Green Warrior: Peduli Lingkungan sambil Berinvestasi

Ah!kamu jangan kuno dong. Kita tahu saat ini kondisi lingkungan hidup kita semakin menurun. Hutan-hutan gundul, ditebangi dijadikan perumahan atau pabrik. Pohon-pohon bertumbangan. Coba lihat di sekitar rumah, kini yang berlomba-lomba bermunculan adalah hutan beton. Dampaknya, kualitas dan kuantitas air sumur kita semakin menurun. Udara yang kita hirup pun penuh polusi. Gak sehat ‘kan?

Lalu apa yang bisa kita lakukan? Mulai menanam pohon sendiri. Di mana lahannya? Halaman kita saja hanya se-uprit cuma cukup untuk parkir mobil atau motor. Iyaya… Jangan sedih, kita masih bisa berusaha menanam tetumbuhan di pot. OK, mungkin itu cukup membantu menyediakan udara segar di sekitar rumah. Itu sudah jadi awal yang baik untuk peduli lingkungan.

Sekitar dua tahun lalu saya pernah ikutan sebuah program yang diselenggarakan oleh WWF, kalau tidak salah namanya mybabytree. Ini adalah program yang bagus bagi kita yang peduli lingkungan. Kita ikut menanam pohon di lahan-lahan yang mulai gundul dan tersebar di seluruh Indonesia. Ini adalah program amal, murni bertujuan membantu menyelamatkan bumi. Pohon saya masih ada di wilayah Jawa Timur. Ada rasa kebanggaan sudah ikut berpartisipasi menyelamatkan bumi walau hanya kecil.

Beberapa waktu lalu saya dikenalkan oleh seorang teman tentang program serupa, yakni menanam kembali lahan kosong dengan pepohonan. Akan tetapi, kali ini program yang disampaikan teman saya ini bernilai investasi. Yakni, selain kita ikut peduli menyelamatkan bumi dengan menanam lahan hutan yang sudah mulai gundul, kita juga akan mendapatkan hasil pada saat pohon tersebut dipanen.

Setelah saya pelajari brosur yang diberikan teman saya tersebut, saya merasa tertarik dan segera mengambil keputusan untuk bergabung. Program yang diselenggarakan oleh PT Global Agro Bisnis dengan I-Gist (Green Investment) ini memberi kesempatan kita untuk menanam pohon Jabon (Jati Kebon) di beberapa wilayah di Jawa Barat dan wilayah lain di Indonesia. Pohon Jabon ini bisa dipanen sampai dua kali dalam sepuluh tahun. Jadi, saat tahun kelima kita akan panen yang pertama dan kemudian lima tahun berikutnya panen kedua.

Kita hanya perlu membeli bibit pohon Jabon ini, PT GAB yang akan mengurus lahan, proses penanaman, pemeliharaan, penjagaan hingga penjualan hasil panen. Kita akan menerima 70% dari harga satu pohon Jabon saat panen pertama, kemudian 50% pada panen kedua. Fair enough, hal itu tentu saja untuk biaya perawatan dan operasional perusahaan.

IMG_3063
Pohon Jabon usia sekitar 2 tahun di Lebak, Banten.

Kepercayaan saya terhadap perusahaan yang telah menjalankan program ini sejak 2005 semakin bertambah karena surat-surat perizinannya lengkap beserta sertifikat usaha agrobisnis yang kita beli. Modalnya pun tidak terlalu besar. Kita bisa memulai dengan menanam dua pohon dengan harga Rp550.000. Selain pendapatan pasif dari investasi jangka panjang ini, kita bisa juga aktif mengembangkan jaringan usaha dan memperoleh komisi dan bonus yang lumayan. Kalau toh kita tidak melakukan aktivitas ini pun kita masih akan mendapatkan hasil panen.

IMG_3064
Pohon Jabon usia sekitar 3 tahun di Lahan Cianjur.

Bayangkan bila kita harus memulai bisnis ini sendiri. Kita harus mencari lahan, mengurus perizinan, menanam dan merawat pohon hingga memasarkan kayu hasil panennya. Tentu saja, akan membutuhkan biaya yang tidak kecil. Belum tentu adanya risiko gagal panen, entah karena hama, kebakaran, dan penjarahan. Kita harus mengantisipasi sendiri semua risiko tersebut.

Nah, di i-Gist ini semua risiko tersebut sudah diantisipasi oleh perusahaan. Mereka memiliki lahan dan pohon cadangan untuk mengganti pohon kita yang gagal panen karena berbagai sebab seperti di atas. Semua ada dalam surat perjanjian. Dan kita tidak perlu repot-repot memasarkan kayu hasil panen kita. PT GAB sudah memiliki hubungan dengan pabrik yang akan membeli kayu kita, bukan melalui tengkulak, tapi langsung ke pabrik sehingga memiliki jaminan harga yang lebih tinggi.

IMG_3065
Green Warriors berkunjung ke lahan.
IMG_3067
Green Warriors di tempat penampungan kayu.

Saat ini kisaran harga 1 pohon Jabon adalah Rp 1 juta. Jadi, pada panen pertama kita akan mendapatkan Rp700.000 per pohon (dengan asumsi harga pohon masih sama, padahal kemungkinan naik akan tinggi). Pada panen kedua, lima tahun berikutnya, kita akan mendapatkan Rp500.000 per pohon dengan asumsi harga pohon masih sama. Jadi, total dengan dua pohon yang kita beli, kita akan mendapatkan 2 x Rp1,2 juta atau Rp2,4 juta. Itu baru hitungan dua pohon pertama. Kita bisa melakukan penambahan pembelian pohon kapan pun ketika kita memiliki uang lebih.

Kita juga bisa mengambil paket lebih besar jika kita memiliki modal lebih tinggi seperti paket 12 pohon, 1/4 hektar hingga 1 hektar yang tentunya dengan hasil yang akan lebih tinggi.

IMG_3066

Menarik kan? Kita akan menjadi Green Warrior yang peduli lingkungan sekaligus mempersiapkan dana untuk keperluan mendatang, seperti untuk biaya pendidikan anak, membeli property atau kebutuhan lain.

Untuk bergabung caranya sangat mudah, klik saja link berikut:

GREEN WARRIOR atau

GREEN INCOME

Daftarkan nama dan email Anda di link tersebut. Mudah kan? Selamat menjadi pejuang lingkungan hidup sekaligus berinvestasi demi masa depan. Insya Allah bermanfaat.

Sumber foto: Pak Jaya

 

Advertisements

2 thoughts on “Green Warrior: Peduli Lingkungan sambil Berinvestasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s