirstMedia.

Dalam kondisi seperti ini, kita sudah tidak bisa apa-apa lagi, pasrah nasib aja. Mau komplain ke Tsel juga pasti gak ada bukti. Akhirnya, dibiarkan saja iPhone tidak berlangganan data, cukup pakai wifi di rumah.

Ini KEKECEWAAN numero uno.

Kekecewaan kedua secara tidak langsung terkait dengan kejadian yang pertama. Ketika saya mau lari lagi, tentu saja saya tidak bisa membawa iPhone untuk mencatat hasil lari karena tidak ada paket datanya. Sempat terpikir untuk menjadikan hp Android sebagai hotspot atau tethering ke iPhone. Di hp Android justru saya memasang nomor pascabayar yang berlangganan internet dari Indosat Ooredoo. Akan tetapi, saya memutuskan untuk membawa satu hp saja yakni yang Android karena malas lari bawa dua hp.

Akhirnya saya lari mengambil jalur yang tidak biasanya dengan harapan menempuh jarak yang lebih jauh. Ternyata benar saat sudah mendekati titik finish, pagi ini saya berlari sejauh 6,6km. Lumayan berarti 10km lebih setoran untuk Star Wars virtual run. Oh ya, lari yang pertama tidak dihitung karena belum masuk jangka waktu penghitungan yang dimulai tanggal 15 Juni 2020. Sedangkan lari pertama saya pada 14 Juni. Gak apa-apalah.

Hati bungah menempuh jarak lari lebih jauh ternyata tidak diikuti dengan yang terjadi berikutnya. Ketika saya lihat app Strava, tidak ada masalah. Catatan saya menunjukkan jarak 6,6km. Tapi saat saya tengok app Liv3ly… jeng jeng… app-nya tiba-tiba reload dan menunjukkan posisi baru start lari alias 0,3km. Jadi, sepertinya app ini tidak running di background. Deuh… hilang deh catatan waktu 6km. Lemes…

Ya sudah, akhirnya hanya bisa terima nasib lagi dengan dua kekecewaan tersebut. Besok lari lagi dan akan bawa iPhone yang kartunya ditukar dengan yang ada di hp Android.

Berbagi File via Google Drive

Berbagi file kini sangat mudah dengan cloud tehnology. (Sumber: titanfile)

Nanti file foto dan video diunggah ke Google Drive saja. Supaya mudah dan cepat dapat diakses oleh siapa saja,” begitu ujar seorang kolega dalam sebuah kesempatan.

Pesan ini kemudian saya sampaikan ke teman-teman lain dalam sebuah grup WA yang terkait dengan pekerjaan tersebut. Ternyata tidak semua orang familiar dengan Google Drive ini. Google Drive sebagai salah satu Cloud System, fungsinya sangat banyak membantu aktivitas kita, terutama dalam kondisi yang serba online seperti sekarang.

OK, salah satu fungsi Google Drive adalah berbagi file yang dapat diakses oleh banyak orang dari mana saja. Bagaimana caranya? Buat teman-teman yang belum pernah menggunakan, silakan ikuti caranya yang sangat mudah seperti berikut.

Pertama, tentu saja kita masuk ke Google Drive. Kita bisa menggunakan versi web ataupun app. Apabila kita menggunakan laptop untuk akses Drive, kita dapat menggunakan versi web di www.drive.google.com.

Kalau kita menggunakan ponsel, sebaiknya install app dari App store (iPhone) atau Google play (Android). Di semua ponsel berbasis Android sepertinya app Drive sudah disematkan bersama app-app bawaan lain dari Google. Apabila tidak ada, kita bisa mengunduh di Google play.

Silakan klik sesuai ponsel Anda.

Kedua, setelah meng-install app Google Drive atau masuk ke we-nya, kita akan diminta membuat akun. Kalau kita sudah memiliki alamat gmail, maka dengan mudah kita gunakan email tersebut untuk registrasi akun. Kita akan mendapatkan ruang penyimpanan sebesar 15GB gratis.

Ketiga, lalu kita akan memulai berbagi file atau memasukkan file ke dalam folder Google Drive kita. Caranya sangat mudah. Klik tanda tambah (+) yang ada di pojok bawah.

Tap tanda panah untuk menambah file atau folder.

Kalau file tersebut akan dimasukkan folder, buatlah folder dengan memilih terlebih dahulu tanda folder. Lalu beri nama folder tersebut.

Beri nama folder tersebut sesuai yang kita inginkan.

