Aplikasi Pemesan Transportasi yang Berguna

File illustration picture showing the logo of car-sharing service app Uber on a smartphone next to the picture of an official German taxi sign
Pemesanan taksi melalui aplikasi. Sumber:businessoffapp

Ah!kamu jangan ketinggalan zaman. Dua atau tiga tahun lalu mungkin hal ini belum kita rasakan, yaitu maraknya pemesanan moda transportasi umum berbasis aplikasi di smartphone kita. Ah, kan sudah ada aplikasi serupa dari masing-masing perusahaan taksi. Ya, tapi maksud saya hal itu masih terbatas dan belum sebanyak sekarang penggunanya.

Pengguna moda transportasi umum di Jakarta dan beberapa kota besar kini merasakan perubahan pesat tersebut. Adanya aplikasi GrabTaxi yang memuat juga GrabBike, lalu ada Go-Jek, dan Uber sangat membantu kita memesan atau mencari transportasi umum baik berupa taksi dan ojek. Bahkan Go-Jek memiliki fasilitas tambahan lain seperti Go-Send, Go-Food, Go-Mart yang memungkinkan kita mengirim barang atau dokumen serta membelikan makanan atau barang lain ke toko, resto, atau minimarket.

Terlepas dari kontroversi sesuai atau tidaknya dengan perundang-undangan, aplikasi ini sungguh sangat berguna. Kita bisa memesan taksi dan ojek di mana saja, di pinggir jalan, di lapangan, di mall, tidak perlu berada di rumah atau kantor dan gedung yang selama ini kita lakukan saat memesan taksi secara konvensional. Cukup memanfaatkan GPS yang akan mengarahkan ojek atau taksi ke lokasi kita.

Untuk saat ini dengan adanya diskon atau tarif promosi, pengguna taksi atau ojek yang memesan melalui aplikasi-aplikasi tersebut sangat diuntungkan. Hal ini mungkin sebagai langkah awal untuk menggalang sebanyak-banyaknya pengguna aplikasi.

Selain memesan taksi dan ojek yang sudah familier dengan kehidupan kita, ada Uber dan GrabCar (salah satu bagian dari fitur GrabTaxi) yang membuat kita bisa memesan mobil pribadi beserta sopirnya. Dengan aplikasi ini kita seolah-olah memiliki sopir pribadi karena mobil yang kita gunakan berplat hitam. Nah, ini mungkin yang masih menjadi kontroversi terkait dengan perizinan.

Uber dan GrabCar hampir serupa, tetapi ada sedikit perbedaan dalam cara pembayaran. Uber mewajibkan kita mendaftarkan kartu kredit untuk menagih pembayaran, sedangkan GrabCar menggunakan cara pembayaran cash melalui si sopir. Tarif yang akan kita bayarkan tertera di aplikasi di smartphone kita, bukan pakai alat argometer layaknya taksi.

Menyangkut Uber dan GrabCar yang menjadi perhatian kita mungkin tingkat keamanan karena pada dasarnya kita menggunakan mobil pribadi bukan taksi dengan sopir pribadi juga. Tentu saja pihak Uber dan GrabCar — memang seharusnya —  telah menyeleksi mereka untuk kelayakan kenyamanan dan keamanan. Saya dengar sih mereka selalu melakukan pertemuan untuk pendidikan terhadap sopir, baik Uber, GrabCar, GrabTaxi dan Go-Jek. Adanya kecurangan-kecurangan yang terjadi memang tidak bisa dihindari karena selalu saja ada yang memanfaatkan celah. Mudah-mudahan hal itu bisa segera dicegah dan diatasi.

Cara dapat free ride (gratis hingga Rp75 ribu) menggunakan Uber:

  1. Unduh aplikasinya di App Store atau Google Play
  2. Setelah selesai melakukan pendaftaran, masuklah ke bagian Promotions dan masukkan Kode Promo: didikdue
  3. Cek di bagian Payment, pastikan di bawah informasi Kartu Kredit ada tanda Free Ride.
  4. Untuk pemesanan berikutnya Anda akan gratis hingga Rp75 ribu.

 

Advertisements

2 thoughts on “Aplikasi Pemesan Transportasi yang Berguna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s