Penyerbukan Bunga Blewah

Di rumah, kami sedang senang berkebun, terutama istri saya. Ia memanfaatkan lahan yang sempit di depan rumah untuk bertanam secara hidroponik dan di pot-pot. Ada banyak jenis tanaman, umumnya sayuran seperti okra, kale, selada, kangkung dan terong. Kami sudah menikmati hasil tanaman ini untuk makanan sehari-hari, alhamdulillah.

Selain tanaman sayuran, istri saya juga menanam buah-buahan, salah satunya adalah blewah. Dalam beberapa minggu benih blewah ini cepat tumbuh merambat di teras yang kami buatkan rambatan sederhana dengan tali. Tanaman blewah ini mulai berbunga dan harus dilakukan penyerbukan agar cepat berbuah.

Bunga blewah betina.

Di satu pohon blewah terdapat dua jenis bunga, yaitu bunga betina dan bunga jantan. Bunga betina tandanya ada gembung di bagian belakangnya, sementara bunga jantan tidak memiliki gembung tersebut. Jumlah bunga jantan umumnya lebih banyak dibandingkan bunga betina.

Bunga jantan.

Proses penyerbukan secara manual atau buatan dilakukan dengan cara menaburkan serbuk bunga jantan ke bunga betina. Hal ini sebetulnya bisa dilakukan oleh serangga secara alami, tetapi agar lebih cepat dilakukan secara buatan oleh kita.

Penyerbukan buatan.

Proses ini akan terlihat hasilnya sekitar seminggu dengan ditandai bunga betina akan berubah membesar dan gugur kelopak-kelopaknya, perlahan jadi buah. Kita tunggu ya semoga proses ini berhasil.

Tentang alami dan buatan, kalau kita yang melakukan penyerbukan sepertinya juga alami ‘kan? Tapi, mungkin kita memang secara sadar melakukan atau membantu penyerbukan ini. Sedangkan serangga mungkin secara tidak sengaja, sambil ia mengisap sari madu di antara bunga-bunga itu, serbuk sari bunga jantan terbawa ke bunga betina.

Sok tahu lo! Hehehe… Bisa jadi serangga memang sengaja membantu, ‘kan mereka memang mak comblang perkawinan bunga-bunga.

Ah, kamu… (eh muncul lagi jargon ini).

Sudahkah Saatnya Membuka Mall dan Pasar?

Beberapa hari ini orang mungkin sedang banyak membicarakan tentang new normal atau apa saja namanya. Titik kejenuhan setelah work from home atau PSBB ini mungkin sudah mencapai puncaknya. Sebagian orang ingin mendapat kabar perubahan atau kebijakan yang membuat bisa beraktivitas di luar rumah kembali.

Selama tiga bulan terakhir memang kondisi berbagai sektor kehidupan melambat atau bahkan berhenti, termasuk ekonomi. Beberapa komponen atau unit usaha mungkin menunjukkan kenaikan, seperti jasa kurir dan toko online di marketplace. Akan tetapi, volume profit dari unit-unit bisnis tersebut belum mampu mendongkrak bisnis atau ekonomi secara keseluruhan. Ecieee… sudah kayak pakar ekonomi saja ngomongnya. Hahaha…

Pemerintah baru-baru ini mulai mempertimbangkan untuk membuka kembali shopping mall atau pasar yang diharapkan akan menggeliatkan kembali perekonomian. Tentu saja, keputusan ini sebaiknya sudah melalui pertimbangan yang matang.

Beberapa pertimbangan mungkin termasuk pertumbuhan kasus covid-19 tidak signifikan lagi atau mulai dapat dikontrol antara jumlah kasus sembuh dengan kematian atau kasus baru. Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah karakter warga dalam menghadapi pandemi ini. Perlu diingat bahwa pembukaan beberapa mall dan pasar ini bukanlah karena kondisi pandemi sudah berlalu atau membaik, tetapi lebih karena alasan ekonomi. Oleh karena itu, warga sebaiknya tetap harus berpikir ulang untuk pergi berbelanja. Penerapan protokol standar dalam mencegah pandemi harus tetap dijalankan dengan ketat dan sungguh.

Pemantauan penulis ke sebuah shopping mall di Depok kemarin menunjukkan bahwa pengelola mall sudah mulai menyediakan sebagian keperluan untuk “new normal” ini seperti prosedur check in di pintu masuk. Ada alat pengukur suhu dan hand sanitizer dan jarak untuk masuk juga diatur. Pengunjung juga wajib mengenakan masker. Penjagaan oleh security atau satpam yang lebih banyak untuk memantau pengunjung. Para petugas ini mengenakan masker dan face shield. Di beberapa tempat disediakan hand sanitizer, termasuk di toilet. Di urinoir pria juga dibuat jarak antar urinoir.

