New Normal, Kebiasaan Baru dalam Tata Hidup?

Welcome to New Normal (Ilustrasi: free pics)

Sudah sekitar tiga bulan kita melakukan karantina mandiri terkait dengan pandemi Covid-19. Istilah WFH (work from home), hashtag dirumahaja, stayhome, belajardirumahaja mulai terbiasa di telinga kita. Protokol pencegahan wabah seperti sering cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, mengenakan masker ketika di tempat umum, menjaga jarak minimal dua meter dengan orang lain dan seterusnya juga telah kita terapkan.

Ketika awal Maret 2020 Presiden Jokowi mengumumkan kasus Covid-19 pertama di Indonesia lalu selanjutnya mulai bertambah dengan cepat, kecemasan, ketakutan dan berbagai perasaan semakin berkembang. Lalu diiringi dengan informasi hoax yang makin membuat situasi tidak menentu. Ada sebagian kelompok meminta segera dilakukan lockdown. Ini juga menambah kosakata baru dalam perbincangan kita. Lalu ada rapid test, swab dan beberapa istilah lain terkait dengan pandemi ini.

Beberapa wilayah menerapkan kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang bisa saja diartikan sebagai lockdown namun tidak seketat dari arti sebenarnya. Hanya kantor, institusi, dan toko tertentu yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat yang boleh buka dan beroperasi. Para pekerja juga demikian. Praktis hampir semua bekerja di rumah.

Beberapa acara dan kegiatan yang rencananya diselenggarakan di tempat umum dan mendatangkan masyarakat pun ditunda atau dibatalkan. Pameran, seminar, konser, dan lomba di berbagai bidang mau tidak mau dipikirkan ulang jadwal dan cara penyelenggaraannya. Akhirnya, kita menemukan bentuk baru yang sebetulnya tidak baru juga, yaitu secara online atau daring (dalam jaringan). Muncullah webinar, bincang live dan seterusnya.

Aplikasi video conference mendadak laris manis diunduh banyak orang. Zoom seketika mencuat sebagai aplikasi baru yang dipakai sebagai sarana seminar, workshop, dan meeting, meskipun sebelumnya telah ada Skype, Facetime dan beberapa fitur lain dari aplikasi perpesanan. Seiring itu muncul rumor ketidakamanan Zoom untuk video sharing yang sejatinya seperti sebatas rumor atau upaya untuk saling menjatuhkan dari pihak lain. Oleh karena sebetulnya ketika kita menggunakan internet dalam aktivitas kita, kita sudah memaparkan diri ke dunia maya dengan segala kemungkinan.

Instagram Live, Facebook Live juga jadi lebih ramai dari sebelumnya. Banyak acara bincang-bincang dilakukan, baik oleh para pesohor maupun khalayak umum. Berbagai tema dan bentuk diangkat dalam perbincangan tersebut. Latihan-latihan yang sebelumnya dilakukan secara bertemu langsung juga banyak dilakukan secara Live ini. Misalnya latihan yoga bersama, latihan menggambar, latihan masak dan lain-lain. Ada sebagian yang gratis, yang berbayar atau sistem donasi pun banyak.

Setelah melalui itu semua dalam beberapa bulan terakhir, lalu muncul istilah New Normal atau kenormalan baru. Apa pun istilahnya atau namanya, mau tidak mau setelah semua ini terlewati dengan kondisi di depan yang tidak pernah kita tahu akan ada hal-hal baru yang kita lakukan. Akan tetapi, bukankah setiap hari kita mengalami hal baru begitu bangun tidur dan menjalani kehidupan. Bedanya, mungkin kali ini kita semua menghadapi sesuatu yang relatif besar secara bersama-sama.

Menurut saya New Normal atau apalah namanya hanya sebagai penanda yang bisa dikatakan bisa dipakai atau pun ditiadakan. Tidak terlalu penting ada atau tidak nama dari moment hidup yang mungkin akan terasa besar bagi kita semua karena masyarakat secara global mengalaminya. Intinya, istilahnya tidak terlalu penting. Yang terpenting adalah perubahan sikap kita dalam beberapa hal.

Kenormalan baru, tatanan baru, kebiasaan baru memang akan selalu terjadi selama hidup masih bergulir. Manusia dikarunia kemampuan beradaptasi, mempertahankan diri, dan berimprovisasi serta berkreasi. Dengan bekal itu pulalah secara individu maupun bersama-sama kita akan berusaha menjadi manusia lebih baik dari waktu ke waktu.

Ada upaya, lalu ikhlas, dan bersyukur. Tiga kata tersebut yang akan menuntun kita menuju BAHAGIA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s