Penyerbukan Bunga Blewah

Di rumah, kami sedang senang berkebun, terutama istri saya. Ia memanfaatkan lahan yang sempit di depan rumah untuk bertanam secara hidroponik dan di pot-pot. Ada banyak jenis tanaman, umumnya sayuran seperti okra, kale, selada, kangkung dan terong. Kami sudah menikmati hasil tanaman ini untuk makanan sehari-hari, alhamdulillah.

Selain tanaman sayuran, istri saya juga menanam buah-buahan, salah satunya adalah blewah. Dalam beberapa minggu benih blewah ini cepat tumbuh merambat di teras yang kami buatkan rambatan sederhana dengan tali. Tanaman blewah ini mulai berbunga dan harus dilakukan penyerbukan agar cepat berbuah.

Bunga blewah betina.

Di satu pohon blewah terdapat dua jenis bunga, yaitu bunga betina dan bunga jantan. Bunga betina tandanya ada gembung di bagian belakangnya, sementara bunga jantan tidak memiliki gembung tersebut. Jumlah bunga jantan umumnya lebih banyak dibandingkan bunga betina.

Bunga jantan.

Proses penyerbukan secara manual atau buatan dilakukan dengan cara menaburkan serbuk bunga jantan ke bunga betina. Hal ini sebetulnya bisa dilakukan oleh serangga secara alami, tetapi agar lebih cepat dilakukan secara buatan oleh kita.

Penyerbukan buatan.

Proses ini akan terlihat hasilnya sekitar seminggu dengan ditandai bunga betina akan berubah membesar dan gugur kelopak-kelopaknya, perlahan jadi buah. Kita tunggu ya semoga proses ini berhasil.

Tentang alami dan buatan, kalau kita yang melakukan penyerbukan sepertinya juga alami ‘kan? Tapi, mungkin kita memang secara sadar melakukan atau membantu penyerbukan ini. Sedangkan serangga mungkin secara tidak sengaja, sambil ia mengisap sari madu di antara bunga-bunga itu, serbuk sari bunga jantan terbawa ke bunga betina.

Sok tahu lo! Hehehe… Bisa jadi serangga memang sengaja membantu, ‘kan mereka memang mak comblang perkawinan bunga-bunga.

Ah, kamu… (eh muncul lagi jargon ini).

Green Warrior: Peduli Lingkungan sambil Berinvestasi

Ah!kamu jangan kuno dong. Kita tahu saat ini kondisi lingkungan hidup kita semakin menurun. Hutan-hutan gundul, ditebangi dijadikan perumahan atau pabrik. Pohon-pohon bertumbangan. Coba lihat di sekitar rumah, kini yang berlomba-lomba bermunculan adalah hutan beton. Dampaknya, kualitas dan kuantitas air sumur kita semakin menurun. Udara yang kita hirup pun penuh polusi. Gak sehat ‘kan?

Lalu apa yang bisa kita lakukan? Mulai menanam pohon sendiri. Di mana lahannya? Halaman kita saja hanya se-uprit cuma cukup untuk parkir mobil atau motor. Iyaya… Jangan sedih, kita masih bisa berusaha menanam tetumbuhan di pot. OK, mungkin itu cukup membantu menyediakan udara segar di sekitar rumah. Itu sudah jadi awal yang baik untuk peduli lingkungan.

Sekitar dua tahun lalu saya pernah ikutan sebuah program yang diselenggarakan oleh WWF, kalau tidak salah namanya mybabytree. Ini adalah program yang bagus bagi kita yang peduli lingkungan. Kita ikut menanam pohon di lahan-lahan yang mulai gundul dan tersebar di seluruh Indonesia. Ini adalah program amal, murni bertujuan membantu menyelamatkan bumi. Pohon saya masih ada di wilayah Jawa Timur. Ada rasa kebanggaan sudah ikut berpartisipasi menyelamatkan bumi walau hanya kecil.

Beberapa waktu lalu saya dikenalkan oleh seorang teman tentang program serupa, yakni menanam kembali lahan kosong dengan pepohonan. Akan tetapi, kali ini program yang disampaikan teman saya ini bernilai investasi. Yakni, selain kita ikut peduli menyelamatkan bumi dengan menanam lahan hutan yang sudah mulai gundul, kita juga akan mendapatkan hasil pada saat pohon tersebut dipanen.