Beberapa toko mungkin diterapkan ganjil genap nomor toko yang buka, hal ini diharapkan agar jarak antartoko tidak menimbulkan kerumunan. Pembatasan jumlah pengunjung mungkin perlu juga dilakukan agar tidak menimbulkan over kapasitas di dalam mall yang menerapkan distancing yang telah ditetapkan seperti jarak minimal 2 meter, misalnya.

Segala upaya penerapan protokol yang dilakukan pihak mall sudah cukup bagus, tetapi harus diiringi juga oleh kesadaran pengunjung untuk menerapkan hal yang sama. Pengaturan pengunjung shopping mall mungkin relatif lebih mudah. Tidak demikian dengan pasar. Karakter pasar di negara kita yang cenderung kumuh atau crowded dan pengunjung dan penjual yang cenderung lalai akan jadi PR berat bagi pengelola dan pemerintah.

Sebetulnya upaya-upaya pemulihan ekonomi tersebut bisa saja dilakukan atau hanya sebagai uji coba. Perlu ada kajian seberapa besar dampaknya terhadap pertumbuhan kembali perekonomian, sekaligus pertimbangan keselamatan atau dampak penyebaran wabah agar tidak semakin meningkat. Sementara bagi kita sebagai warga sebaiknya tetap waspada. Kalau tidak terlalu penting atau genting keperluannya untuk pergi ke mall atau pasar sebaiknya tidak perlu dilakukan.

Kenikmatan jalan-jalan di mall seperti dulu juga belum dapat kita nikmati karena bioskop masih tutup, tidak semua resto memperbolehkan makan di tempat, hanya take away. Lagipula apa enaknya, jalan-jalan dengan teman dan kerabat misalnya harus berjarak minimal dua meter. Hahaha… Sabar ya, kita tunggu sampai situasi sudah normal kembali.

Tetap jaga kesehatan ya guys.

Viva Blogger, Kembali Menulis Yuk

Menulis Itu Murah

Setelah sekian lama vakum menulis di blog ini, tiba-tiba ingin rasanya kembali nge-blog. Awalnya saya kira blogging sudah tidak musim, kini telah beralih atau berubah menjadi nge-vlog karena banyak orang membuat video untuk menyampaikan gagasan, pendapat, atau sekadar obrolan sana-sini.

Video + Blog = Vlog

Rumus itu ternyata hanya istilah baru yang bukan perubahan ataupun evolusi dari blogging atau menulis. Seperti halnya ketika ada televisi, radio masih hidup. Jadi, menulis di blog tidak akan pernah punah atau mati, seperti halnya kegiatan menulis itu sendiri.

Meskipun vakum di blog, saya dan teman-teman juga mungkin terus menulis, baik untuk buku, di medsos, maupun buku harian (hello, masih ada yang menulis di buku harian yang benar-benar buku digembok?) Hehehe…

Beberapa waktu lalu saya mengikuti obrolan via Zoom dari Marchella FP, penulis NKCTHI (Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini) dalam rangka acara IIBF Talk. IIBF adalah Indonesia International Book Fair, kalau ada yang belum tahu. Dalam salah satu kesempatan dia berkata bahwa menulis adalah kegiatan seni paling murah dibandingkan seni yang lain, seperti menggambar atau main musik. Betul juga sih, hanya bermodal pensil atau pena kita bisa langsung menuangkan “karya seni” kita. Semudah dan semurah itu. Berbeda dengan menggambar yang butuh pensil warna dan buku gambar ataupun cat warna dan kanvas, lalu bermain musik yang butuh instrumen dan seterusnya. Kalau gagal dalam tulisan toh kita tidak rugi-rugi amat, begitu penjelasan Marchella.

Saya setuju dengan Marchella. Bagi sebagian orang kesenangan menulis tidak pernah bisa dihambat. Ketika melihat atau merasakan sesuatu tangan sudah gatal saja ingin menuangkannya dalam lembaran kosong, entah itu di kertas, layar komputer ataupun sekadar cuitan di Twitter dan feed di Facebook.

Instagram yang dulu lebih banyak untuk berbagi foto-foto pun kini disertai narasi panjang. Inilah buktinya masih banyak orang yang senang menulis, alih-alih telah beralih ke video.

Beberapa tahun silam saya telah tergabung dalam platform bersama atau istilahnya bentuk jurnalisme warga. Namun saya juga vakum menulis di sana beberapa tahun. Selama ini lebih asyik menulis di dinding Facebook. Ketika saya kembali ingin menulis di sana ternyata lingkungannya sudah banyak berubah, termasuk aturan-aturan yang diterapkan sehingga terasa tidak bebas. Lalu saya kembali teringat sebelum menulis dalam platform seperti itu, saya sudah memiliki wadah sendiri untuk menulis dan selama ini terbengkalai.

