8 Mitos Salah tentang Yoga

Fitness yoga man in cobra pose stretching abs
Yoga menjadi salah satu latihan olah tubuh yang sangat bermanfaat. (Sumber: healthwaysfit)

Yoga dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu latihan yang banyak dilakukan orang. Studio dan sanggar senam serta gym atau fitness center saat ini sudah banyak yang memasukkan yoga sebagai salah satu kelas andalan. Seiring maraknya yoga, mitos tidak benar tentang yoga masih banyak beredar sehingga membuat sebagian orang enggan berlatih yoga.

Baru-baru ini Yoga Journal, sebuah publikasi khusus tentang yoga, membahas tentang 8 mitos tersebut.

Mitos 1: Harus Bertubuh Lentur untuk Latihan Yoga

Sebagian orang beranggapan bahwa orang yang memiliki tubuh kaku tidak dapat melakukan yoga, yang ada akan kesakitan dan cedera. Mitos ini sungguh tidak benar. Tubuh sekaku apa pun dengan berlatih yoga dengan benar sesuai porsinya akan membentuk tubuh menjadi lebih lentur dan, tentu saja, lebih sehat. Secara perlahan dan bertahap dengan latihan yoga postur tubuh kita mendekati yang semestinya sehingga kita akan mendapatkan rasa nyaman dalam beraktivitas. Mungkin saat-saat awal berlatih yoga kita akan merasa kesakitan keesokan harinya, tetapi bukannya semua latihan olah tubuh memiliki efek seperti itu. Kuncinya berlatihlah secara teratur, benar dan tidak memaksakan diri.

Mitos 2: Perlu Diet, Bentuk Tubuh, dan Pakaian Khusus

Untuk memulai latihan yoga tidak ada prasyarat khusus, baik makanan, tubuh ataupun pakaian dan peralatan. Kita dapat memulai kapan saja, hampir tanpa persiapan khusus pun kita dapat memulainya. Ikutlah kelas-kelas yoga dengan guru yang terlatih. Tidak ada pakaian khusus yoga, bahkan kita tidak perlu sepatu atau alas kaki, cukup kenakan pakaian yang nyaman untuk bergerak, jika tidak ada matras gunakan alas apa saja yang tidak terlalu keras dan tidak licin.

Mitos 3: Yoga itu Terkait dengan Agama Tertentu

Yoga bukanlah agama. Mungkin asal mulanya dilakukan oleh kelompok orang beragama tertentu, tetapi yoga sendiri sebetulnya bukanlah agama dan bukan hal yang relijius. Mungkin ada sebagian orang yang mempraktikkan yoga secara relijius, tetapi tidak ada dogma-dogma atau ajaran yang mewajibkan kita melakukan ritual tersebut seperti mereka. Kita dapat mengambil latihan yoga ini sebagai olah tubuh yang menyehatkan. Mungkin ada kegiatan meditasi dan pernapasan dalam berlatih yoga tetapi tidak mewajibkan kita berdoa atau mengucapkan mantra dari agama tertentu.

Mitos 4: Yoga Hanya untuk Relaksasi

Hal ini sering kita dengar. Yoga hanya duduk atau tiduran sambil melemaskan tubuh. Akan tetapi, sebetulnya yoga memerlukan disiplin latihan agar tercapai tujuan kesehatan baik jasmani dan rohani seperti yang kita harapkan. Ada serangkaian pose dan gerakan yang kita lakukan yang membuat kita berkeringat, bahkan bisa bercucuran keringat yang banyak dibandingkan latihan fisik lain yang pernah kita lakukan. Yoga akan menguatkan otot-otot dan memperbaiki postur kita yang selama ini tidak benar.

Mitos 5: Yoga Hanya untuk Perempuan

Sejauh ini memang banyak perempuan yang mengikuti kelas yoga, tetapi sebetulnya yoga tidak mengenal gender seperti halnya dengan jenis olah tubuh lain. Justru para pria umumnya akan mampu mengikuti pose dan gerakan tertentu yang memerlukan kekuatan dan stamina tinggi. Stephanie Snyder, seorang guru yoga terkenal, mengatakan pada awalnya kelas yoga vinyasa hanya diikuti oleh 20% pria tetapi kini di kelasnya ada sekitar 40% pria dan umumnya mereka mampu melakukan latihan dengan sangat baik dan memperoleh hasil yang baik pula dengan tubuh dan kesehatannya. Kita ketahui beberapa atlet dan selebriti pria juga banyak yang melakukan yoga misalnya Adam Levine, Shaq O’Neil, Robert Downey Jr, Sting, dan beberapa yang lain.

Mitos 6: Terlalu Sibuk untuk Yoga

Alasan ini sungguh sangat dibuat-buat. Kemalasan berolah raga adalah halangan terbesar untuk berlatih, juga untuk olah raga lain. Saat ini ada banyak DVD, saluran YouTube dengan durasi 10 menit hingga 2 jam untuk berlatih yoga sendiri di rumah.

