Cara Memilih Telur yang Baik

Beberapa hari lalu saya membeli 30 butir telur untuk persediaan di rumah di sebuah jaringan toko sembako terkemuka di dekat rumah. Saat itu yang tersedia hanya telur Omega 3 dan dijual per butir. Saya memilih telur yang kira-kira kondisinya baik. Saya hanya memperhatikan ukuran dan kemulusan kulit telur. Maklum masih belum paham cara memilih telur yang baik.

Telur-telur setelah melalui seleksi ketat. Sumber: Dok. Pribadi.

Ketika sampai di rumah, istri mau merebus beberapa dari telur tersebut. Dia mendapati beberapa telur tersebut mengambang atau melayang ketika dimasukkan ke panci berisi air, bukan tenggelam. lalu dia bilang, sepertinya telur-telur ini tidak dalam kondisi baik sepengetahuan dia. Saya pun ragu-ragu lalu bertanya-tanya bagaimana sih sebenarnya kondisi telur yang baik.

Zaman sekarang informasi mudah sekali didapat. Saya lalu browsing Youtube mencari cara memilih telur yang baik. Akhirnya saya menemukan video yang dengan gamblang menjelaskan cara memilih telur yang masih kondisi baik.

Cara membedakan telur yang baik dengan yang buruk.

Dari video tersebut, ada tiga cara untuk memeriksa telur masih dalam kondisi baik atau buruk, yaitu:

  • Dengan mengguncang-guncang telur dan mendengarkannya. Telur yang masih baik tidak menimbulkan bunyi guncangan atau “koplok-koplok”. Sebaliknya, telur yang buruk akan berbunyi ketika diguncang.
  • Dengan menyinari menggunakan lampu senter. Telur dalam kondisi baik tidak memunculkan bayangan kuning telur, jadi posisi kuning telur masih di tengah. Telur yang buruk akan menunjukkan bayangan gelap di salah satu ujungnya.
  • Dengan mencelupkan ke dalam air. Telur yang buruk akan mengambang atau melayang di permukaan air, sedangkan telur yang baik akan tenggelam di dasar air. Akan tetapi, dari telur yang tenggelam masih bisa dibedakan dalam dua kelompok. Telur yang tenggelam dengan posisi horisontal/mendatar lebih baik dibandingkan telur yang tenggelam secara vertikal/berdiri.
Telur yang baik tenggelam (kanan), telur yang buruk (melayang). Sumber: resepmasakantelur.com

Jika kita memeriksa telur di warung atau di toko tentu yang paling bisa kita lakukan adalah dengan cara mengguncang. Cara menyinari dengan lampu senter mungkin saja kalau kita selalu bawa lampu senter. Sedangkan cara ketiga dengan mencemplungkan ke air sangat tidak mungkin kita lakukan.

Beberapa hari kemudian saya beli lagi telur di toko tersebut dan kebetulan stock telur mereka sedang banyak sehingga saya leluasa memilih dengan cara mengguncang-guncang satu per satu telur-telur tersebut. Memang jadinya agak sedikit lama saat memilih telur, tetapi kita akan puas mendapatkan kondisi telur yang baik.

Selamat mengguncang eh mencoba. ­čÖé

Yoga: Olah Tubuh, Pikiran dan Jiwa

yoga-class
Yoga melatih raga, pernapasan dan jiwa. Sumber gambar: wnyc.org

Ah!kamu olah raga dong. Dalam beberapa tahun terakhir saya rutin latihan yoga di sebuah pusat kebugaran atau fitness centre (gym) dan sesekali bergabung latihan dalam komunitas. Awalnya saya hanya mencoba-coba ikut beberapa kelas yang diselenggarakan oleh gym tersebut. Di antara beberapa kelas yang pernah saya ikuti adalah Body Combat, Body Pump, Body Jam, Body Balance, Pilates, dan beberapa yang lain.