Blog pertama saya ada di blogspot, itu pun sudah lama tidak ditengok, lalu saya membuat lagi beberapa di platform yang berbeda untuk beberapa keperluan. Umumnya untuk membuat website secara murah atau gratis dengan konten macam-macam. Kesenangan blogging dan membuat website mempunyai masa dan kejayaannya sendiri.

Blog yang agak serius setelah blogspot adalah blog saya di wordpress ini. Meskipun nasibnya akhirnya juga sama. Terbengkalai. Sayang juga, sudah bayar berlangganan selama sekitar lima tahun dianggurkan saja. Tanami lagi ah dengan tulisan-tulisan.

Kini, entah karena masa karantina dan pandemi ini yang membuat banyak waktu, saya bertekad untuk menghidupkan lagi blogging atau menulis di blog pribadi ini. Minimal sehari satu tulisan. Ah kamu, dari dulu juga berniat seperti itu. Insya Allah, kali ini bisa istiqomah. Aamiin. Turut doakan ya teman-teman. Kita akan saling dukung untuk blogging ria. Semoga berfaedah ya. Aamiin.

Apalagi kemarin saya sempat membaca tulisan teman yang kangen ada event untuk Blogger. Kapan ya Hari Blogger Nasional? Barusan googling, ternyata 27 Oktober. Patut kita rayakan lagi nih. Ramaikan. Hehehe…

Hidup Blogger. Viva Blogger!

Nonton Film Zaman Now

Selama masa pandemi dengan banyak melakukan aktivitas di rumah saja mungkin kan lebih meningkatkan kejenuhan. Salah satu cara untuk menghilangkan jenuh dan bosan adalah nonton film. Oleh karena itu, kegiatan nonton film, baik film lepas maupun seri, mungkin meningkat selama PSBB ini. Statistik resminya sih saya belum cek. Tidak tahu juga ada di mana datanya. Hehehe… Tetapi, dugaan sementara seperti itulah sebagai riset kecil-kecilan.

Sebagai bagian dari riset adalah saya sendiri. Saya memang termasuk orang yang suka nonton film (bioskop atau TV). Selama ini frekuensi nonton saya sebetulnya tidak terlalu tinggi. Sebelum pandemi mungkin hanya sebulan sekali atau kalau pas ada film yang saya anggap bagus, bisa dua kali sebulan. Sedangkan untuk film TV, saat masih jadwal kerja normal, paling lebih banyak nonton TV saat akhir pekan atau pada malam hari. Saya lebih banyak nonton film seri TV dan sekarang lebih suka nonton di aplikasi penyedia film seperti Netflix atau Amazon Prime Video ketimbang channel konvensional.

Alasannya, saya lebih bisa memilih film dan jadwal nonton sesuka saya. Tidak demikian dengan di TV konvensional. Saya harus mengikuti jadwal yang ditetapkan mereka, meskipun ada layanan On Demand tapi enath kenapa saya masih kurang nyaman dengan layanan tersebut. Selain harus membayar lagi untuk memakai layanan tersebut dan sifat bebasnya seperti masih kurang.

Kebiasaan nonton seperti ini adalah bentuk baru yang mulai ada sejak era YouTube. YouTube bisa dikatakan sebagai bentuk baru dari televisi. Di YouTube kita bebas mau nonton apa dan kapan saja. Kalau ternyata tidak suka dengan tayangan yang kita tonton, tinggal search saja tayangan yang lain dengan kata kunci yang kita inginkan.

Netflix dan Prime Video mencoba memenuhi kebiasaan baru ini dengan memberikan lapak film ala YouTube. Digelar seluas-luasnya dan Anda bebas memilih. Dengan membayar langganan yang relatif lebih murah dibandingkan langganan TV berbayar, kita punya seleksi film yang banyak. Sebetulnya tidak murah juga karena kita masih harus membayar koneksi internet. Sayangnya internet yang kencang untuk di rumah masih dikuasai oleh provider yang umumnya menempelkan langganan TV, jadinya kita harus bayar lebih untuk sekumpulan channel yang jarang kita tonton.

Kalau kita memang lebih banyak memilih nonton melalui Netflix, Prime Video, atau iflix dan Catchplay sebaiknya memang kita memilih langganan koneksi internet saja. Jatuhnya memang akan agak lebih mahal kalau itung-itungan tidak dapat paket langganan TV.

Kalau mau agak sedikit nakal, dan ini sudah banyak dilakukan orang, adalah nonton melalui aplikasi streaming yang banyak tersedia di Playstore atau App store seperti Stremio. Ini memang ilegal, tetapi mungkin ke depannya akan jadi pertimbangan sendiri bagi mereka yang bergerak dalam industri film dan hiburan. Di aplikasi Stremio kita bisa menemukan film bioskop dan film TV yang relatif masih gres. Bahkan aplikasi ini dapat menyediakan subtitle beberapa bahasa, yang utama English, kalau lagi untung ada juga Bahasa Indonesia.