Setelah saya pelajari brosur yang diberikan teman saya tersebut, saya merasa tertarik dan segera mengambil keputusan untuk bergabung. Program yang diselenggarakan oleh PT Global Agro Bisnis dengan I-Gist (Green Investment) ini memberi kesempatan kita untuk menanam pohon Jabon (Jati Kebon) di beberapa wilayah di Jawa Barat dan wilayah lain di Indonesia. Pohon Jabon ini bisa dipanen sampai dua kali dalam sepuluh tahun. Jadi, saat tahun kelima kita akan panen yang pertama dan kemudian lima tahun berikutnya panen kedua.

Kita hanya perlu membeli bibit pohon Jabon ini, PT GAB yang akan mengurus lahan, proses penanaman, pemeliharaan, penjagaan hingga penjualan hasil panen. Kita akan menerima 70% dari harga satu pohon Jabon saat panen pertama, kemudian 50% pada panen kedua. Fair enough, hal itu tentu saja untuk biaya perawatan dan operasional perusahaan.

IMG_3063
Pohon Jabon usia sekitar 2 tahun di Lebak, Banten.

Kepercayaan saya terhadap perusahaan yang telah menjalankan program ini sejak 2005 semakin bertambah karena surat-surat perizinannya lengkap beserta sertifikat usaha agrobisnis yang kita beli. Modalnya pun tidak terlalu besar. Kita bisa memulai dengan menanam dua pohon dengan harga Rp550.000. Selain pendapatan pasif dari investasi jangka panjang ini, kita bisa juga aktif mengembangkan jaringan usaha dan memperoleh komisi dan bonus yang lumayan. Kalau toh kita tidak melakukan aktivitas ini pun kita masih akan mendapatkan hasil panen.

IMG_3064
Pohon Jabon usia sekitar 3 tahun di Lahan Cianjur.

Bayangkan bila kita harus memulai bisnis ini sendiri. Kita harus mencari lahan, mengurus perizinan, menanam dan merawat pohon hingga memasarkan kayu hasil panennya. Tentu saja, akan membutuhkan biaya yang tidak kecil. Belum tentu adanya risiko gagal panen, entah karena hama, kebakaran, dan penjarahan. Kita harus mengantisipasi sendiri semua risiko tersebut.

Nah, di i-Gist ini semua risiko tersebut sudah diantisipasi oleh perusahaan. Mereka memiliki lahan dan pohon cadangan untuk mengganti pohon kita yang gagal panen karena berbagai sebab seperti di atas. Semua ada dalam surat perjanjian. Dan kita tidak perlu repot-repot memasarkan kayu hasil panen kita. PT GAB sudah memiliki hubungan dengan pabrik yang akan membeli kayu kita, bukan melalui tengkulak, tapi langsung ke pabrik sehingga memiliki jaminan harga yang lebih tinggi.

IMG_3065
Green Warriors berkunjung ke lahan.

IMG_3067
Green Warriors di tempat penampungan kayu.

Saat ini kisaran harga 1 pohon Jabon adalah Rp 1 juta. Jadi, pada panen pertama kita akan mendapatkan Rp700.000 per pohon (dengan asumsi harga pohon masih sama, padahal kemungkinan naik akan tinggi). Pada panen kedua, lima tahun berikutnya, kita akan mendapatkan Rp500.000 per pohon dengan asumsi harga pohon masih sama. Jadi, total dengan dua pohon yang kita beli, kita akan mendapatkan 2 x Rp1,2 juta atau Rp2,4 juta. Itu baru hitungan dua pohon pertama. Kita bisa melakukan penambahan pembelian pohon kapan pun ketika kita memiliki uang lebih.

Kita juga bisa mengambil paket lebih besar jika kita memiliki modal lebih tinggi seperti paket 12 pohon, 1/4 hektar hingga 1 hektar yang tentunya dengan hasil yang akan lebih tinggi.

IMG_3066

Menarik kan? Kita akan menjadi Green Warrior yang peduli lingkungan sekaligus mempersiapkan dana untuk keperluan mendatang, seperti untuk biaya pendidikan anak, membeli property atau kebutuhan lain.