Setelah mengikuti beberapa kelas tersebut saya menemukan beberapa kelas yang saya rasakan cocok dengan kondisi tubuh dan usia saya, salah satunya kelas yoga. Persepsi saya terhadap yoga pertama kali mungkin sama dengan sebagian besar orang yang belum pernah mengenal atau mengikuti latihan yoga. Yoga lebih banyak latihan pernapasan atau lebih jauh lagi melakukan meditasi dengan gerakan-gerakan statis. Bahkan ada teman gym saya yang beranggapan kalau latihan yoga bakal ketiduran, gak ada tantangan. Yakin?  ­čÖé

Ternyata eh ternyata, perkiraan saya dan teman saya (tentu saja) itu salah, meskipun tidak sepenuhnya salah. Memang pernapasan dan meditasi menjadi salah satu bagian dari latihan yoga. Akan tetapi, yoga yang saya ikuti di gym ini lebih banyak berupa latihan yang menyelaraskan antara gerak raga, pernapasan, dan pikiran, atau kalau mau dilanjutkan bisa ke jiwa. Dengan melakukan serangkaian gerakan yang telah didesain oleh sang instruktur kita melakukan pose-pose yang lumayan menguras tenaga.

Sudah pasti latihan yoga ini akan membuat keringat bercucuran dan kalori dalam tubuh terbakar. Aliran darah jadi lancar dan napas pun teratur. Efek pertama dan paling gampang saya rasakan setelah berlatih yoga beberapa kali adalah berkurangnya frekuensi pergi ke tukang pijat. Hehehe… Gerakan peragangan otot yang dilakukan dalam pose-pose atau asana yoga ini sungguh bisa menjadi terapi bagi tubuh kita.

Postur tubuh pun mulai terasa kembali mendekati yang semestinya. Sayangnya saya mengenal latihan yoga di usia yang sudah tidak muda lagi. Postur tubuh sudah mulai tidak benar. Akan tetapi, tidak pernah ada kata terlambat kan. Meskipun postur tubuh selama ini salah karena kebiasaan, setidaknya masih dapat kita sadari untuk kembali ke postur yang lebih baik.

Pikiran dan jiwa pun kembali menjadi tenang setelah berlatih yoga. Di awal dan akhir latihan sang instruktur biasanya mengajak kita untuk menyadari kontrol terhadap pernapasan dan tubuh kita, melepaskan semua ketegangan pikiran dan jiwa setelah menjalani aktivitas seharian. Hal ini bisa kita lanjutkan sendiri, baik saat berlatih atau sedang menghadapi kehidupan. Emosi pun jadi terkendali.

Mungkin banyak orang menganggap latihan yoga ini adalah bagian dari ritual keagamaan tertentu atau bahkan ada yang mengharamkannya. Memang mungkin pada awalnya yoga ini dipraktikkan oleh pemuka agama atau kelompok religius tertentu, tetapi dalam perkembangannya yoga menjadi olah tubuh dan jiwa yang bermanfaat bagi kesehatan. Bukankah olah raga lain ada juga yang awalnya dilakukan oleh kelompok religius tertentu.

Jenis yoga tertentu mungkin saja masih menempelkan ritual atau mantra agama. Akan tetapi, saya memilih yoga yang hanya merupakan olah tubuh yang menyelaraskan raga, pikiran, dan jiwa demi kesehatan menyeluruh. Dan misalnya ketika ber-“meditasi” pun kita masih bisa tetap menyebut dan mengagungkan asma Allah sesuai keyakinan kita. Dengan demikian, kita dapat selalu bersyukur atas nikmat kesehatan yang telah dianugerahkan pada kita.

Lain kali kita sambung lagi ya dengan belajar sedikit sejarah dan pose-pose yoga yang ciamik. ­čÖé

Mari Berolah Raga

Light-Jogging-May-Be-Most-Optimal-for-Longevity
Jogging bisa jadi pilihan berolahrga. Sumber:scitechdaily

 

Ah!kamu hidup sehat dong. Selain kebutuhan makanan bergizi, untuk menjaga kesehatan jasmani manusia perlu melatih tubuh dengan banyak bergerak. Tentu saja bukan asal gerak, tetapi harus terarah, konsisten dan rutin. Kegiatan inilah yang sering kita sebut olah raga (OR).