Memang nonton di Stremio tidak senyaman di Netflix, ada serangkaian langkah yang harus dilakukan. Setelah memilih film lalu kita memilih link server dari film tersebut dan belum tentu kualitas dari server yang kita pilih bagus, sehingga kita harus kembali untuk memilih server yang lain.

Di aplikasi Stremio film-film bioskop kadang sudah berkualitas bagus untuk film yang baru beberapa minggu tayang di bioskop, tetapi kebanyakan sekualitas rekaman Cam. Kita perlu bersabar beberapa minggu lagi untuk mendapatkan film dengan kualitas baik. Ini masih lebih cepat dibandingkan dengan tayangan resmi di HBO, Fox Movies dan lain-lain. Untuk film TV akan lebih cepat, kadang-kadang berbarengan dengan saat tayang di channel resminya, atau paling beda sehari dua hari dengan kualitas yang bagus.

Guys, sebetulnya nonton di Stremio ini adalah tindakan ilegal sama saja dengan pembajakan, tetapi godaan untuk nonton “murah” dan pilihan film yang seabrek banyaknya seringkali lebih kuat menarik. Aplikasi-aplikasi semacam ini ada banyak banget dan setiap waktu hilang muncul lagi yang baru karena di-banned atau di-block.

Saya suka aplikasi seperti ini karena juga menyediakan film-film langka dari berbagai negara yang kadang tidak ada di penyedia film resmi. Bahkan film-film jadul pun seringkali tersedia.

Selamat menonton.

Membangun Radio dengan FastCast4U

FastCast 01

Dengan kemajuan teknologi internet seperti sekarang, Anda bisa melakukan hampir apa saja secara online. Mau berdagang atau buka toko Anda tinggal submit ke penyedia layanan seperti Tokopedia, BukaLapak, dan yang lain. Dalam waktu hitungan menit Anda sudah dapat memasarkan produk Anda secara online. Demikian pula dengan stasiun radio, saat ini Anda dapat membangun stasiun radio Anda sendiri dalam hitungan menit juga.

Ada banyak penyedia layanan broadcast radio secara online atau streaming, dari yang gratisan hingga berbayar. Anda tinggal menyesuaikan kebutuhan dan ketersediaan dana yang Anda miliki. Kalau mau coba-coba sebelum terjun serius di radio online, Anda dapat mencoba FastCast4U, di antara beberapa penyedia jasa lainnya.

Sebelum mulai mendaftar ke FastCast4U, sebaiknya Anda perlu mendata apa saja yang Anda butuhkan dalam membangun radio online ini:

  1. Komputer yang terhubung dengan internet,
  2. Winamp dengan ShoutCast DSP Plug-in (Jangan khawatir, ada banyak tutorial untuk menginstall plug-in ini di internet). Winamp ini nantinya berfungsi sebagai perangkat siar Anda, memutar lagu maupun siaran suara.
  3. Selain Winamp Anda bisa juga menggunakan Mixxx yang lebih universal. Winamp terbatas untuk OS Windows, sedangkan Mixxx memiliki versi Windows, Linux dan OSX (Mac).  Tampilan Mixxx juga lebih keren dengan banyak panel lengkap untuk kebutuhan siaran.
  4. Microphone yang terkoneksi dengan komputer Anda untuk siaran suara. Anda dapat menggunakan mic external yang canggih atau cukup headset yang terdapat mic (biasanya headset handphone)

Setelah semua itu tersedia, Anda tinggal masuk ke website berikut: FastCast4U dan mendaftar. Proses daftarnya juga relatif mudah, tinggal memasukkan email dan beberapa data standar seperti nama dan alamat. Nah, FastCast4U menyediakan beberapa paket yang bisa Anda pilih, di antaranya:

FastCast 02

Mungkin Anda dapat mencoba FREE trial selama 7 hari sebelum memutuskan untuk mengambil paket yang lain. Prosesnya setelah mendaftar dengan email, Anda tinggal verifikasi link pendaftaran email yang akan dikirim, lalu Anda pilih Free Trial dan username serta password akan terkirim ke email Anda. Voila! Anda sudah siap siaran… Akan tetapi, Anda perlu setting WinAmp atau Mixxx yang tutorialnya lengkap ada di bagian Help dari website FastCast4U.

Setelah setting radio Anda berjalan dengan baik, Anda tinggal membagikan link radio streaming Anda ke media sosial atau ke teman-teman Anda.

Selamat mencoba!

Yoga: Olah Tubuh, Pikiran dan Jiwa

yoga-class
Yoga melatih raga, pernapasan dan jiwa. Sumber gambar: wnyc.org

Ah!kamu olah raga dong. Dalam beberapa tahun terakhir saya rutin latihan yoga di sebuah pusat kebugaran atau fitness centre (gym) dan sesekali bergabung latihan dalam komunitas. Awalnya saya hanya mencoba-coba ikut beberapa kelas yang diselenggarakan oleh gym tersebut. Di antara beberapa kelas yang pernah saya ikuti adalah Body Combat, Body Pump, Body Jam, Body Balance, Pilates, dan beberapa yang lain.

