Pensiun Mau Ngapain?

Persiapan pensiun sebaiknya secara finansial dan mental. (Source: Romania Insider)

Beberapa hari lalu seorang teman tiba-tiba mengirim pesan ke saya via WhatsApp (WA). Teman ini sudah lama tidak kontak. Begini kira-kira bunyi pesan WA-nya:

Om, apa kabar? Ngupi yuk nanti Agustus atau September? Sebelum saya pensiun.

Saya lalu menjawab pesan tersebut dengan biasa saja awalnya. Lalu timbul tiga reaksi sebagai berikut.

Pertama, tentu senang dapat pesan dari teman lama. Kedua, mengapa harus ngopi pada Agustus atau September? Oh, tentu saja teman tersebut berharap situasi pandemi ini sudah berlalu pada bula-bulan itu. Aamiin, itu doa kita semua. Yang ketiga, tentang pensiun.

Dua reaksi yang pertama dapat diselesaikan dengan mudah. Reaksi ketiga tentu saja yang membuat saya berpikir. Sebetulnya saya sudah sering memikirkan tentang pensiun. Sebatas memikirkan. Hahaha… Teman saya ini memang jarak usianya mungkin dua atau tiga tahun (jauh?) di atas saya. Hahaha… untuk menyamarkan usia sendiri. Dan bulan November tahun ini katanya sudah akan pensiun. Ya Tuhan, ternyata sudah semakin dekat ya masa pensiun ini.

Reaksi atau pertanyaan wajar setelah sekadar memikirkan masa pensiun adalah sudahkah kita menyiapkan masa pensiun? Atau mau ngapain saat pensiun? Tidak hanya soal dana pensiun, tetapi aktivitas yang akan kita lakukan pada masa tersebut.

Dana Pensiun. Bersyukurlah bagi mereka yang sudah menyiapkan atau disiapkan dana pensiunnya jauh-jauh hari. Seperti kita ketahui kalau pegawai negeri atau ASN dan aparat pemerintah mungkin sudah otomatis akan menerima uang pensiun ketika masanya tiba. Banyak perusahaan swasta juga sudah mempersiapkan skema pensiun untuk karyawannya. Akan tetapi, alangkah baiknya kita juga melakukan persiapan secara pribadi, in case dana pensiun yang kita terima dari kantor tidak memadai.

Cara paling gampang dan umum untuk menyiapkan dana pensiun adalah dengan menabung. Ada banyak bank dan institusi keuangan lain seperti asuransi mendesain produk untuk dana pensiun ini. Tinggal kita pilih sesuai kemampuan untuk menabung secara rutin, bisa bulanan, tengah tahunan atau tahunan. Kalau menabung dengan sistem asuransi, harap diperhatikan juga komponen asuransi yang kita ambil. Biasanya ada proteksi terhadap jiwa dan kesehatan.

Kelebihan menabung dana pensiun di asuransi adalah adanya proteksi, meskipun beberapa tabungan di bank kini juga banyak menempelkan fitur asuransi ini. Adanya asuransi memungkinkan kita atau ahli waris akan menerima dana pensiun sebelum jatuh masa pembayaran premi apabila terjadi kecelakaan atau meninggal.

Adanya asuransi tersebut otomatis menyisihkan dana yang kita tabung untuk meng-cover asuransi, jadinya sisa untuk tabungan sedikit berkurang. Kita bisa mempertimbangkan lagi perlu tidaknya ada asuransi.

Menabung dana pensiun akan lebih optimal hasilnya jika dilakukan jauh-jauh hari sebelum jatuh masa pensiun. Lalu bagaimana apabila baru memulai menabung pada saat mendekati masa pensiun? Memang tidak ada kata terlambat. Sebaiknya mulai memilih jenis tabungan yang ada atau mencoba berinvestasi dalam bentuk reksadana atau saham.

Kini, semakin mudah untuk membuka investasi di reksadana atau saham. Mungkin kita mulai dulu dengan reksadana karena investasi saham ada faktor risiko yang agak besar. Investasi reksadana kini semudah sentuh-sentuh di ponsel. Marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, dan manajer-manajer investasi memiliki aplikasi yang adapat digunakan seperti Bareksa dan IPOT IndoPremier. Imbalan yang kita dapat dari investasi reksadana umumnya lebih tinggi dibandingkan deposito apalagi tabungan biasa.

Tabungan bentuk lain bisa saja dalam bentuk emas. Pembelian emas untuk investasi ini kini juga semakin mudah. Di Tokopedia dan Bukalapak juga tersedia untuk membeli atau menabung emas bahkan dalam jumlah kecil. Hanya saja perlu diingat, tabungan emas lebih cocok untuk jangka panjang jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal.

Kegiatan Pensiun. Setelah ada dana pensiun, mungkin bagi sebagian orang tidak bisa berpangku tangan, apalagi kalau selama ini terbiasa aktif beraktivitas. Bayangan saya, karena saya belum mengalami pensiun, adalah melakukan apa yang kita sukai terlebih dahulu. Kalau kita mau melanjutkan aktivitas yang masih menghasilkan secara finansial, sebaiknya pilih yang kita juga senang melakukannya atau menjadi hobi kita. Misalnya, kita hobi berkebun ya bisa dengan membuka lahan untuk berkebun atau bercocok tanam. Kalau tidak memiliki lahan yang cukup mungkin bisa dengan hidroponik atau memanfaatkan lahan yang ada di rumah.

Kegiatan atau aktivitas kita pada masa pensiun semestinya sudah tidak mengejar profit finansial. Kalau toh ada profit atau keuntungan yang sebagai tambahan saja. Misalnya, hasil dari kebun kita untuk konsumsi pribadi atau kalau lebih bisa dibagi-bagikan ke tetangga atau sanak saudara. Akan tetapi, kalau memang masih membutuhkan tambahan dana, ya bisa saja melakukan penjualan, tidak ada masalah kalau masih punya waktu untuk melakukannya. Kita bisa juga melibatkan anak-anak muda sekitar untuk membantu, siapa tahu akan jadi lapangan kerja bagi mereka.

Hobi-hobi lain seperti menulis, menggambar, bermain musik bisa juga dilakukan. Sebetulnya saat ini terbuka luas untuk mengembangkan berbagai hobi jadi sesuatu yang menghasilkan keuntungan finansial. Menulis di berbagai platform seperti blog seperti ini bisa saja berkembang jadi buku atau konten berbayar yang lumayan untuk tambahan dana pensiun.

Saya pernah berbincang dengan seorang mentor di perusahaan konsultasi pendidikan. Mereka juga membuka konsultasi untuk karyawan jelang pensiun. Mereka melakukan tes psikologi lagi untuk mengarahkan para calon pensiunan ini menjalani masa pensiunnya agar lebih bermanfaat, baik secara batin maupun finansial.

OK, selamat mempersiapkan masa pensiun, baik secara mental maupun finansial.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s