Buatlah Resapan Sumurmu Aman

image
Siklus Air

Ah!kamu jangan naif. Dalam beberapa bulan terakhir Jakarta sepertinya dilanda panas dan kekeringan yang menjadi-jadi. Mungkin juga di wilayah kamu. Terik matahari menyengat dan udara terasa pengap membuat berkeringat. Tanaman mulai mengering dan tinggi air sumur tanah pun menurun drastis hingga pompa menyedot lebih lama untuk memenuhi tandon air di rumah-rumah. Bahkan beberapa mesin pompa tidak mampu menaikkan air sampai ke tandon air.

Di beberapa wilayah orang-orang mulai membeli air galonan isi ulang untuk keperluan mandi dan mencuci, selain sebagai air minum. Kalau sudah begini, pengeluaran ekstra selama musim kering ini akan bertambah.

Alhamdulillah sejak beberapa hari lalu di sebagian wilayah Jakarta mulai turun hujan, terutama di area Selatan. Hampir tiap sore hingga malam hujan membasahi bumi batavia. Meskipun curah hujan belum tinggi, ini sudah cukup untuk mendinginkan tanah dan cuaca pada malam hari.

Tentu saja kita berharap kondisi perairan terutama sumur di rumah mulai normal lagi sehingga teman-teman kita yang mengalami sumur kering bisa bernapas lega.  Dan tentu saja, mudah-mudahan datangnya musim hujan tidak membawa banjir juga.

Belum ada seminggu hujan turun tiba-tiba tetangga mengeluhkan sumurnya yg belum terisi penuh, masih dangkal seperti kondisi beberapa bulan terakhir. Saya lalu memperhatikan kondisi halaman rumahnya yang ditutup dengan semen, tidak ada tumbuhan yang ditanam di tanah, paling ada beberapa tanaman di pot. Lalu saya ingatkan tetangga dengan sedikit pelajaran siklus air yang pernah diajarkan pada kita di sekolah. Air memenuhi hukum kekekalan, tidak akan berkurang atau bertambah di bumi ini, hanya bentuk dan lokasinya saja yang berbeda.

Perhatikan gambar di awal tulisan ini. Air yang menguap dari laut dan beberapa tempat bergerak ke atas menjadi awan. Awan ini bergerak ke tempat yang lebih tinggi dan akhirnya jatuh menjadi hujan, yang meresap ke dalam tanah, sebagian mengisi cadangan air dalam tanah dan sebagian mengalir ke bawah melalui sungai dan selokan.

Air hujan yang turun ke bumi tidak serta merta mengisi air sumur kita, apalagi jika tidak ada resapan air di sekitar tempat tinggal kita, semua ditutup dengan semen atau beton. Air akan mengalir ke tempat yang lebih rendah dan pergi jauh sehingga untuk mengisi air tanah di sumur kita butuh waktu lama. Itulah sebabnya air hujan yang turun tidak bisa langsung kita nikmati sebagai air tanah dalam sumur.

Air yang tidak tertahan oleh resapan, dalam hal ini oleh pepohonan beserta akar-akarnya bisa berubah menjadi bencana. Tanah yang gundul bisa longsor. Sungai-sungai yang dangkal dan tersumbat oleh sampah juga membuat air akan mengalir deras ke bawah dengan kecepatan tinggi menjadi banjir bandang dengan kekuatan yang dahsyat. Tentu saja kita tidak menginginkan hal itu terjadi.

Mudah-mudahan hal itu akan menyadarkan kita agar selalu menjaga lingkungan dengan membersihkan selokan dan sungai dari sampah, termasuk membuat resapan dan menanami tanah di sekitar rumah. Selain akan menjadi resapan air, juga menciptakan udara bersih dan segar yang menyehatkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s