Setelah mengikuti beberapa kelas tersebut saya menemukan beberapa kelas yang saya rasakan cocok dengan kondisi tubuh dan usia saya, salah satunya kelas yoga. Persepsi saya terhadap yoga pertama kali mungkin sama dengan sebagian besar orang yang belum pernah mengenal atau mengikuti latihan yoga. Yoga lebih banyak latihan pernapasan atau lebih jauh lagi melakukan meditasi dengan gerakan-gerakan statis. Bahkan ada teman gym saya yang beranggapan kalau latihan yoga bakal ketiduran, gak ada tantangan. Yakin?  🙂

Ternyata eh ternyata, perkiraan saya dan teman saya (tentu saja) itu salah, meskipun tidak sepenuhnya salah. Memang pernapasan dan meditasi menjadi salah satu bagian dari latihan yoga. Akan tetapi, yoga yang saya ikuti di gym ini lebih banyak berupa latihan yang menyelaraskan antara gerak raga, pernapasan, dan pikiran, atau kalau mau dilanjutkan bisa ke jiwa. Dengan melakukan serangkaian gerakan yang telah didesain oleh sang instruktur kita melakukan pose-pose yang lumayan menguras tenaga.

Sudah pasti latihan yoga ini akan membuat keringat bercucuran dan kalori dalam tubuh terbakar. Aliran darah jadi lancar dan napas pun teratur. Efek pertama dan paling gampang saya rasakan setelah berlatih yoga beberapa kali adalah berkurangnya frekuensi pergi ke tukang pijat. Hehehe… Gerakan peragangan otot yang dilakukan dalam pose-pose atau asana yoga ini sungguh bisa menjadi terapi bagi tubuh kita.

Postur tubuh pun mulai terasa kembali mendekati yang semestinya. Sayangnya saya mengenal latihan yoga di usia yang sudah tidak muda lagi. Postur tubuh sudah mulai tidak benar. Akan tetapi, tidak pernah ada kata terlambat kan. Meskipun postur tubuh selama ini salah karena kebiasaan, setidaknya masih dapat kita sadari untuk kembali ke postur yang lebih baik.

Pikiran dan jiwa pun kembali menjadi tenang setelah berlatih yoga. Di awal dan akhir latihan sang instruktur biasanya mengajak kita untuk menyadari kontrol terhadap pernapasan dan tubuh kita, melepaskan semua ketegangan pikiran dan jiwa setelah menjalani aktivitas seharian. Hal ini bisa kita lanjutkan sendiri, baik saat berlatih atau sedang menghadapi kehidupan. Emosi pun jadi terkendali.

Mungkin banyak orang menganggap latihan yoga ini adalah bagian dari ritual keagamaan tertentu atau bahkan ada yang mengharamkannya. Memang mungkin pada awalnya yoga ini dipraktikkan oleh pemuka agama atau kelompok religius tertentu, tetapi dalam perkembangannya yoga menjadi olah tubuh dan jiwa yang bermanfaat bagi kesehatan. Bukankah olah raga lain ada juga yang awalnya dilakukan oleh kelompok religius tertentu.

Jenis yoga tertentu mungkin saja masih menempelkan ritual atau mantra agama. Akan tetapi, saya memilih yoga yang hanya merupakan olah tubuh yang menyelaraskan raga, pikiran, dan jiwa demi kesehatan menyeluruh. Dan misalnya ketika ber-“meditasi” pun kita masih bisa tetap menyebut dan mengagungkan asma Allah sesuai keyakinan kita. Dengan demikian, kita dapat selalu bersyukur atas nikmat kesehatan yang telah dianugerahkan pada kita.

Lain kali kita sambung lagi ya dengan belajar sedikit sejarah dan pose-pose yoga yang ciamik. 🙂

Hai Pengusaha Taksi, Beradaptasi dan Berinovasilah

apps-mobile-smartphone-ss-1920-800x450
Bisnis berbasis aplikasi sudah jadi keniscayaan. Sumber: searchengineland

Ah!kamu norak banget. Kejadian demonstrasi anarkistis sopir taksi hari ini di Jakarta sungguh memprihatinkan dan menunjukkan betapa cupet-nya pikiran orang-orang di balik demo tersebut. Perkembangan teknologi saat ini sungguh berlari kencang merambah ke banyak sektor, termasuk transportasi.

Sebetulnya sebelum terjadi kasus katakanlah sebagai taksi online vs konvensional ini, industri musik, buku dan advertising telah mengalami terlebih dahulu. Sebagai contoh, penjualan musik digital secara online melalui iTunes milik Apple telah melibas toko musik konvensional yang menjual kaset dan CD. Lalu hadirnya ebook yang juga dijual secara online, juga hadirnya toko online semacam Amazon telah merebut pangsa pasar toko buku konvensional.