Mitos 7: Sudah Tidak Muda Lagi untuk Berlatih Yoga

Banyak orang memulai latihan yoga di usia 40-an, 50-an, bahkan 60-an. Tidak ada kata terlambat untuk berlatih yoga, semakin cepat memutuskan berlatih semakin baik. Selain memperoleh manfaat kesahatan jasmani dan rohani, efek sosialisasi dan berkomunitas juga akan membuat kita merasa lebih sehat dalam pergaulan.

Mitos 8: Saya Cedera, Tidak Bisa Beryoga

Justru banyak orang yang cedera, entah karena kecelakaan atau setelah melakukan latihan olah tubuh lain, berlatih yoga sebagai proses penyembuhan dan rehab. Sifat yoga yang bertahap dan sesuai kemampuan tanpa memaksakan diri ini akan sangat bagus sebagai bentuk latihan penyembuhan.

Mari Berolah Raga

Light-Jogging-May-Be-Most-Optimal-for-Longevity
Jogging bisa jadi pilihan berolahrga. Sumber:scitechdaily

 

Ah!kamu hidup sehat dong. Selain kebutuhan makanan bergizi, untuk menjaga kesehatan jasmani manusia perlu melatih tubuh dengan banyak bergerak. Tentu saja bukan asal gerak, tetapi harus terarah, konsisten dan rutin. Kegiatan inilah yang sering kita sebut olah raga (OR).

Bentuk olah raga tentu saja banyak sekali, mulai dari jalan kaki, lari atau jogging, senam hingga olah raga yang bersifat permainan seperti badminton, futsal, dan basket. Semua kegiatan itu jika kita lakukan secara cukup dan teratur insya Allah tubuh kita akan terasa lebih fit dan segar sepanjang hari.

Salah satu tantangan dalam melakukan olah raga tentu saja adalah melawan kemalasan diri. Seringkali saat ingin memulai olah raga, ada banyak alasan untuk menghambatnya. Hambatan ini bisa datang dari dalam diri atau dari luar. Yang dari dalam misalnya pikiran merasa lelah setelah bekerja dan keinginan beristirahat sedikit lebih lama. Faktor dari luar contohnya kondisi cuaca dan jarak tempat berolah raga. Cuaca apa pun bisa jadi alasan penghambat. Saat turun hujan tentu saja alasan yang paling kuat untuk menghalangi ber-OR, saat panas terik pun bisa jadi alasan yang seolah kuat. Repot kan?

Untuk menghindari hambatan-hambatan tersebut pilihlah jenis olah raga yang Anda sukai dan relatif mudah menjalankannya. Misalnya Anda suka badminton, ya carilah atau bergabunglah dengan klub badminton yang ada di sekitar Anda. Coba cari grup-grup di Facebook yang memiliki kegemaran OR yang sama. Setelah itu pikirkan untuk mencari tempat latihan yang relatif mudah dijangkau, misalnya dekat rumah atau dekat kantor.

Olah raga sendiri seperti jalan pagi atau jogging juga bisa kita lakukan. Olah raga ini sangat murah dan mudah sebetulnya. Lakukan secara rutin, misalnya tiga kali seminggu selama kurang lebih 15-30 menit di sekitar rumah mungkin sudah cukup memadai.

Bergabung menjadi anggota klub kebugaran atau fitness center atau kini sering disebut gym juga gagasan yang baik. Tentu saja, hal ini membutuhkan tambahan biaya yang harus kita keluarkan sebagai pengeluaran rutin bulanan. Pilihlah klub yang mudah dijangkau, baik secara lokasi maupun biaya keanggotaan. Dengan menjadi anggota gym seperti ini kadang bisa “memaksa” kita untuk latihan.

Sayang kan kalau sudah bayar mahal tetapi tidak dimanfaatkan? Begitu seringkali muncul dalam pikiran kita sehingga memaksa kita. Di klub-klub seperti ini biasanya tersedia berbagai alat yang bisa kita gunakan dari mulai treadmill hingga alat-alat latihan untuk tangan, dada, dan perut. Klub juga menyediakan Personal Trainer (PT) yang akan membantu dan memandu kita melakukan latihan. Pilihlah PT yang memang memiliki kapasitas untuk mendampingi Anda.

Tentu saja, kita juga tetap harus melakukan latihan secara cukup dan terukur, jangan berlebihan. Di klub juga biasanya terdapat kelas-kelas berlatih bersama instruktur seperti Body Combat, Body Pump, Yoga dan Pilates. Cobalah sesekali mencoba kelas-kelas ini nanti Anda akan merasakan kelas mana yang cocok untuk Anda ikuti secara terjadwal.

Olah raga memang menjadi kebutuhan bagi kesehatan tubuh kita untuk menjaga stamina dan proporsi tubuh yang ideal. Kuncinya, lakukan secara terukur sesuai kemampuan tubuh dan rutin. Apa pun olah raga yang Anda lakukan yang penting tidak berlebihan. Mari mulai saat ini juga niatkan untuk berolah raga dan rasakan manfaatnya.