Kemudian masuk ke dalam folder tersebut dan upload file yang ingin kita masukkan dengan memilih tanda upload.

Pilih tanda upload

Keempat, setelah selesai proses upload, apabila kita ingin membagikan file tersebut ke teman, tinggal pilih tombol share atau copy link lalu kita bagikan ke WA atau aplikasi kirim pesan lain. Bisa juga kita letakkan di email kita.

Pilih share atau copy link

Kita juga bisa mengatur sifat berbagi tersebut ke teman dengan memilih viewer, commenter atau editor. Kalau kita memilih viewer maka teman hanya bisa melihat tanpa bisa mengedit. Kalau kita memilih commenter, maka teman hanya bisa melakukan komentar terhadap file tersebut. Kalau kita pilih editor maka teman tersebut memiliki kemampuan untuk mengunduh dan mengedit.

File yang dapat kita bagi ke Google Drive hampir semua jenis file, dari foto, video, file kantoran seperti word, excel dan pdf. Kita juga dapat mengakses file-file tersebut kapan dan di mana saja untuk mengeditnya, atau sekadar melihat kembali.

OK, selamat mencoba.

Penyerbukan Bunga Blewah

Di rumah, kami sedang senang berkebun, terutama istri saya. Ia memanfaatkan lahan yang sempit di depan rumah untuk bertanam secara hidroponik dan di pot-pot. Ada banyak jenis tanaman, umumnya sayuran seperti okra, kale, selada, kangkung dan terong. Kami sudah menikmati hasil tanaman ini untuk makanan sehari-hari, alhamdulillah.

Selain tanaman sayuran, istri saya juga menanam buah-buahan, salah satunya adalah blewah. Dalam beberapa minggu benih blewah ini cepat tumbuh merambat di teras yang kami buatkan rambatan sederhana dengan tali. Tanaman blewah ini mulai berbunga dan harus dilakukan penyerbukan agar cepat berbuah.

Bunga blewah betina.

Di satu pohon blewah terdapat dua jenis bunga, yaitu bunga betina dan bunga jantan. Bunga betina tandanya ada gembung di bagian belakangnya, sementara bunga jantan tidak memiliki gembung tersebut. Jumlah bunga jantan umumnya lebih banyak dibandingkan bunga betina.

Bunga jantan.

Proses penyerbukan secara manual atau buatan dilakukan dengan cara menaburkan serbuk bunga jantan ke bunga betina. Hal ini sebetulnya bisa dilakukan oleh serangga secara alami, tetapi agar lebih cepat dilakukan secara buatan oleh kita.

Penyerbukan buatan.

Proses ini akan terlihat hasilnya sekitar seminggu dengan ditandai bunga betina akan berubah membesar dan gugur kelopak-kelopaknya, perlahan jadi buah. Kita tunggu ya semoga proses ini berhasil.

Tentang alami dan buatan, kalau kita yang melakukan penyerbukan sepertinya juga alami ‘kan? Tapi, mungkin kita memang secara sadar melakukan atau membantu penyerbukan ini. Sedangkan serangga mungkin secara tidak sengaja, sambil ia mengisap sari madu di antara bunga-bunga itu, serbuk sari bunga jantan terbawa ke bunga betina.

Sok tahu lo! Hehehe… Bisa jadi serangga memang sengaja membantu, ‘kan mereka memang mak comblang perkawinan bunga-bunga.

Ah, kamu… (eh muncul lagi jargon ini).

Tas Matras by Nick

Anda yang aktif beryoga, tas matras yoga ini sangat fashionable dan aman melindungi matras kesayangan Anda.

Keterangan:

  • Bahan tenun tradisional.
  • Ukuran: all size (standar matras yoga).
  • Dapat ditenteng maupun diselempang sesuai gaya Anda.
  • Melindungi matras kesayangan Anda dengan aman dan rapi.

Harga: Rp750.000,- (Belum termasuk ongkir)

CARA PEMESANAN

  • Follow website ini (ahkamu.com)
  • Isi Form Pemesanan yang ada di halaman ini.
  • Tunggu konfirmasi via WA (pastikan WA Anda aktif).
  • Lakukan pembayaran sesuai jumlah dalam konfirmasi via WA. Kirim bukti pembayaran ke nomor WA konfirmasi.
  • Setelah pembayaran diterima, Order Anda akan dikirim.

FORM PEMESANAN

Selamat Berbelanja. Terima Kasih.