Di sektor advertising atau periklanan, para agency juga menghadapi konsep iklan pay per click atau pay per view yang berbiaya jauh lebih murah. Pengiklan hanya akan membayar jika iklannya ditonton atau di-klik tautannya oleh pengguna internet. Berbeda dengan masa sebelumnya para agensi iklan menangguk keuntungan besar dengan pemasangan iklan di majalah, koran dan televisi, tidak peduli iklan itu terbaca, ditonton atau tidak.

Lalu apa yang dilakukan penggiat industri musik, buku dan periklanan? Apakah mereka melakukan demo? Turun ke jalan menuntut penutupan iTunes store, Amazon, atau Google dan Facebook yang berperan sebagai agen iklan konsep baru ini? Tidak tuh. Mungkin pada awalnya sebagian dari mereka mengeluhkan bentuk-bentuk dan model baru produk dan sistem penjualannya, tetapi langkah-langkah yang mereka ambil sungguh menjadi teladan yang baik bagi pengusaha taksi di negeri ini.

Penerbit musik dan buku beradaptasi dengan juga membuat musik digital dan ebook sebagai salah satu bentuk baru dari produk mereka. Toko buku dan toko musik juga mulai membuka toko online dan juga membuat aplikasi untuk smartphone agar menjangkau dan memenuhi kebutuhan konsumen baru mereka.

Agensi iklan juga mencari dan mengikuti bentuk iklan baru agar masih bisa survive di bisnis mereka. Regulasi terhadap produk dan cara penjualan baru ini di negara kita juga belum sepenuhnya memenuhi dan memuaskan keinginan pelaku bisnis di sektor musik, buku dan periklanan. Memang menjadi PR dan tantangan pemerintah dan pembuat regulasi untuk mengejar lari superkencang teknologi informasi agar bisa membuat peraturan yang benar-benar menjadi tata kelola yang baik bagi bisnis berbasis internet ini, tanpa merugikan cara-cara lama.

Perubahan adalah keniscayaan. Jargon ini sudah sering kita baca dan dengar dan kini saatnya untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan. Tuntutan stop atau tutup industri kreatif berbasis internet seperti Uber, Grab, GoJek hanya membuat kita terlihat naif dan cupet tadi. Cupet di sini bisa diartikan sebagai orang yang sudah putus asa dan tidak mau berinovasi serta mentok pada cara-cara lama. Dengan menutup aplikasi yang dirasakan manfaatnya bagi sebagian besar konsumen ini justru akan menyulitkan pembuat regulasi menyusun peraturan yang benar-benar akan memenuhi kebutuhan. Biarlah syarat minimal dari undang-undang atau regulasi yang ada dipenuhi oleh bentuk industri baru ini lalu sambil berjalan dilakukan evaluasi dan perbaikan.

Sekali lagi, tuntutan penutupan aplikasi berbasis internet ini menunjukkan sikap manja dan kekanak-kanakan pelaku bisnis taksi. Sambutlah dunia baru ini dengan menyerap, beradaptasi, dan berinovasi.

Mari Berolah Raga

Light-Jogging-May-Be-Most-Optimal-for-Longevity
Jogging bisa jadi pilihan berolahrga. Sumber:scitechdaily

 

Ah!kamu hidup sehat dong. Selain kebutuhan makanan bergizi, untuk menjaga kesehatan jasmani manusia perlu melatih tubuh dengan banyak bergerak. Tentu saja bukan asal gerak, tetapi harus terarah, konsisten dan rutin. Kegiatan inilah yang sering kita sebut olah raga (OR).

Bentuk olah raga tentu saja banyak sekali, mulai dari jalan kaki, lari atau jogging, senam hingga olah raga yang bersifat permainan seperti badminton, futsal, dan basket. Semua kegiatan itu jika kita lakukan secara cukup dan teratur insya Allah tubuh kita akan terasa lebih fit dan segar sepanjang hari.

Salah satu tantangan dalam melakukan olah raga tentu saja adalah melawan kemalasan diri. Seringkali saat ingin memulai olah raga, ada banyak alasan untuk menghambatnya. Hambatan ini bisa datang dari dalam diri atau dari luar. Yang dari dalam misalnya pikiran merasa lelah setelah bekerja dan keinginan beristirahat sedikit lebih lama. Faktor dari luar contohnya kondisi cuaca dan jarak tempat berolah raga. Cuaca apa pun bisa jadi alasan penghambat. Saat turun hujan tentu saja alasan yang paling kuat untuk menghalangi ber-OR, saat panas terik pun bisa jadi alasan yang seolah kuat. Repot kan?

