Penghematan Saat Pandemi

Sumber: Kompas Lifestyle

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia ini memang bisa dianggap bencana, tetapi bisa juga dijadikan momen introspeksi diri. Ketika kita work from home atau lebih banyak beraktivitas di rumah, kita jadi punya banyak waktu untuk meninjau kembali beberapa hal yang rutin kita lakukan selama ini. Salah satu hal tersebut adalah pengeluaran. Yuk kita hitung-hitung pengeluaran yang bisa kita hemat.

Biaya Transportasi. Ketika work from home sudah pasti pengeluaran untuk transport akan berkurang. Selama ini kita yang menggunakan transportasi umum dengan cepat dapat menghitung ongkos yang kita keluarkan. Misalnya, dalam perjalanan dari rumah ke kantor kita menggunakan moda transportasi angkot, KRL dan bus TransJakarta dengan tarif dan jarak tertentu, taruhlah tarif angkot (PP) Rp8.000, KRL (PP) Rp7.000, dan bus TransJakarta (PP) Rp8.000. Totalnya jadi Rp23.000. Dalam seminggu lima hari kita ke kantor sehingga sama dengan 5 x Rp23.000 = Rp115.000.

Makan Siang. Biaya lain yang rutin kita keluarkan adalah untuk makan siang. Taruhlah rata-rata biaya makan siang kita adalah Rp20.000 berarti selama seminggu 5 x Rp20.000 = Rp100.000.

Uang Jajan. Mungkin di sela-sela bekerja atau dalam perjalanan kita sering membeli cemilan atau jajanan seperti gorengan, kacang, atau bakso. Mungkin tidak setiap hari, taruhlah dua kali saja dalam seminggu dengan besaran Rp15.000 maka 5 x 2 x Rp15.000 = Rp150.000.

Dari kedua komponen biaya itu saja minimal dalam seminggu kita telah mengeluarkan Rp115.000 + Rp100.000 + Rp150.000 = Rp365.000 atau kita bulatkan jadi Rp400.000. Sehingga selama sebulan kita telah mengeluarkan rata-rata sekitar 4 xRp400.000 = Rp1.600.000. Wow, jumlah yang lumayan banyak ‘kan?

Aksesoris. Pengeluaran transportasi nyata-nyata bisa kita rasakan berkurang dalam masa WFH. Ketika kita harus keluar rumah untuk bekerja, kita juga memikirkan untuk mengenakan pakaian yang rapi dan bersih, sepatu yang terlihat bagus dan mengkilat, wewangian tubuh atau parfum. Jika biasanya dua atau tiga bulan sekali kita membeli baju baru atau parfum, taruhlah untuk pakaian senilai Rp300.000 dan parfum Rp250.000 sehingga total dalam tiga bulan yang kita keluarkan sebesar Rp550.000 sampai Rp600.000. Kalau kita buat rata-rata per bulan nilainya jadi sekitar Rp200.000.

Dari semua pengeluaran tersebut yang bisa kita kurangi atau hemat selama WFH berarti besarnya sekitar Rp1.800.000 per bulan. Belum lagi kalau kita perhitungkan biaya hiburan pada akhir pekan, seperti nonton bioskop, jalan-jalan di mall, dan makan di restoran bersama teman-teman atau keluarga.

Akan tetapi, jangan-jangan pada saat work from home kita justru tergoda untuk order makanan online secara berlebihan atau beli beberapa benda lain di marketplace yang sebetulnya kebutuhan sekunder atau tersier? Bisa saja hal ini terjadi karena banyak waktu untuk buka-buka toko online saat WFH. Jatuhnya pengeluaran kita akan sami mawon atau malah tekor. Hahaha… Yuk, dari sini kita mulai menata ulang keuangan kita sehingga kita lebih bisa menyisihkan penghasilan untuk keperluan yang lebih penting, seperti menabung untuk membeli rumah atau pendidikan anak-anak kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s