Bentuk olah raga tentu saja banyak sekali, mulai dari jalan kaki, lari atau jogging, senam hingga olah raga yang bersifat permainan seperti badminton, futsal, dan basket. Semua kegiatan itu jika kita lakukan secara cukup dan teratur insya Allah tubuh kita akan terasa lebih fit dan segar sepanjang hari.

Salah satu tantangan dalam melakukan olah raga tentu saja adalah melawan kemalasan diri. Seringkali saat ingin memulai olah raga, ada banyak alasan untuk menghambatnya. Hambatan ini bisa datang dari dalam diri atau dari luar. Yang dari dalam misalnya pikiran merasa lelah setelah bekerja dan keinginan beristirahat sedikit lebih lama. Faktor dari luar contohnya kondisi cuaca dan jarak tempat berolah raga. Cuaca apa pun bisa jadi alasan penghambat. Saat turun hujan tentu saja alasan yang paling kuat untuk menghalangi ber-OR, saat panas terik pun bisa jadi alasan yang seolah kuat. Repot kan?

Untuk menghindari hambatan-hambatan tersebut pilihlah jenis olah raga yang Anda sukai dan relatif mudah menjalankannya. Misalnya Anda suka badminton, ya carilah atau bergabunglah dengan klub badminton yang ada di sekitar Anda. Coba cari grup-grup di Facebook yang memiliki kegemaran OR yang sama. Setelah itu pikirkan untuk mencari tempat latihan yang relatif mudah dijangkau, misalnya dekat rumah atau dekat kantor.

Olah raga sendiri seperti jalan pagi atau jogging juga bisa kita lakukan. Olah raga ini sangat murah dan mudah sebetulnya. Lakukan secara rutin, misalnya tiga kali seminggu selama kurang lebih 15-30 menit di sekitar rumah mungkin sudah cukup memadai.

Bergabung menjadi anggota┬áklub kebugaran atau fitness center atau kini sering disebut gym juga gagasan yang baik. Tentu saja, hal ini membutuhkan tambahan biaya yang harus kita keluarkan sebagai pengeluaran rutin bulanan. Pilihlah klub yang mudah dijangkau, baik secara lokasi maupun biaya keanggotaan. Dengan menjadi anggota gym seperti ini kadang bisa “memaksa” kita untuk latihan.

Sayang kan kalau sudah bayar mahal tetapi tidak dimanfaatkan? Begitu seringkali muncul dalam pikiran kita sehingga memaksa kita. Di klub-klub seperti ini biasanya tersedia berbagai alat yang bisa kita gunakan dari mulai treadmill hingga alat-alat latihan untuk tangan, dada, dan perut. Klub juga menyediakan Personal Trainer (PT) yang akan membantu dan memandu kita melakukan latihan. Pilihlah PT yang memang memiliki kapasitas untuk mendampingi Anda.

Tentu saja, kita juga tetap harus melakukan latihan secara cukup dan terukur, jangan berlebihan. Di klub juga biasanya terdapat kelas-kelas berlatih bersama instruktur seperti Body Combat, Body Pump, Yoga dan Pilates. Cobalah sesekali mencoba kelas-kelas ini nanti Anda akan merasakan kelas mana yang cocok untuk Anda ikuti secara terjadwal.

Olah raga memang menjadi kebutuhan bagi kesehatan tubuh kita untuk menjaga stamina dan proporsi tubuh yang ideal. Kuncinya, lakukan secara terukur sesuai kemampuan tubuh dan rutin. Apa pun olah raga yang Anda lakukan yang penting tidak berlebihan. Mari mulai saat ini juga niatkan untuk berolah raga dan rasakan manfaatnya.