Untuk menghindari hambatan-hambatan tersebut pilihlah jenis olah raga yang Anda sukai dan relatif mudah menjalankannya. Misalnya Anda suka badminton, ya carilah atau bergabunglah dengan klub badminton yang ada di sekitar Anda. Coba cari grup-grup di Facebook yang memiliki kegemaran OR yang sama. Setelah itu pikirkan untuk mencari tempat latihan yang relatif mudah dijangkau, misalnya dekat rumah atau dekat kantor.

Olah raga sendiri seperti jalan pagi atau jogging juga bisa kita lakukan. Olah raga ini sangat murah dan mudah sebetulnya. Lakukan secara rutin, misalnya tiga kali seminggu selama kurang lebih 15-30 menit di sekitar rumah mungkin sudah cukup memadai.

Bergabung menjadi anggota klub kebugaran atau fitness center atau kini sering disebut gym juga gagasan yang baik. Tentu saja, hal ini membutuhkan tambahan biaya yang harus kita keluarkan sebagai pengeluaran rutin bulanan. Pilihlah klub yang mudah dijangkau, baik secara lokasi maupun biaya keanggotaan. Dengan menjadi anggota gym seperti ini kadang bisa “memaksa” kita untuk latihan.

Sayang kan kalau sudah bayar mahal tetapi tidak dimanfaatkan? Begitu seringkali muncul dalam pikiran kita sehingga memaksa kita. Di klub-klub seperti ini biasanya tersedia berbagai alat yang bisa kita gunakan dari mulai treadmill hingga alat-alat latihan untuk tangan, dada, dan perut. Klub juga menyediakan Personal Trainer (PT) yang akan membantu dan memandu kita melakukan latihan. Pilihlah PT yang memang memiliki kapasitas untuk mendampingi Anda.

Tentu saja, kita juga tetap harus melakukan latihan secara cukup dan terukur, jangan berlebihan. Di klub juga biasanya terdapat kelas-kelas berlatih bersama instruktur seperti Body Combat, Body Pump, Yoga dan Pilates. Cobalah sesekali mencoba kelas-kelas ini nanti Anda akan merasakan kelas mana yang cocok untuk Anda ikuti secara terjadwal.

Olah raga memang menjadi kebutuhan bagi kesehatan tubuh kita untuk menjaga stamina dan proporsi tubuh yang ideal. Kuncinya, lakukan secara terukur sesuai kemampuan tubuh dan rutin. Apa pun olah raga yang Anda lakukan yang penting tidak berlebihan. Mari mulai saat ini juga niatkan untuk berolah raga dan rasakan manfaatnya.

Kurangi Beban Biaya Tidak Perlu

uang-receh-makin-langka
Receh demi receh bisa jadi miliaran. Sumber: merdeka.com

Ah!kamu jangan boros deh. Kali ini mari kita ngomongin itung-itungan penghematan. Penghematan ya, bukan pengiritan, apalagi pengeretan. Hehehehe… Kalau pakai istilah penghematan terdengar unsur positifnya, sedangkan kata pengiritan sepertinya ada unsur menyedihkan di sana. #persepsi

Langsung pada pokok masalahnya. Begini, ketika kita menarik uang dari ATM seringkali kita menarik di ATM milik bank yang bukan bank tempat kita menabung. Bisa jadi terpaksa karena tidak ada ATM lain di sekitar atau kadang kita malas mencari-cari. Nah, setiap kita menarik uang di ATM lain seperti itu biasanya kita kena biaya sekitar Rp5.000,00 hingga Rp7.500,00.

Mungkin kita tidak merasa rugi dengan jumlah uang segitu, mengingat biaya lain yang harus kita bayar kalau kita cari ATM bank kita seperti biaya transport, parkir dan lainnya. OK-lah kalau menganggap segitu tidak besar, tetapi kalau kita sering melakukannya, coba hitung sendiri berapa biaya yang telah kita keluarkan.

Misalnya, dalam seminggu kita melakukan 2x penarikan seperti itu, berarti biaya yang telah kita keluarkan adalah Rp15.000,00. Kalau sebulan berarti Rp60.000,00 dan setahun berarti 12 x Rp60.000,00 = Rp720.000,00. Wah, lumayan juga kan. Padahal mungkin pendapatan bunga yang kita peroleh dari tabungan tidak sebesar itu, yang berarti tekor dong!

Selain penarikan uang di ATM yang bukan milik bank tabungan kita, transfer ke rekening bank lain yang berbeda juga menimbulkan biaya transfer yang kurang lebih sama. Jika hal itu sering kita lakukan, semakin besar pula biaya yang kita keluarkan.

Kita sering melakukan pentransferan seperti ini, misalnya saat belanja online. Seringkali rekening bank penjual tidak sama dengan rekening kita. Coba setiap kali berbelanja tanyakan rekening lain yang sama dengan rekening kita.

