Mendengar, Melihat dan Membaca

Tulis saja dulu yang ingin kita sampaikan. (Sumber: theladders.com)

Beberapa waktu lalu ketika menonton vlog Deddy Corbuzier yang menghadirkan bintang tamu Nico Siahaan saya mencatat satu hal menarik. Seperti kita ketahui Nico Siahaan pernah kita kenal sebagai host acara TV handal beberapa tahun silam.

Dalam kesempatan tersebut Nico memberikan tips sebagai pewawancara atau host bahwa untuk bisa menjadi host yang baik diperlukan kemampuan mendengar yang baik. Untuk bisa berbicara atau mewawancarai orang dituntut kemampuan dan kemauan mendengar, tidak hanya bicara. Seperti halnya penyanyi, menurut Nico modal penyanyi yang baik justru adalah telinga. Seorang penyanyi selain memiliki kemampuan melagukan nada-nada tentu saja hal utama yang harus ia lakukan adalah mendengar.

Sepertinya kita sepakat dengan kata-kata Nico tersebut. Lalu kalau kita padankan dengan dunia tulis-menulia, apa modal untuk menjadi penulis yang baik? Tentu saja adalah kemampuan dan kemauan membaca, ditambah juga mendengar dan melihat.

Sebelum kita menulis, tentu saja akan dimulai dengan proses membaca, mendengar dan/atau menulis. Setelah membaca berita atau tulisan di dinding media sosial teman, kita tertarik untuk menulis tanggapan. Atau setelah memdengar sebuah lagu, misalnya, kita tergerak untuk menuliskan pengalaman yang terkait dengan lagu tersebut. Atau setelah melihat kejadian di depan rumah, kita terketuk untuk membuat tulisan tentang hal tersebut dan seterusnya.

Semakin terasah sensitivitas kita untuk mendengar, melihat dan membaca biasanya akan semakin memudahkan kita menuangkan opini, tanggapan atau penjelasan dalam bentuk tulisan. Membaca bagi penulis juga berguna untuk menemukan gaya penulisan dan penggunaan kaidah penulisan yang benar.

Selain memiliki topik yang menarik, gaya dan kaidah penulisan yang tepat dan benar akan menambah nilai tulisan kita. Tentu saja kita pernah atau sering membaca tulisan yang kita rasakan memiliki tema atau topik yang bagus, tetapi gaya penulisannya kurang tepat. Atau banyak terdapat kesalahan penulisan sehingga membacanya tidak nyaman.

Jadi, setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan ketika menulis:

  • Menggali topik yang menarik melalui proses mendengar dan melihat
  • Memiliki gaya penulisan yang tepat dan khas
  • Menerapkan kaidah penulisan yang benar seperti ejaan dan pilihan kata yang benar

Akan tetapi, sebagai penulis pemula kita tidak perlu khawatir dengan hal-hal tersebut. Kita tulis saja dulu yang ingin kita sampaikan. Melalui latihan menulis yang ajeg ditambah membaca referensi yang cukup, kemampuan menulis kita akan semakin berkembang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s