CL: Transportasi Umum Andalan Jakarta

10659255_10204423631143854_7420316814794731976_n

Ah!kamu kudet* deh. Itu saya katakan pada teman yang belum pernah naik kereta di Jakarta akhir-akhir ini, atau setidaknya dalam dua tahun terakhir. Dalam bayangannya kereta di Jakarta masih seperti zaman saat masih bernama KRL (kereta rel listrik).

Kini KRL itu sudah punya nama baru yang lebih keren, yaitu Commuter Line atau sering dipendekkan jadi ComLine atau CL. Tidak hanya namanya yang berubah, layanan, sarana dan prasarana betul-betul sudah berbeda. Bentuk keretanya (gerbongnya) memang masih sama, seperti kereta AC pada masa lalu, tapi lebih bersih.

Perhatikan saja beberapa stasiun yang ada di sepanjang jalur Bogor – Jakarta atau Bekasi – Jakarta, fisiknya sudah banyak berubah dan lebih bersih. Kini tidak ada lagi pedagang asongan, pedagang kaki lima atau pengamen yang berkeliaran. Untuk masuk ke stasiun kini kita harus memiliki kartu dan melalukan “tap” (menyentuhkan kartu di sensor) di pintu otomatis, keluar pun juga harus melakukan hal yang sama. Keren kan? Sudah seperti di kota-kota besar negara maju.

474703_10200881988445000_2043781470_o

Kita bisa berlangganan kartu KMT (Kartu Multi Trip) atau beli THB (Tiket Harian Berjaminan) untuk sekali pakai. Akan tetapi, kalau kita memiliki kartu pembayaran yang dikeluarkan oleh bank seperti BCA Flazz, Mandiri e-Money, atau BRI Brizzi, kita bisa juga menggunakannya. Perhitungan ongkos untuk perjalanan dengan CL juga relatif murah, berdasarkan jarak yang kita tempuh, sebesar Rp2.000,00 untuk 1-25 km pertama, 1-10 km berikutnya sebesar Rp1.000,00.

Oh ya, sekarang cuma ada satu jenis kereta dan semuanya ber-AC, tidak seperti dulu yang membedakan kelas ekonomi (non AC), AC, dan Pakuan. Semua sama untuk jalur Bogor/Depok – Jakarta Kota/Tanah Abang, Bekasi – Jakarta Kota, Serpong – Tanah Abang dan yang lain. Gerbong paling depan dan belakang dikhususkan untuk wanita. Jadi, jangan sampai salah naik bagi kaum pria.

Di dalam gerbong kondisinya relatif bersih karena ber-AC, tidak boleh makan dan minum, apalagi merokok. Membawa barang pun ada ukuran maksimal yang diperbolehkan dibawa, tidak boleh membawa binatang juga. Pintu gerbong membuka dan menutup secera otomatis, tidak ada lagi orang yang mengganjal-ganjal pintu.

Di setiap dinding gerbong tertempel rute kereta, bahkan saat ini sudah mulai ada layar yang menampilkan rute perjalanan kereta. Dilengkapi dengan pemberitahuan ketika akan memasuki setiap stasiun. Tidak seperti kereta KRL zaman dulu yang menganggap semua penumpang sudah hafal nama stasiun dan rute kereta.

Di setiap stasiun juga selalu disampaikan posisi kereta terakhir yang akan melintasi stasiun tersebut, baik melalui pengeras suara maupun papan elektronik yang menayala.

10393903_10204423922031126_5344267607720985505_nLebih nyamankah sekarang? Menurut saya sih yes, gak tahu kalau menurut Mas Anang. Hehehe… Meskipun jadwalnya belum setepat yang dijanjikan, tetapi keretanya sudah relatif banyak. Memang sih pada jam-jam sibuk seperti berangkat dan pulang kantor kereta akan penuh sesak. Oleh karena itu, jika Anda bukan pengguna rutin CL hindari naik CL pada pukul 6-9 pagi atau 5-7 malam, kecuali memang terpaksa.

Selebihnya, kereta Commuter Line sekarang nyaman, aman dan cepat dibandingkan Anda berkendara dengan mobil di jalan raya Jakarta yang rawan macet di banyak titik yang kadang tak terduga. Cobalah sesekali menggunakannya. 🙂

Sumber foto: dok. pribadi

*kurang update

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s