Nah, untuk mencegah pengeluaran yang bisa kita hemat tersebut sebaiknya kita melakukan hal berikut:

  1. Hindari atau kurangi menarik uang di ATM yang bukan milik bank tempat kita menabung, kecuali kondisi darurat dan sangat terpaksa.
  2. Untuk kebutuhan sehari-hari sebaiknya ambil uang dalam periode yang agak panjang, misalnya untuk kebutuhan seminggu sehingga tidak terlalu sering ambil uang di ATM.
  3. Usahakan melakukan transfer ke rekening bank yang sama dengan bank milik kita saat melakukan belanja online atau kebutuhan lain.
  4. Saat menentukan bank untuk tabungan yang akan kita pakai untuk menampung dana kebutuhan sehari-hari sebaiknya pilihlah bank yang memiliki jaringan ATM banyak dan tersebar di banyak tempat.

Dengan melakukan penghematan seperti ini mungkin dalam setahun kita bisa mencegah pengeluaran sia-sia hingga 1-2 juta rupiah. Lumayan kan?

 

Syukur dan Ikhlas: Perlu Latihan

Ah!kamu jangan bilang susah kalau belum coba. Syukur dan ikhlas memang kadang terasa lebih mudah diucapkan daripada dijalankan. Benarkah begitu? Bisa jadi benar, tapi mungkin bagi sebagian orang menganggapnya tidak.

Seperti halnya perilaku lain, bersyukur dan ikhlas perlu diniatkan untuk menjalankannya dan tentu saja dilatih. Kedua hal tersebut sebetulnya bermuara ke kesabaran dan berpikir positif.

Dalam belajar bersyukur kita bisa mengingat ajaran lama yang sering kita dengar yakni janganlah selalu melihat ke atas. Ajaran ini mengajak kita untuk tidak melihat kondisi orang yang LEBIH dibandingkan kita. Lebih di sini bisa berupa kekayaan, kepandaian, atau penampilan.

Banyak di luar sana orang yang lebih kaya, lebih pintar, atau lebih cantik dan tampan. Akan tetapi, sebetulnya semua itu akan bersifat relatif jika dikaitkan dengan kondisi lain yang mereka miliki. Bisa jadi seseorang memang kaya tapi pelit, dia memang pandai tapi sombong, atau tetangga itu cantik sekali tapi pemarah. Nah, kita sebaiknya bersyukur dengan apa yang kita miliki, karena mungkin kita tidak pelit, tidak sombong dan tidak pemarah. Mudah-mudahan ya… 🙂 Setelah itu kita melihat orang yang kita anggap KURANG dibandingkan kita.

Kita bersyukur karena memiliki rumah, misalnya. Di luar sana masih banyak orang yang harus ngontrak atau sewa. Kalau kita dalam posisi penyewa rumah, masih bisa bersyukur karena masih banyak orang yang tinggal di emperan toko atau pinggir kali karena tidak mampu bayar sewa rumah, dan seterusnya. Tentu saja, sikap rasa syukur ini tidak lantas membuat kita sombong.

Melihat ke atas atau ke orang-orang yang lebih tadi boleh saja kita lakukan sebagai penyemangat atau cita-cita. Misalnya, saya ingin punya rumah besar seperti Si Boss A, atau saya ingin pintar seperti Si B, atau saya ingin berpenampilan tampan seperti Si C. Tentu saja, hal itu harus diikuti dengan usaha mencapai ke sana, yakni dengan bekerja, belajar, dan bersikap.

Kita menyadari bahwa harta, kepandaian, dan kecantikan sebenarnya bukanlah milik kita, hanya anugerah atau titipan dari Yang Mahakuasa. Kapan saja hal itu bisa hilang dan diambil kembali. Sudah banyak contoh di sekitar tentang kejadian seperti itu. Orang yang mungkin tahun lalu masih kaya raya memiliki rumah mewah, beberapa mobil tiba-tiba usahanya bangkrut. Orang yang pandai tiba-tiba kehilangan keahliannya karena sakit. Orang yang tampan tiba-tiba mengalami kecelakaan yang meninggalkan bekas luka atau cacat di wajahnya. Mudah-mudahan semua itu tidak terjadi pada kita.

Sikap ikhlas harus ditumbuhkan juga dengan latihan terus-menerus. Ikhlas tidak hanya berhenti sampai di ujung lidah, tetapi juga di hati dan diikuti dengan perbuatan. Kadang kita berkata ikhlas terhadap kejadian yang menimpa kita, biasanya kehilangan atau kekalahan, tetapi kita selalu membicarakannya dengan rasa penuh penyesalan. Itu bukanlah ikhlas yang sesungguhnya.

Sikap ikhlas ini sebetulnya akan membuat hidup kita lebih tenang, tidak panikan dan tidak mudah marah yang berarti akan lebih SABAR dan bersikap POSITIF.

OK, mulai saat ini mari kita berlatih dan menerapkan sikap selalu bersyukur dan ikhlas. Mulailah dengan kejadian yang kita hadapi saat ini juga.