Curhat Dua Kecewa

Kuciwa. Sumber: freepik

Mau curhat kecil-kecilan ah. Begini ceritanya…

Pagi ini saya memang sudah berencana lari. Selain sebagai lari rutin 2-3x seminggu seperti jadwal yang saya jalani sebelum karantina gara-gara Covid-19, juga untuk memenuhi tugas virtual run Star Wars 40km (multiple run). Ini adalah lari ketiga sejak long break sekitar 3 bulan.

Curhat ini mengandung dua hal yang bikin sewot dan kuciwa.

Pada waktu awal mau mulai lari, saya sudah menyiapkan langganan data internet di salah satu hp yang iPhone. FYI, saya menggunakan dua ponsel selama ini, satu iPhone dan satunya lagi Android. Selama ini saya lebih banyak pakai app yang ada di iPhone karena pengalaman app yang ada di Android sering tidak stabil.

Kebetulan data yang di iPhone berupa prabayar, tidak langganan data. Hanya diisi kalau memang perlu. Oleh karena mau lari, saya butuh data untuk mencatat hasil lari di app lari seperti Strava, endomondo dan Liv3ly yang digunakan sebagai pencatat lari virtual-nya Star Wars.

Waktu lari perdana sih lancar, saya mampu berlari sekitar 4 km lebih di sekitar rumah. Lalu besoknya lari yang kedua dan masih lancar menempuh jarak sekitar 4 km juga. Siangnya saya harus pergi meeting di Kedutaan India. Nah, sepulang dari meeting tersebut, ada notifikasi bahwa paket internet saya tinggal 100mb. Saya beli paket senilai 3GB tiga hari sebelumnya.

Masa dalam tiga hari data 3GB langsung ludes. Saya mencoba mengingat-ingat kembali penggunaan internet saya. Rasanya wajar saja, hanya untuk aplikasi lari selama 2x setengah jam dan pergi keluar rumah sekitar 3 jam. Selama itu saya hanya menggunakan WA, tidak ada aplikasi berat lain. Saya selalu mematikan setelan data di hp ketika sampai di rumah karena di rumah ada wifi langganan dari FirstMedia.

Dalam kondisi seperti ini, kita sudah tidak bisa apa-apa lagi, pasrah nasib aja. Mau komplain ke Tsel juga pasti gak ada bukti. Akhirnya, dibiarkan saja iPhone tidak berlangganan data, cukup pakai wifi di rumah.

Ini KEKECEWAAN numero uno.

Kekecewaan kedua secara tidak langsung terkait dengan kejadian yang pertama. Ketika saya mau lari lagi, tentu saja saya tidak bisa membawa iPhone untuk mencatat hasil lari karena tidak ada paket datanya. Sempat terpikir untuk menjadikan hp Android sebagai hotspot atau tethering ke iPhone. Di hp Android justru saya memasang nomor pascabayar yang berlangganan internet dari Indosat Ooredoo. Akan tetapi, saya memutuskan untuk membawa satu hp saja yakni yang Android karena malas lari bawa dua hp.

Akhirnya saya lari mengambil jalur yang tidak biasanya dengan harapan menempuh jarak yang lebih jauh. Ternyata benar saat sudah mendekati titik finish, pagi ini saya berlari sejauh 6,6km. Lumayan berarti 10km lebih setoran untuk Star Wars virtual run. Oh ya, lari yang pertama tidak dihitung karena belum masuk jangka waktu penghitungan yang dimulai tanggal 15 Juni 2020. Sedangkan lari pertama saya pada 14 Juni. Gak apa-apalah.

Hati bungah menempuh jarak lari lebih jauh ternyata tidak diikuti dengan yang terjadi berikutnya. Ketika saya lihat app Strava, tidak ada masalah. Catatan saya menunjukkan jarak 6,6km. Tapi saat saya tengok app Liv3ly… jeng jeng… app-nya tiba-tiba reload dan menunjukkan posisi baru start lari alias 0,3km. Jadi, sepertinya app ini tidak running di background. Deuh… hilang deh catatan waktu 6km. Lemes…

Ya sudah, akhirnya hanya bisa terima nasib lagi dengan dua kekecewaan tersebut. Besok lari lagi dan akan bawa iPhone yang kartunya ditukar dengan yang ada di hp Android.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s