Untuk bergabung caranya sangat mudah, klik saja link berikut:

GREEN WARRIOR atau

GREEN INCOME

Daftarkan nama dan email Anda di link tersebut. Mudah kan? Selamat menjadi pejuang lingkungan hidup sekaligus berinvestasi demi masa depan. Insya Allah bermanfaat.

Sumber foto: Pak Jaya

 

Buatlah Resapan Sumurmu Aman

image
Siklus Air

Ah!kamu jangan naif. Dalam beberapa bulan terakhir Jakarta sepertinya dilanda panas dan kekeringan yang menjadi-jadi. Mungkin juga di wilayah kamu. Terik matahari menyengat dan udara terasa pengap membuat berkeringat. Tanaman mulai mengering dan tinggi air sumur tanah pun menurun drastis hingga pompa menyedot lebih lama untuk memenuhi tandon air di rumah-rumah. Bahkan beberapa mesin pompa tidak mampu menaikkan air sampai ke tandon air.

Di beberapa wilayah orang-orang mulai membeli air galonan isi ulang untuk keperluan mandi dan mencuci, selain sebagai air minum. Kalau sudah begini, pengeluaran ekstra selama musim kering ini akan bertambah.

Alhamdulillah sejak beberapa hari lalu di sebagian wilayah Jakarta mulai turun hujan, terutama di area Selatan. Hampir tiap sore hingga malam hujan membasahi bumi batavia. Meskipun curah hujan belum tinggi, ini sudah cukup untuk mendinginkan tanah dan cuaca pada malam hari.

Tentu saja kita berharap kondisi perairan terutama sumur di rumah mulai normal lagi sehingga teman-teman kita yang mengalami sumur kering bisa bernapas lega.  Dan tentu saja, mudah-mudahan datangnya musim hujan tidak membawa banjir juga.

Belum ada seminggu hujan turun tiba-tiba tetangga mengeluhkan sumurnya yg belum terisi penuh, masih dangkal seperti kondisi beberapa bulan terakhir. Saya lalu memperhatikan kondisi halaman rumahnya yang ditutup dengan semen, tidak ada tumbuhan yang ditanam di tanah, paling ada beberapa tanaman di pot. Lalu saya ingatkan tetangga dengan sedikit pelajaran siklus air yang pernah diajarkan pada kita di sekolah. Air memenuhi hukum kekekalan, tidak akan berkurang atau bertambah di bumi ini, hanya bentuk dan lokasinya saja yang berbeda.

Perhatikan gambar di awal tulisan ini. Air yang menguap dari laut dan beberapa tempat bergerak ke atas menjadi awan. Awan ini bergerak ke tempat yang lebih tinggi dan akhirnya jatuh menjadi hujan, yang meresap ke dalam tanah, sebagian mengisi cadangan air dalam tanah dan sebagian mengalir ke bawah melalui sungai dan selokan.

Air hujan yang turun ke bumi tidak serta merta mengisi air sumur kita, apalagi jika tidak ada resapan air di sekitar tempat tinggal kita, semua ditutup dengan semen atau beton. Air akan mengalir ke tempat yang lebih rendah dan pergi jauh sehingga untuk mengisi air tanah di sumur kita butuh waktu lama. Itulah sebabnya air hujan yang turun tidak bisa langsung kita nikmati sebagai air tanah dalam sumur.

Air yang tidak tertahan oleh resapan, dalam hal ini oleh pepohonan beserta akar-akarnya bisa berubah menjadi bencana. Tanah yang gundul bisa longsor. Sungai-sungai yang dangkal dan tersumbat oleh sampah juga membuat air akan mengalir deras ke bawah dengan kecepatan tinggi menjadi banjir bandang dengan kekuatan yang dahsyat. Tentu saja kita tidak menginginkan hal itu terjadi.

Mudah-mudahan hal itu akan menyadarkan kita agar selalu menjaga lingkungan dengan membersihkan selokan dan sungai dari sampah, termasuk membuat resapan dan menanami tanah di sekitar rumah. Selain akan menjadi resapan air, juga menciptakan udara bersih dan segar yang menyehatkan.